Sulawesi Utara dalam Cengkraman Cuaca Ekstrem pada 11 September 2023, Masyarakat Dihimbau untuk Tetap Waspada

<p>Ket Foto: Ilustrasi foto hujan (Foto/Pixabay/Hujan)</p>
Ket Foto: Ilustrasi foto hujan (Foto/Pixabay/Hujan)

Sulawesi Utara, gemasulawesi – Pada tanggal 11 September 2023, cuaca ekstrem diperkirakan akan menerjang beberapa wilayah di Sulawesi Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi sejumlah wilayah di Sulawesi Utara yang mungkin akan terdampak oleh cuaca ekstrem ini.

Beberapa wilayah di Sulawesi Utara yang terdampak termasuk Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolmong, Bolmong Utara dan Bolmong Selatan.

Baca juga: Magisnya Danau Sentarum: Wisata Kalimantan yang Belum Banyak Orang Tahu, Siap-Siap Nggak Bisa Move On

Keberadaan cuaca ekstrem ini memerlukan perhatian serius dari masyarakat setempat untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak yang mungkin terjadi.

Meskipun beberapa wilayah diprediksi akan terdampak oleh cuaca ekstrem, masih ada beberapa wilayah lain yang dapat mengalami hujan dengan intensitas berbeda mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat.

Sebagai contoh, pada pagi hari hujan diprediksi akan mengguyur Kota Mobagu.

Baca juga: Magisnya Danau Sentarum: Wisata Kalimantan yang Belum Banyak Orang Tahu, Siap-Siap Nggak Bisa Move On

Sedangkan pada siang hari, sejumlah wilayah di Sulawesi Utara yang mungkin akan diguyur hujan antara lain Tondano, Tomohon, Ratahan, Ondong Siau, Manado, Lolak, Kota Mobagu, Boroko, Bitung, Amurang dan Air Madidi, sesuai dengan informasi dari BMKG.

Kehadiran hujan dengan intensitas berbeda memerlukan tindakan pencegahan dan persiapan yang baik dari masyarakat.

Hujan deras atau berkepanjangan dapat menyebabkan masalah seperti banjir, tanah longsor dan gangguan lainnya.

Baca juga: Nyore di Wisata Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Tenangkan Pikiran Sambil Kulineran

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang mungkin terkena dampak hujan untuk selalu memantau perkembangan cuaca yang diberikan oleh BMKG dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan mereka sendiri dan keluarga.

Selain itu, pemerintah daerah, juga harus siap untuk merespons potensi dampak cuaca ekstrem dengan segera.

Ini termasuk mengoordinasikan upaya evakuasi dan bantuan darurat jika diperlukan, serta memberikan informasi dan peringatan kepada masyarakat tentang potensi bahaya cuaca. (*/Riski Endah Setyawati)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Pertarungan Cuaca: Poso Sulawesi Tengah Bersiap Menghadapi Tantangan Cuaca Ekstrem pada 11 September 2023

Pada 11 September 2023, wilayah Sulawesi Tengah akan memiliki cuaca yang sangat mengkhawatirkan dengan adanya ancaman cuaca ekstrem yang akan terjadi.

Prakiraan Cuaca 11 September 2023: Malili Sulawesi Selatan Kembali Diguyur Hujan Ringan pada Pagi Hari

Pada 11 September 2023, wilayah Sulawesi Selatan akan tetap terhindar dari dampak cuaca ekstrem, namun masih ada beberapa wilayah yang diguyur hujan ringan.

Tantangan Besar di Bawah Langit Sulawesi Utara: Prakiraan Cuaca Ekstrem yang Mengintai pada 10 September 2023

Pada 10 September 2023, wilayah Sulawesi Utara akan memiliki cuaca yang sangat mengkhawatirkan karena wilayah ini akan terdampak cuaca ekstrem.

Cuaca Terkini Sulawesi Selatan: Antisipasi Guyuran Hujan Ringan yang Diperkirakan pada 10 September 2023

Pada 10 September 2023, wilayah Sulawesi Selatan akan terhindar dari dampak cuaca ekstrem dan beberapa wilayah akan diguyur hujan ringan.

Banggai Berada di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem: Prakiraan Sulawesi Tengah pada 10 September 2023

Pada 10 September 2023, wilayah Sulawesi Tengah akan tetap terdampak cuaca ekstrem dan salah satu wilayah yang terdampak adalah Banggai.

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;