Benarkah Banjir Makassar Disebabkan Reklamasi dan Drainase yang Kecil

<p>Ket Foto: macet akibat jalan tergenang air setinggi betis orang dewasa di Kota Makassar (Foto/Instagram @lambeturamakassar)</p>
Ket Foto: macet akibat jalan tergenang air setinggi betis orang dewasa di Kota Makassar (Foto/Instagram @lambeturamakassar)

Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyebutkan, banjir Makassar, Sulawesi Selatan disebabkan reklamasi dan drainase yang kecil hal itu disampaikannya melalui akun twiteernya.

Lalu benarkah banjir Makassar disebabkan oleh reklamasi dan drainase yang kecil ? Salah satu warga Makassar mengamini pernyataan mantan komisioner KPK tersebut.

Ia mengatakan, bisa jadi reklamasi menjadi salah satu faktor penyebab banjir di Makassar yang terjadi pada Senin 13 Februari 2023 kemarin. Menurutnya sejak dirinya datang ke Makassar di tahun 1989 tak pernah banjir sampai separah itu.

Baca: Hujan Sejak Semalam, Banjir Masuk ke Pusat Kota Makassar

“Dimana aktivitas di pusat Kota Makassar terhenti, jalan-jalan utama tergenang sampai betis hal sama juga terjadi pada hotel dan juga tempat perbelajaan,” katanya.

Dia bahkan mengungkapkan, banjir Makassar sampai melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Makassar. Menurutnya Senin kemarin adalah banjir yang terparah.

Warga blok VIII, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggal ini mengaku, jika dirinya sudah terbiasa dengan banjir, sebab memang merupakan daerah langganan banjir.

Baca: Aktivitas di Kawasan Pusat Kota Makassar Terhenti

“Namun kemarin daerah-daerah yang tak pernah banjir sebelumnya ikut tergenang atau alami banjir,” terangnya.

Sebelumnya diketahui, mantan Komisioner KPK Laode M Syarif menyindir pernyataan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pamanto terkait banjir yang disebabkan cuaca ekstrem dan air pasang, melalui akun Tweeternya menuliskan.

“Jangan menyalahkan intensitas hujan serta air pasang sebab sudah dari dulu seperti itu,” tulis Laode melalui akun Twitternya, dilansir Rabu 15 Februari 2023.

Baca: Sempat Rayakan Pergantian Tahun di Pengungsian, Warga Makassar Terdampak Banjir Kembali Pulang ke Rumah

Menanggapi hal tersebut Danny Pamanto membantah, jika reklamasi menjadi penyebab banjir. Menurut Danny sapaan akrab Moh Ramdhan Pamamnto, Laode M Syarif berdebat hanya berdasarkan narasi bukan data.

Reklamasi yang didesainnya itu merupakan mitigasi pesisir dan telah sesuai dengan undang-undang. Bila reklamasi tak ada maka banjir kemarin akan lebih parah dari itu.

“Reklamasi berguna menahan banjir rob serta air pasang,” jelas Danny. (*/NRL)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Seorang Pelajar Kemudikan Mobil Dinas Pemkab Gowa dan Kecelakaan Tewaskan Satu Orang

Seorang pelajar kemudikan mobil dinas milik Pemkab Gowa, Sulawesi Selatan dan mengalami kecelakaan pada Selasa 14 Februari 2023.

Jelang Ramadhan Pemerintah Parimo Pantau Harga Bahan Pokok

Selain pantau harga bahan pokok jelang bulan suci ramadhan, pemerintah daerah juga memastikan ketersedian stok bahan pangan.

Gempa di Parigi Moutong Kekuatan 5,3 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Sulawesi Tengah, gemasulawesi &#8211; Gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada pukul 14.02 WITA. Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa berkekuatan 5,3 magnitudo tersebut berada di kedalaman 87 Km. Pusat kekuatan gempa berada di 30 Km arah tenggara Parigi Moutong dan mengakibatkan gempa dirasakan sampai ke [&hellip;]

Tambang Emas di Desa Lobu Parigi Moutong, Longsor Tewaskan Seorang Penambang

Tambang emas di Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Parimo, Sulteng longsor dan tewaskan seorang penambang pada Sabtu 11 Februari 2023

Aktivitas di Kawasan Pusat Kota Makassar Terhenti

Banjir yanng terjadi di pusat Kota Makassar Senin 13 Januari 2023 berdampak pada aktivitas di pusat Kota Makassar terhenti.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;