Inspiratif! Viral Kisah Mufid Asnawi, 23 Tahun Jualan Pentol di Trenggalek hingga Bisa Berangkat Haji ke Tanah Suci Tahun Ini

Kisah Mufid Asnawi yang bisa berangkat haji setelah berjualan pentol selama 23 tahun lamanya viral di media sosial.
Kisah Mufid Asnawi yang bisa berangkat haji setelah berjualan pentol selama 23 tahun lamanya viral di media sosial. Source: Foto/Instagram @trenggaleknow

Trenggalek, gemasulawesi - Kisah inspiratif datang dari Mufid Asnawi, warga Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Mufid Asnawi, seorang tukang pentol ojek berusia 62 tahun, bersama istrinya Siti Aisyah yang berusia 58 tahun, tengah bersiap mewujudkan impian lama mereka untuk menunaikan ibadah haji pada bulan Juni mendatang.

Perjalanan Mufid Asnawi bersama sang istri menuju tanah suci bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi penuh dengan ketekunan, doa, dan tekad kuat.

Mufid memulai usaha jualan pentol 23 tahun yang lalu dengan modal kecil.

Baca Juga:
Tingkatkan Promosi, Dekranasda Gorontalo Siapkan Produk UMKM Lokal untuk Dipamerkan pada Festival Pesona Danau Limboto

Berjualan keliling menggunakan sepeda pancal, Mufid menghadapi banyak tantangan di awal usahanya.

Setiap hari, ia berkeliling desa menawarkan dagangannya kepada para penduduk.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Mufid terus berusaha meskipun pendapatannya tidak selalu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Siti Aisyah setia mendampingi suaminya, membantu menjalankan usaha kecil mereka dengan penuh dedikasi.

Baca Juga:
Soroti Keberadaan Lembaga Negara Independen, Ketua MPR Sebut Perlu Dilakukan Kajian Ulang Dikarenakan Jumlahnya yang Gemuk

Seiring berjalannya waktu, usaha pentol Mufid mulai menunjukkan perkembangan.

Dari yang awalnya hanya berjualan keliling, Mufid akhirnya mampu memiliki tempat jualan permanen di depan kantor desa.

Keberadaan tempat tetap ini tidak hanya mempermudah Mufid dalam berjualan, tetapi juga menarik lebih banyak pelanggan, sehingga pendapatannya pun meningkat.

Namun, perjalanan mereka untuk menunaikan ibadah haji tidaklah mulus.

Baca Juga:
Terkait Pilkada Sumut, Ahok Akui Telah Berkomunikasi dengan Politisi dan Ketua DPP PDI P Sumatera Utara

Selama bertahun-tahun, Mufid dan Siti Aisyah harus menghadapi berbagai rintangan.

Terkadang, kebutuhan mendesak memaksa mereka menggunakan tabungan yang sudah disisihkan untuk biaya haji.

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia juga menjadi hambatan besar, menunda keberangkatan mereka selama dua tahun. Meski begitu, mereka tidak pernah sekalipun kehilangan harapan dalam hidupnya.

Selama pandemi, Mufid dan keluarganya terus berjuang. Mereka tetap menabung sedikit demi sedikit dari hasil usaha pentol.

Baca Juga:
Asap Hitam Mengepul Tinggi! Kilang Pertamina Unit Balikpapan Terbakar, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Setiap sen yang disisihkan membawa mereka selangkah lebih dekat menuju impian mereka.

Dukungan dari keluarga dan doa yang tiada henti menjadi kekuatan utama mereka. Akhirnya, setelah 23 tahun penuh liku, Mufid dan Siti Aisyah siap memenuhi panggilan Allah ke tanah suci.

Kisah Mufid dan Siti Aisyah adalah bukti nyata bahwa ketekunan dan tekad kuat bisa membawa seseorang meraih mimpinya, betapapun sulitnya jalan yang harus dilalui.

Dari seorang tukang pentol ojek dengan modal kecil hingga mampu menunaikan ibadah haji, perjalanan hidup mereka mengajarkan kita tentang arti penting dari kerja keras, pengorbanan, dan keyakinan.

Baca Juga:
Pesona Burni Kelieten di Aceh Tengah, Yuk Intiplah Surga Wisata Pendakian di Atas Awan yang Menakjubkan

Mufid dan Siti Aisyah bukan hanya memenuhi impian pribadi mereka, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Bahwa dengan usaha yang gigih, doa yang tulus, dan keyakinan yang kuat, tidak ada impian yang terlalu besar untuk diraih.

Mereka membuktikan bahwa asal ada kemauan, jalan pasti akan terbuka.

Semoga perjalanan haji mereka lancar dan penuh berkah, menjadi puncak dari segala usaha dan doa mereka selama ini. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Layani Jemaah Calon Haji dengan KLB, KAI Sumut Sebut Menjadi Sejarah di Perkeretaapian Indonesia

KAI Sumatera Utara menyatakan pelayanan rombongan jemaah calon haji dengan Kereta Api Luar Biasa menjadi sejarah di perkeretaapian Indonesia

Suhu di Arab Saudi Berbeda dengan Indonesia, Jemaah Haji Diimbau Membiasakan Diri Minum Oralit untuk Mencegah Dehidrasi

Jemaah haji asal Indonesia diimbau untuk membiasakan diri meminum oralit dengan tujuan mencegah dehidrasi dikarenakan suhu udara Arab Saudi.

Keberangkatan Calon Haji Gelombang Kedua, Kemenag Minta Maskapai Penerbangan Agar Tidak Sampai Terjadi Delay

Kementerian Agama meminta agar jangan sampai terjadi delay untuk keberangkatan calon haji kedua sekarang ini.

Fase Keberangkatan Gelombang Kedua Mulai Tiba di Jeddah, Jemaah Haji Diimbau Langsung ke Makkah untuk Menunaikan Umrah Wajib

Jemaah haji yang tiba dari fase keberangkatan gelombang kedua diimbau langsung menuju ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib.

Dengan Sejumlah Alasan, Kanwil Kemenag Lampung Mencatat Sebanyak 11 Calon Haji Menunda Keberangkatan ke Tanah Suci pada Tahun 2024

Kanwil Kemenag Lampung mencatat sebanyak 11 calon haji memilih untuk menunda keberangkatannya ke Tanah Suci pada tahun ini.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;