Dituntut oleh Distributor Musik, Anthropic Mengklaim AI Mereka akan Mencegah Pelanggaran Hak Cipta

Anthropic mendapat tuntutan dari industri musik
Anthropic mendapat tuntutan dari industri musik Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Hak cipta masih menjadi isu sensitif dalam industri kecerdasan buatan atau AI, dan hingga saat ini, belum ada hukum "global" yang menyetujui cara menangani kasus yang melibatkan pelatihan model AI.

Karena alasan ini, berbagai platform media telah menggugat pengembang AI sendiri karena menggunakan konten mereka.

Anthropic telah terlibat dalam sengketa terkait hak cipta dengan penerbit musik.

Claude, produk utama Anthropic, adalah chatbot bertenaga AI yang mirip dengan ChatGPT atau Gemini.

Satu hal yang keren tentangnya adalah anda dapat menggunakan perintah yang sangat terperinci berkat batas input token 100K-nya.

Hingga saat ini, tingkat gratis Claude dibanggakan lebih mampu daripada ChatGPT, menjadikannya pilihan yang bagus baik untuk bereksperimen maupun penggunaan secara profesional.

Meskipun demikian, penerbit musik tidak senang dengan cara Anthropic melatih Claude.

Sejak akhir 2023, perusahaan tersebut telah menghadapi tuntutan hukum dari firma-firma seperti Universal Music dan ABKCO.

Mereka menuduh bahwa perusahaan AI tersebut menggunakan musik berhak cipta untuk melatih chatbot tersebut.

Lagu-lagu seperti Halo milik Beyoncé dan Moves Like Jagger milik Maroon 5 ada dalam daftar tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Engadget.

Pada hari Kamis, pertarungan hukum tersebut memiliki hasil baru yang dapat membantu menenangkan para penggugat.

Anthropic berjanji untuk mencegah Claude memperbanyak atau mendistribusikan musik yang dilisensikan oleh penerbit musik.

Mereka juga akan menerapkan tindakan tersebut saat melatih model AI di masa mendatang.

Selain itu, Anthropic akan menanggapi "dengan cepat" masalah hak cipta penerbit dengan menjelaskan bagaimana mereka akan menangani masalah tersebut.

Jika dalam kasus apa pun Anthropic menganggap bahwa mereka tidak boleh bertindak, perusahaan tersebut harus merinci alasannya.

"Claude tidak dirancang untuk digunakan untuk pelanggaran hak cipta, dan kami memiliki banyak proses yang dirancang untuk mencegah pelanggaran tersebut," kata seorang juru bicara Anthropic, dikutip dari Android Headlines.

Namun, pertikaian hukum masih jauh dari kata berakhir karena penerbit musik yang menggugat Anthropic ingin memastikan bahwa perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan musik mereka untuk pelatihan AI dengan cara apa pun.

Di sisi lain, perusahaan yang berfokus pada AI tersebut mengatakan bahwa penggunaan konten yang memiliki hak cipta untuk melatih model AI merupakan “penggunaan wajar yang hakiki”.

Karena tidak ada hukum yang tegas tentang hal tersebut, pengembang AI telah memanfaatkan “area abu-abu” itu.

Menetapkan undang-undang tentang kecerdasan buatan sangat sulit.

Mengatur tanpa menganalisis dampaknya secara menyeluruh terhadap industri berpotensi menghambat pengembangan segmen tersebut.

Pada akhirnya, persidangan individual akan menjadi contoh atau acuan untuk kasus-kasus di masa mendatang.

Jadi, hasil tuntutan hukum seperti penerbit musik vs. Anthropic mungkin menjadi kuncinya. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Redmi Turbo 4 Telah Resmi Hadir di Pasaran Tiongkok: Inilah Harga, Spesifikasi, dan Informasi lainnya

Redmi Turbo 4 telah secara resmi diluncurkan di Tiongkok, dengan spesifikasi yang mengesankan, termasuk penggunaan chip Dimensity 8400 Ultra

Konsol Game Buatan Rusia: Akankah PlayStation dan Xbox Akhirnya Mendapatkan Pesaing yang Sepadan?

Rusia dikabarkan membuat konsol game mereka sendiri, yang akan bersaing melawan PlayStation dan Xbox dalam industri game

Sekjen APDURIN Apresiasi Inisiasi Pembentukan Pengurus APDURIN Parigi Moutong, Aditya: Kita Pastikan Petani Durian Sejahtera

APDURIN memastikan lebih mengedepankan kepentingan petani durian dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Ulefone Armor X31 Pro Mulai Diluncurkan: Smartphone Tangguh Berdaya 5G Pertama dalam Seri X

Ulefone meluncurkan ArmorX31, ponsel pintar tangguh yang tahan banting dengan fitur dan spesifikasi mengesankan, termasuk konektivitas 5G

HONOR Memperkenalkan Magic7 Lite, dengan Teknologi Baterai yang Inovatif dan Kemampuan Fotografi yang Canggih

HONOR meluncurkan Magic7 Lite, ponsel pertama dalam seri Magic7, yang memulai debutnya di Eropa dengan spesifikasi mengesankan

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;