Kepala Desa Marana, Sulawesi Tengah Siap Dibawa ke Jalur Hukum, Jika Baliho Miliknya Mengganggu Warga Sekitar

<p>Warga tolak penurunana baliho Kepala Desa Marana (Foto/ Facebook/Kepala desa berambut emas)</p>
Warga tolak penurunana baliho Kepala Desa Marana (Foto/ Facebook/Kepala desa berambut emas)

Sulawesi Tengah, Gemasulawesi – Suasana di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah sedang dilanda gejolak.

Gejolak panas ini dikarenakan adanya rencana penurunan Baliho di ruas jalan Desa Marana oleh Satpol PP yang tidak didukung oleh warga.

Kejadian perselisihan antara warga dan Satpol PP ini terjadi Rabu, 7 Juni 2023 malam hari sekitar pukul 21.00 WITA.

Baca: Cuaca Menantang di Sulawesi Tengah: Palu dan Poso Dalam Guyuran Hujan Malam Hari pada 10 Juni 2023

Satpol PP Donggala yang dipimpin oleh Kasat Pol PP Dudi akan melakukan penurunan Baliho di Desa Marana.

Mendengar berita tersebut, warga yang sebelumnya sudah bergejolak setelah pembakaran baliho semakin membara.

Baliho yang akan diturunkan ialah baliho “Pembunuh Sang Jawara” yang dirasa pemerintah sudah tidak sesuai dengan peraturan dan kode etik.

Baca: Warga Desa Nonong, Sulawesi Tengah Cemas Limbah PLTMG Sudah Mulai Masuk ke Lahan, PLN Diminta Bergerak Cepat Tangani Masalah Ini

Penurunan baliho ini didasari oleh perintah Bupati Donggala Kanjeng Kasman Lassa kepada Satpol PP setempat.

Sebelumnya di Desa Marana suasananya belum sepenuhnya kondusif setelah peristiwa pembakaran ban di depan baliho.

Warga yang merasa tidak terganggu dengan adanya baliho tersebut merasa kesal dan emosi.

Baca: Waduh Hacker Berhasil Meretas Website Resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Beri Pesan Tentang Kasus Asusila Parigi Moutong

Alhasil warga mengajukan protes kepada pemerintah setempat untuk tidak diturunkan baliho tersebut.

Bupati meminta baliho tersebut diturunkan dengan alasan baliho tersebut mengganggu kamtibmas.

Permintaan Bupati tersebut disampaikan oleh Camat Sindue Abdul Muin.

Baca: Momen Cerah yang Dinanti: Prakiraan Cuaca Menakjubkan di Sulawesi Tengah pada 8 Juni 2023

Namun warga menegaskan bahwasannya baliho tersebut sangat tidak mengganggu dan merupakan baliho yang sewajarnya di era reformasi dan demokrasi.

“Baliho ini masih sesuai dengan norma dan koridor hukum di Indonesia,” ujar salah satu warga.

Warga juga menambahkan jika baliho tersebut di nilai mengganggu, maka baliho tersebut bisa dilaporkan kepada polisi bukan ke Satpol PP.

Baca: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Mengejutkan: Tantangan Cuaca Ekstrem di Buol dan Donggala pada 7 Juni 2023

Bahkan Mat Metro dan Kades Marana Lutfin, S.Sos juga merasa baliho tersebut masih wajar dan pantas dipasang di wilayahnya.

Jika ada pihak yang tersinggung mereka siap dilaporkan ke pihak berwajib dan tidak menginginkan adanya turun paksa terhadap balihonya.

Ia bersama masyarakat sekitar akan tetap mempertahankan baliho tersebut di wilayah Desa Marana.

Baca: Sulawesi Tengah Terguncang oleh Cuaca Ekstrem: Palu dan Poso Dalam Ancaman pada 2 Juni 2023

Selama belum ada pelaporan ke kepolisian setempat, meskipun camat ia akan tetap memasang baliho tersebut.

Karena menurutnya ini bukan urusan seorang camat, namun jika baliho ini melanggar ini adalah urusan dari kepolisian. (*/Dewi)

Editor: Muhammad Azmi Mursali

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Sebulan Menjadi Buronan, Pelaku Penganiayaan Kakek di Aertembaga, Sulawesi Utara Sudah Tertangkap

Seorang pemuda menjadi buronan selama sebulan, akhirnya bisa diamankan oleh Polsek Aertembaga, Sulawesi Utara atas kasus penganiayaan terhadap seorang kakek berusia 71 tahun.

Perubahan Cuaca Mengejutkan: Manado Sulawesi Utara Sambut Hujan Deras di Siang Hari pada 10 Juni 2023

Pada 10 Juni 2023 Sulawesi Utara akan terhindar dari dampak cuaca ekstrem, tapi meski demikian ada beberapa wilayah yang akan diguyur hujan dihari yang sama.

Cuaca Menantang di Sulawesi Tengah: Palu dan Poso Dalam Guyuran Hujan Malam Hari pada 10 Juni 2023

Pada 10 Juni 2023 Sulawesi Tengah akan terhindar dari dampak cuaca ekstrem, tapi meski demikian ada beberapa wilayah yang akan diguyur hujan dihari yang sama.

Ancaman Kerusakan Generasi Bangsa, Polisi Temukan Bunker Narkoba di Kampus Ternama Makassar, Sulawesi Selatan

Bunker narkoba di temukan di kampus ternama Kota Makassar, Polisi akan ungkap tuntas demi masa depan generasi bangsa yang jauh lebih baik lagi.

Mengawali Hari dengan Guyuran Hujan: Prakiraan Cuaca Menarik Sulawesi Selatan pada 10 Juni 2023, Sinjai Dibarengi Hujan Pagi hingga Siang Hari

Pada 10 Juni 2023 Sulawesi Selatan akan terhindar dari dampak cuaca ekstrem, tapi meski demikian ada beberapa wilayah yang akan diguyur hujan dihari yang sama.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;