Tak Juga Pulih Sejak 20 Juni Lalu, DPR RI Desak Pemerintah Segera Bentuk Satgas Khusus untuk Tangani Polemik Diretasnya Pusat Data Nasional

DPR RI mendesak pemerintah segera membentuk satgas khusus untuk menangani dibobolnya Pusat Data Nasional oleh hacker.
DPR RI mendesak pemerintah segera membentuk satgas khusus untuk menangani dibobolnya Pusat Data Nasional oleh hacker. Source: Foto/ilustrasi/Pexels.com

Nasional, gemasulawesi - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, mengusulkan agar Pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani polemik peretasan data di Pusat Data Nasional (PDN). 

Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat masalah PDN yang belum terselesaikan sejak terjadinya serangan siber pada 20 Juni 2024 lalu.

"Jika negara kita tidak merasa perlunya membentuk Satgas dan tidak merasa bertanggung jawab atas kehilangan data ini, itu menunjukkan ada yang tidak beres dengan penyelenggaraan negara," ujar Sukamta dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta.

Menurut Sukamta, peretasan data nasional adalah masalah serius yang memerlukan penanganan mendalam dari pemerintah dan lembaga terkait. 

Baca Juga:
Menguak Keindahan Tersembunyi dan Serunya Bermain Air di Wisata Sungai Pancar Wonotirto Blitar yang Menenangkan

Dia berharap agar usulannya ini bisa disetujui oleh anggota Komisi I, terutama mengingat masa kerja DPR periode ini yang tinggal beberapa bulan lagi.

"Kita bisa mempertimbangkan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) sebagai langkah terakhir sebelum berpisah dari periode ini, untuk fokus menyelesaikan persoalan PDN ini. Karena ini bukan hanya masalah teknis, tetapi soal keamanan nasional yang sangat krusial," tambahnya.

Sukamta juga menegaskan bahwa Satgas yang dibentuk harus melibatkan tidak hanya BSSN dan Kemenkominfo, tetapi juga profesional dan ahli di bidang keamanan siber serta tata kelola teknologi informasi.

"Dalam Satgas ini harus ada unsur profesional, akademisi, dan ahli keamanan siber yang dapat membantu memperbaiki tata kelola dan infrastruktur PDN. Keterlibatan mereka sangat penting untuk memastikan keamanan data nasional ke depan," paparnya.

Baca Juga:
Menyusuri Jejak Sejarah yang Miliki Pesona Alam dengan Keindahan Tersembunyi Candi Karangnongko di Persawahan Klaten

Serangan siber dengan menggunakan ransomware pada PDN sejak 20 Juni 2024 telah mengakibatkan lebih dari 200 data milik kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkunci dan tidak dapat diakses. 

Kejadian ini tidak hanya mengganggu layanan publik tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan data nasional.

Sementara itu, BSSN dan Kemenkominfo telah berupaya melakukan pemulihan data dan meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah serangan serupa di masa depan. 

Namun demikian, perlu adanya langkah lebih lanjut seperti yang diusulkan oleh Sukamta untuk memastikan bahwa PDN tidak lagi rentan terhadap ancaman cyber di masa mendatang.

Baca Juga:
Contohnya Pabrik Ikan, Dinas Perikanan Kendari Akan Terus Mengembangkan Sejumlah Sektor yang Berpotensi Menjadi Sumber PAD Baru

Usulan ini mendapat dukungan dalam rapat Komisi I DPR RI, di mana para anggota komisi sepakat untuk mendalami rencana pembentukan Satgas dan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan keamanan dan tata kelola data nasional. 

Komisi I juga berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menanggapi serius masalah keamanan siber di Indonesia. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ogah Bayar Tebusan Ratusan Miliar, Pemerintah Pasrah Kehilangan Data PDN Akibat Serangan Ransomware, Akui Gagal Lawan Peretas

Tak berdaya lawan hacker, Pemerintah pasrah kehilangan data PDN yang sudah diretas sejak seminggu lalu dan pilih tolak bayar tebusan.

Buntut Serangan Ransomware Terhadap Pusat Data Nasional, Petisi Tuntut Budi Arie Mundur dari Menteri Kominfo Viral di Media Sosial

Viral petisi yang meminta Budi Arie Setiadi mundur sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) imbas diretasnya server PDN.

Maksimalkan Akses serta Kualitas Pelayanan, Pemkab Sigi Sebut Diperlukan Perbaikan Data Khususnya PBB-P2

Pemerintah Kabupaten Sigi menyampaikan perbaikan data, khususnya PBB-P2 dibutuhkan untuk memaksimalkan kualitas dan akses pelayanan.

Pusat Data Nasional Eror Setelah Menjadi Target Serangan Siber, Menkominfo Akui Pelaku Minta Tebusan Rp131 Miliar

Pelaku serangan siber di Pusat Data Nasional sementara diketahui meminta bayaran 8 juta dolar Amerika atau berkisar Rp 131 miliar.

Setelah Menerima Surat KPU RI, KPU Kolaka Ungkap Saat Ini Tim Verifikasi Faktual sedang Melakukan Pendataan

KPU Kabupaten Kokala menyatakan pendataan saat ini sedang dilakukan oleht im verifikasi faktual atau verfak setelah menerima surat dari KPU.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;