Disinyalir Gagal Kontruksi, Tiga Titik Pekerjaan Peningkatan Jalan Parigi Moutong Disebut Jadi Temuan BPK Dengan Taksiran Kerugian Negara Milyaran Rupiah

Kantor Perwakilan BPK Sulawesi Tengah Source: (Dok BPK Perwakilan Sulteng)

Parigi moutong, gemasulawesi – Tiga titik pekerjaan peningkatan jalan dengan total nilai kurang lebih Rp21 milyar tahun 2023 di Kabupaten Parigi moutong disebut menjadi temuan BPK dengan taksiran kerugian negara kurang lebih Rp5 milyar rupiah.

Penelusuran gemasulawesi, diketahui tiga pekerjaan jalan yang menjadi temuan BPK diduga antara lain, Peningkatan Jalan Gio – Tulandengi dengan nilai kontrak Rp9.117.768.000, Peningkatan Jalan Pembuni – Bronjong dengan nilai kontrak 7.143.000.928 dan Peningkatan Jalan Trans Bimoli – Pantai dengan nilai kontrak 4.733.090.687.

Diketahui berdasarkan data LPSE Peningkatan jalan Gio-Tuladenggi dan Peningkatan jalan Pembuni-Bronjong dikerjakan oleh PT Rizal Nugraha Membangun.

Sementara untuk proyek peningkatan jalan Trans Bimoli – Pantai dikerjakan oleh CV Fita Menui Lemboano Reangku.

Baca Juga:
Tender Proyek Tahun 2023 Dinilai Janggal, Pemda Diminta Evaluasi Kinerja Pokja Lelang, Arifin Lamalindu: Jika Perlu Serahkan ke APH Untuk Mengusut

Ketiga proyek peningkatan jalan tersebut bersumber dari dana DAK Tematik dan DAK Fisik di Dinas PUPRP Kabupaten Parigi moutong. 

Diduga proyek peningkatan jalan di wilayah Kecamatan Moutong tersebut tidak memenuhi spek campuran Poor Graded Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC).

Akibatnya kondisi jalan saat ini juga sudah dalam keadaan mulai rusak di beberapa titik walaupun belum setahun usai dikerjakan.

Kuat dugaan susunan lapisan perkerasan jalan tidak dikerjakan dengan baik, sehingga mengakibatkan kegagalan kontruksi atau kerusakan terhadap kontruksi jalan yang sudah terbentuk.

Baca Juga:
Diduga Akibat Gagal Konstruksi, Belum Genap Setahun Proyek Tahun 2023 Talud Jalur II - GOR Senilai 2 Milyar Sudah Mulai Rusak

Terkait persoalan tersebut, pihak dinas PUPRP yang coba dikonfirmasi media ini belum memberikan tanggapannya.

Sekretaris dinas PUPRP, I Nyoman Adi yang coba dikonfirmasi mengarahkan untuk langsung bertemu dengan bidang teknis pekerjaan di Bidang Bina Marga.

Sementara itu sejak Jum’at 12 Juli 2024 Kabid Bina Marga, Wayan Mudana yang coba dikonfirmasi terkait kerugian negara per item pekerjaan berdasarkan temuan BPK baru memberikan tanggapannya via WA Selasa, 16 Juli 2024 itupun belum bisa melayani sesi wawancara karena sedang dalam keadaan kurang sehat.

Ketiga pekerjaan peningkatan jalan dimaksud itu juga diketahui dimenangkan hanya dengan buangan di bawah satu persen dari pagu anggaran.

Sedang untuk PPK kegiatan proyek tersebut Sofyan Antogia St yang coba dikonfirmasi via WA nya juga belum memberikan tanggapan. (fan)

Bagikan: