Sempat Rayakan Pergantian Tahun di Pengungsian, Warga Makassar Terdampak Banjir Kembali Pulang ke Rumah

waktu baca 2 menit
Kondisi Blok Vlll di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan usai banjir surut (Foto / Nurul)

Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Sempat merayakan di pengungsian, warga Kecamatan Manggala, , Sulawesi Selatan yang terdampak kini kembali ke masing – masing.

Menurut Ketua RT 04/RW 08 Fathiyah Bahmid beberapa warga sudah ada yang kembali pulang ke setelah air surut. Mereka membersihkan sampah dan lumpur sisa – sisa .

“Sabtu malam kemarin beberapa warga sudah ada yang pulang ke rumahnya, akan tetapi masih banyak yang tinggal di pengungsian,” terangnya.

Baca : Low Tuck Kwong Menjadi Orang Terkaya Indonesia Menurut Forbes Realtime Billionaires Geser Hartono Bersaudara

Ia menceritakan, warga terdampak yang masih mengungsi bahkan merayakan 2022 di pengunsian.Fathiya mengatakan, jika kemarin wilayah yang rendah masih tergenang air setinggi betis.

Dia menlanjutkan, saat ini air telah surut sepenuhnya. Kini warga mulai membersihkan sampah juga lumpur di masing – masing.

Meski begitu, Fathiyah mengimbau agar warganya tetap waspada, terlebih usai penyakit demam berdarah biasanya menghantui.

Baca : Tawuran Antar Kelompok di Makassar Terjadi Saat Perayaan Pergantian Tahun Semalam

Ia pun telah meminta pada pemerintah untuk di lakukan foging, guna mencegah penyakit demam berdarah.

“Saya sudah minta di Puskesmas untuk melaksanakan Foging biar tidak ada nyamuk penyebab demam berdarah,” ungkapnya.

Menambahkan, bila tahun ini merupakan terlama yang dirasakan oleh masyarakat sebab durasinya hampir sembilan hari. Padahal biasanya hanya seminggu atau empat sampai lima hari saja.

Baca : Pemkot Palu Berikan Bantuan Ambulans ke Lima Kelurahan

Hal senada juga dirasakan salah satu warga, M Jihadul Aarifin. Dia menyebutkan, mulai dari November hingga Desember sudah melanda dua kali.

M. Jihadul Arifin menceritakan, di Desember ini paling parah. Selain dikarenakan ketinggiannya meningkat, durasi juga cukup lama yaitu sembilan hari.

“Padahal di hari Selasa itu sudah surut, kita sudah membersihkan kemudian air masuk lagi kerumah, bahkan saya sampai tiga kali pindah tempat pengungsian selama Desember kemarin,” terangnya.

Baca : Penyeberangan Merak-Bakauheni Potensi Dilanda Angin Kencang

Diketahui Perumnas Antang Blok Vlll, lX dan X di Kecamatan Manggala, memang merupakan langganan setiap tahunnya saat memasuki musim penghujan. (NRL)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.