Viral Polisi Sukabumi Hentikan Ambulans Pemdes di Exit Tol Parungkuda, Sopir Diduga Pakai Mobil untuk Piknik

Tangkap layar video yang menampilkan momen Polisi di Sukabumi menghentikan mobil ambulans yang diduga untuk piknik
Tangkap layar video yang menampilkan momen Polisi di Sukabumi menghentikan mobil ambulans yang diduga untuk piknik Source: (Foto/X/@Heraloebss)

Sukabumi, gemasulawesi - Sebuah insiden di jalan raya kembali menarik perhatian publik setelah sebuah mobil ambulans milik pemerintah desa (pemdes) Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dihentikan oleh polisi di area exit Tol Parungkuda pada Selasa, 1 April 2025. 

Insiden ini menjadi viral setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial, memperlihatkan dugaan penyalahgunaan fasilitas ambulans untuk kepentingan pribadi.

Polisi menghentikan ambulans tersebut karena menduga sopirnya menggunakan kendaraan tersebut bukan untuk kepentingan medis darurat, melainkan untuk perjalanan pribadi bersama rekan-rekannya. 

Dugaan tersebut semakin kuat setelah diketahui bahwa ambulans itu sedang menuju kawasan objek wisata di Sukabumi, yang mengarah pada spekulasi bahwa kendaraan dinas ini disalahgunakan untuk keperluan rekreasi.

Baca Juga:
Menegangkan! Bandara Juanda Diterjang Angin Puting Beliung, Sebabkan Pohon Tumbang Hingga Pesawat Batal Landing

Yang menjadi perhatian utama adalah cara pengemudi ambulans menggunakan sirine dan rotator saat melintas di kawasan exit tol.

Dalam kondisi lalu lintas yang padat, sirine darurat yang menyala menandakan adanya pasien gawat darurat yang harus segera mendapatkan penanganan medis.

Namun, ketika kendaraan tersebut dihentikan oleh petugas, ternyata tidak ada satu pun penumpang yang dalam kondisi darurat medis.

Dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun X @Heraloebss, terlihat bahwa ambulans tersebut membawa beberapa orang yang tampaknya hanya rekan dari sopir.

Baca Juga:
Heboh Balon Udara Tersangkut di Tiang Listrik Malang Jatim, Sebabkan Listrik Padam dari Songgoriti hingga Pujon

Tidak ada tanda-tanda keberadaan pasien yang membutuhkan penanganan segera, sehingga semakin memperkuat dugaan bahwa kendaraan tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Kasus ini mengundang banyak reaksi dari masyarakat, terutama warganet yang merasa geram dengan kejadian semacam ini.

Banyak yang menilai bahwa penyalahgunaan ambulans untuk kepentingan pribadi merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan dapat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan darurat.

"Hal seperti ini sudah sering terjadi. Mohon Polisi lebih tegas terhadap ambulans yg tipu2." Tulis balasan dari akun @jop***.

Baca Juga:
Heboh! Petasan Ini Meledak Hancurkan Rumah Warga di Jember Hingga Satu Korban Alami Luka Bakar, Begini Kronologinya

Komentar tersebut mencerminkan keresahan publik terhadap fenomena penyalahgunaan ambulans yang kerap terjadi.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Penggunaan ambulans seharusnya tetap sesuai dengan peruntukannya, yakni sebagai kendaraan medis yang diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan pertolongan segera.

Penyalahgunaan seperti ini tidak hanya mencoreng kredibilitas layanan kesehatan, tetapi juga bisa menghambat ambulans lain yang benar-benar dalam keadaan darurat di jalan raya. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Menegangkan! Bandara Juanda Diterjang Angin Puting Beliung, Sebabkan Pohon Tumbang Hingga Pesawat Batal Landing

Bencana angin puting beliung terjadi di bandara terminal 2 juanda Surabaya, dampaknya menyebabkan pohon tumbang hingga pesawat batal landing

Heboh Balon Udara Tersangkut di Tiang Listrik Malang Jatim, Sebabkan Listrik Padam dari Songgoriti hingga Pujon

Sebuah balon udara berukuran besar tersangkut tiang listrik dan terbakar di Malang, hingga sebabkan listrik padam di beberapa wilayah

Heboh! Petasan Ini Meledak Hancurkan Rumah Warga di Jember Hingga Satu Korban Alami Luka Bakar, Begini Kronologinya

Heboh rumah salah satu warga ambruk seketika karena ledakan mercon saat jelang Lebaran hingga satu korban terluka parah.

Aksi Tolak UU TNI! Sejumlah Mahasiswa dan Polisi Terlibat Demo Hingga Heboh Tarik Pagar Kantor DPRD Banyuwangi, Begini Faktanya

Aksi penolakan RUU TNI oleh mahasiswa Kabupaten Banyuwangi geruduk gedung DPRD hingga heboh termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

Aksi Kecelakaan Maut di Jalan Slamet Riyadi Jember Gegerkan Sosmed, Pengemudi Motor Yamaha Vega ZR Tewas di TKP, Ini Kronologinya

Aksi kecelakaan maut di Kabupaten Jember libatkan dia pemotor hingga satu korban tewas dan dua korban lainnya terluka berat.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;