Aksi Mandi Susu Senilai Rp400 Juta Viral! Peternak Sapi Perah di Boyolali Protes Pembatasan Kuota Pabrik

Peternak Boyolali buang 50 ribu liter susu senilai Rp 400 juta, protes kuota susu dari pabrik.
Peternak Boyolali buang 50 ribu liter susu senilai Rp 400 juta, protes kuota susu dari pabrik. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @fakta.indo

Boyolali, gemasulawesi - Ratusan peternak sapi perah di Boyolali menyuarakan keresahan mereka atas kebijakan pembatasan kuota penyerapan susu mentah oleh pabrik-pabrik pengolahan susu. 

Dalam aksi yang digelar di Tugu Patung Susu Tumpah baru-baru ini, para peternak, peloper, dan pengepul susu dari berbagai wilayah berkumpul untuk melakukan protes yang cukup mengejutkan.

Yakni membuang dan mandi dengan susu segar yang selama ini tidak terserap.

Aksi ini bukan hanya sekadar simbolik; menurut Koordinator Aksi, Sriyono Bonggol, sebanyak 50 ribu liter susu dibuang dalam protes tersebut. Nilai susu yang dibuang mencapai sekitar Rp 400 juta. 

Baca Juga:
Polri Ingin Para Petani Milenial Bergabung Menjadi Anggota Polisi, Polda Kalsel Jelaskan Alasan Pentingnya

“Kami melakukan aksi ini sebagai wujud kekecewaan dan bentuk solidaritas, karena setiap hari ada sekitar 30 ribu liter susu dari Boyolali yang tidak bisa masuk ke pabrik akibat adanya pembatasan kuota,” ungkap Sriyono, dikutip pada Minggu, 10 November 2024.

Pembatasan yang diberlakukan pabrik berdampak besar pada para peternak di Boyolali. 

Menurut Sriyono, kebijakan ini memaksa ribuan liter susu tidak terpakai setiap harinya, yang seharusnya bisa mendukung perekonomian para peternak. Hal ini membuat banyak susu segar tidak terserap dan berakhir sebagai limbah. 

Dalam aksinya, peternak pun mengeluhkan betapa sulitnya menjual susu lokal karena pabrik lebih banyak menerima susu impor dibandingkan hasil produksi dalam negeri.

Baca Juga:
Bikin Was-was! Kondisi Basement Rumah Sakit di Bekasi Ini Dekat dengan Sungai Bervolume Air Tinggi, Berpotensi Banjir

Selain membuang susu sebagai simbol protes, sebagian susu yang dihasilkan juga dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat sekitar yang hadir di lokasi aksi. 

Ini menjadi bentuk kepedulian para peternak kepada warga, sekaligus sebagai wujud nyata atas keresahan mereka terhadap kondisi industri susu lokal yang dinilai tidak adil. 

"Bukan hanya dibuang, sebagian susu yang ada juga sudah kami bagian secara gratis kepada warga. Kami berharap pemerintah mendengarkan suara kami dan memberikan solusi," tambah Sriyono.

Respons masyarakat terhadap aksi ini pun beragam. Beberapa warganet mengapresiasi keberanian peternak dalam menyuarakan aspirasinya. 

Baca Juga:
Viral Gunung Sampah di TPA Burangkeng Setu Bekasi Longsor, Terekam Tembok Penahan Jebol Karena Tidak Kuat Menahan

Ada yang menilai aksi ini adalah langkah tepat untuk menarik perhatian pemerintah dan masyarakat umum terhadap kondisi industri susu lokal. 

Sementara itu, warganet lain menyoroti besarnya kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kebijakan pembatasan kuota ini. 

"Tolong pak presiden bantu peternak susu sapi perah, bikin susu dalam negeri laku terjual," komentar akun @rma***.

Melihat dampak kebijakan tersebut, peternak berharap pemerintah serta pihak pabrik lebih memprioritaskan susu lokal ketimbang produk impor. 

Baca Juga:
Viral Lautan Pasir Kawasan Bromo Mendadak Menjadi Sungai dengan Aliran Air Deras, Hujan Lebat Disebut Jadi Penyebab

Menurut para peternak, ketergantungan pada impor bukan hanya merugikan mereka, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi pertanian lokal. 

Aksi ini, kata Sriyono, bukan hanya sekadar protes, tetapi sebagai upaya untuk menyelamatkan keberlanjutan industri susu di dalam negeri. 

Peternak menekankan bahwa jika situasi ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak aksi serupa di daerah lain.

Aksi protes ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait untuk segera meninjau ulang kebijakan yang dianggap merugikan para peternak. 

Baca Juga:
Berhasil Tangkap Pengemudi Mobil Arogan yang Pukul Pemotor di Tikungan, Polres Jogja Beri Arahan Begini

Dengan adanya aksi buang dan mandi susu ini, para peternak berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret, sehingga produksi susu lokal bisa diserap optimal dan kesejahteraan peternak sapi perah di Boyolali bisa terjamin. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Bikin Was-was! Kondisi Basement Rumah Sakit di Bekasi Ini Dekat dengan Sungai Bervolume Air Tinggi, Berpotensi Banjir

Area basement RS Anna Medika Bekasi punya kondisi mengkhawatirkan karena dekat dengan sungai dengan volume air yang cukup tinggi

Viral Gunung Sampah di TPA Burangkeng Setu Bekasi Longsor, Terekam Tembok Penahan Jebol Karena Tidak Kuat Menahan

Tumpukan sampah di TPA Burangkeng di Bekasi mengalami longsor karena tembok penahan di area tersebut tidak kuat menahan beban sampah

Viral Lautan Pasir Kawasan Bromo Mendadak Menjadi Sungai dengan Aliran Air Deras, Hujan Lebat Disebut Jadi Penyebab

Viral video yang menujukkan munculnya genangan air dengan aliran deras seperti sungai di lautan pasir gunung Bromo di Pasuruan

Berhasil Tangkap Pengemudi Mobil Arogan yang Pukul Pemotor di Tikungan, Polres Jogja Beri Arahan Begini

Pengemudi mobil yang melakukan pemukulan kepada pengendara motor di Jogja berhasil diamankan Polres Jogja, begini kata pihak Kepolisian

Upaya Pemberangkatan Pekerja Migran Ilegal Berhasil Digagalkan! Polresta Bandara Soetta Selamatkan 23 Calon PMI Nonprosedural

Upaya Polresta Soetta mencegah keberangkatan 23 pekerja migran ilegal ungkap modus nonprosedural dan imbauan kewaspadaan.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;