☰
✕

Modus Berburu Gas 3 Kg Murah Palu Demi Keruk Untung di Bolano Terbongkar

Polres Parigi Moutong membongkar penyalahgunaan distribusi LPG 3 kg bersubsidi dari Palu yang dijual mahal ke pedagang kecil.

Parigi moutong, Gemasulawesi - Distribusi tabung gas LPG tiga kilogram bersubsidi kembali bocor ke tangan spekulan kawasan pesisir Teluk Tomini. Dua warga Bolano Lambunu tertangkap tangan mengangkut pasokan secara melanggar hukum.

"Petugas mengamankan dua orang berinisial MH (42) dan FR (20), warga Kecamatan Bolano Lambunu, pada Minggu, 25 Oktober 2026, sekitar pukul 10.00 WITA," kata IPDA Jodaenis Rajendra Mahardika di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (25/10/2026).

Langkah tegas Tim Resmob Unit Reaksi Cepat Satuan Reserse Kriminal Polres Parigi Moutong ini langsung menghentikan mata rantai penjualan gelap di kawasan perbatasan.

Operasi senyap yang dipimpin KBO Reskrim Polres Parigi Moutong ini berhasil menggulung praktik perburuan kuota energi rakyat miskin.

Baca Juga:
Pangkas Biaya BBM Armada, Pemda Parimo Disarankan Adopsi Pengelolaan Sampah Zonasi

Seluruh berkas perkara beserta dua pelaku resmi diserahkan ke Unit Tindak Pidana Tertentu.

Pengawasan ketat kini berada di bawah kendali Kepala Unit Tipidter IPDA Arya Dikara.

Pemeriksaan awal membongkar alur pasokan tabung pasokan gas melon tersebut dari ibu kota provinsi.

Pelaku memborong tabung dari sejumah pengumpul di wilayah Kota Palu seharga Rp40.000 per tabung.

Tabung-tabung itu lantas dibawa melintasi perbatasan kabupaten untuk mengejar marjin tinggi.

Sasaran penjualan kembali adalah para pedagang kecil di Kecamatan Bolano Lambunu, Kecamatan Mepanga, dan Kecamatan Moutong.

"Selanjutnya, tabung-tabung tersebut dijual kembali kepada pedagang kecil di wilayah Kecamatan Bolano Lambunu, Kecamatan Mepanga, dan Kecamatan Moutong dengan harga Rp50.000 per tabung," ungkap tim penyidik dalam laporan periksa.

Pelaku mengeruk keuntungan bersih senilai Rp10.000 untuk setiap tabung yang berpindah tangan.

Penyidikan mengungkapkan aksi ilegal ini bukan kejadian spontan di lapangan.

Baca Juga:
Jalur Gelap BBM Subsidi Parigi Moutong Terbongkar, Ribuan Liter Solar Disita

Kegiatan tersebut diduga telah berlangsung sejak September hingga Oktober 2026.

Polisi bergerak cepat menyisir seluruh titik rawan untuk membongkar penyaluran tak resmi.

Penyelidikan fokus melacak total pasokan yang sudah masuk ke pasar gelap.

"Saat ini, Tim URC Sat Reskrim Polres Parigi Moutong masih melakukan pendalaman terhadap jumlah tabung yang telah diperjualbelikan, asal-usul LPG, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rantai distribusi tersebut," pungkas IPDA Arya Dikara.

Proses penegakan hukum berlanjut penuh berpatokan pada alat bukti serta regulasi yang berlaku.

Bagikan: