Datuk karama Asal Usul Masuknya Agama Islam di Sulawesi Tengah

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Ilustrasi

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Syekh Abdullah Raqie atau yang kerab di sebut dengan panggilan Datuk Karama adalah seorang ulama yang berasal dari minangkabau, beliau yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Tanah Kaili atau Bumi Tadulako di Sulawesi Tengah pada abad ke-17.    

Awal kedatangan Syekh Abdullah Raqie atau Datuk Karama di tanah Kaili dimulai di desa Lere, Lembah Palu (Sulawesi Tengah) pada masa pemerintahan Raja Kabonena, Ipue Nyidi memerintah di wilayah Palau.     Selain itu, Datuk Karama membawa simbol-simbol Islamnya ke daerah lain di Lembah Palu yang dihuni oleh suku Kaili. Wilayah tersebut antara lain Palu, Donggala, Kulawi, Paris dan wilayah Ampana.

Baca: Forum Komunikasi Masyarakat Kaili Akan Bentuk Kepengurusan Baru

Seperti masyarakat nusantara umumnya, suku Kaili pada saat itu masih menganut kepercayaan animisme/dinamis yang di sebut dengan “tumpuna”, kepercayaan akan adanya mahluk yang bersemayam pada benda- benda keramat  Namun dengan metode dan pendekatan yang persuasif, disertai wibawa dan kharisma yang tinggi, syiar Islam yang ditransmisikan Syekh Abdullah Raqie melalui ceramah pada upacara adat suku  akhirnya lambat laun diterima oleh raja dan masyarakat  Perjuangan Datuk Karama akhirnya berhasil mengajak Raja Kabonena, Ipue Nyidi dan rakyatnya masuk Islam, dan di kemudian hari, Ipue Nyidi dikenal sebagai raja pertama yang  masuk Islam di lembah Palau.    

 Datuk Karama atau Syekh Abdullah Raqie tidak kembali  ke Minangkabau. Hingga akhir hayatnya, ia, keluarga, dan  pengikutnya terus menyebarkan syiar Islam di Lembah Palu, di tanah Kaili, Sulawesi Tengah.

Setelah kematiannya, jenazah Datuk Karama dimakamkan di desa Lere, Palu (sekarang kota Palu).Makam Syekh Abdullah Raqie atau Datuk Karama kemudian  menjadi kompleks pemakaman Dato Karama dan berisi makam istrinya, Intje Dille dan kedua putranya, Intje Dongko dan Intje Saribanu, serta makam para pengikut setianya, yang terdiri dari 9 makam kuburan laki-laki, 11 kuburan wanita dan 2 kuburan yang tidak memiliki informasi tentang nisan mereka. (*)

Baca: Muhammad Al Fatih Pemuda Yang Membuktikan Janji Rasulullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.