Parigi moutong, Gemasulawesi - Sistem pengawasan bahan bakar minyak bersubsidi kini bergantung penuh pada kecanggihan integrasi data digital.
"Peralihan dari surat manual ke e-rekomendasi berbasis kode QR menjadi kunci penyaluran solar yang transparan," kata Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budianto di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin 26 Oktober 2026.
Teknologi ini dirancang untuk menyumbat berbagai celah manipulasi kuota yang selama ini marak terjadi di lapangan.
Secara teknis, sistem e-rekomendasi bekerja dengan menghubungkan basis data dinas teknis daerah ke server pusat PT Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga:
Ratakan Mafia Solar, DPRD Parigi Moutong Dorong Pidanakan Pelangsir dan SPBU Nakal
Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan mengunggah data riil pemohon, mencakup variabel identitas, luas lahan aktif, atau kapasitas mesin kapal.
Sistem kemudian menghitung alokasi kuota solar harian dan bulanan secara otomatis menggunakan rumus algoritma kebutuhan energi standar.
Hasil perhitungan tersebut diterjemahkan menjadi kode QR unik yang dilengkapi enkripsi keamanan tingkat tinggi.
"Kode QR berfungsi sebagai identitas digital penerima subsidi yang tidak dapat dipalsukan atau digandakan," ujar Sayutin.
Saat petani atau nelayan Bertransaksi di SPBU, operator memindai kode QR menggunakan mesin pembaca khusus atau EDC Pertamina.
Mesin EDC secara real-time mencocokkan data pemilik, batas sisa kuota bulanan, serta lokasi SPBU yang berwenang melayani.
Jika transaksi melebihi jatah kuota atau menggunakan kode QR yang terdeteksi ganda di tempat lain, sistem akan menolak otomatis.
Seluruh riwayat pengisian BBM tercatat langsung dalam sistem basis data nasional untuk memantau tren konsumsi harian.
Baca Juga:
Jadi Atensi DPRD, Alur Lengkap Pengajuan Surat Rekomendasi BBM Subsidi Resmi Pertamina
Integrasi digital ini menutup ruang gerak oknum penerima fiktif serta menutup celah persekongkolan di area pompa SPBU.
Skema digital juga memudahkan pemerintah daerah dan Satgas melakukan pemantauan sisa kuota daerah secara transparan.
"Setiap transaksi meninggalkan jejak digital mutlak yang memudahkan pelacakan jika timbul dugaan penyelewengan," tutur Sayutin.
Penerapan teknologi QR code terbukti menjadi benteng utama dalam menjamin ketersediaan pasokan solar bagi sektor produktif.