Pria Lansia Tukang Jahit Sepatu di Mojokerto Jadi Korban Salah Tangkap Polisi, Alami Banyak Luka di Wajah, Begini Kronologinya

Seorang penjahit sepatu di Mojokerto diduga menjadi korban salah tangkap oleh anggota polisi Polres Mojokerto Kota.
Seorang penjahit sepatu di Mojokerto diduga menjadi korban salah tangkap oleh anggota polisi Polres Mojokerto Kota. Source: Foto/Tangkap layar Youtube metrotvjatim

Nasional, gemasulawesi - Sebuah kejadian tragis menimpa Juariyanto, seorang pria lanjut usia yang berprofesi sebagai tukang jahit sepatu di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. 

Juariyanto (68) menjadi korban salah tangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Mojokerto Kota atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Kejadian ini menyebabkan Juariyanto mengalami luka di pipi sebelah kiri, bibir, dagu, dan tangan. 

Dia kemudian melaporkan insiden tersebut ke Propam Polres Mojokerto Kota dengan didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Mojokerto.

Baca Juga:
Komplotan Pencuri Spesialis Curanmor Kembali Beraksi, Gasak Sepeda Motor di Minimarket Depok, Begini Motif Operandi Pelaku

Menurut keterangan dari kuasa hukum korban, Ahmad Budi, kejadian bermula saat Juariyanto sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Surodinawan. 

Saat itu, inhaler miliknya jatuh di dekat tempat sampah di sekitar Blooto, Kota Mojokerto. Inhaler tersebut kemudian diambil oleh seseorang dan digunakan.

Saat Juariyanto melanjutkan perjalanannya pulang, di tengah jalan ia dihadang oleh tiga orang personel polisi. 

Mereka melakukan penangkapan terhadap Juariyanto dengan alasan terkait inhaler yang sebelumnya jatuh dan diambil oleh orang lain. 

Baca Juga:
Ngajar Bangku Kosong, SDN Setono Ponorogo Tak Mendapat Siswa Baru di Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2024, Ternyata Ini Penyebabnya

Inhaler yang sebenarnya milik Juariyanto kemudian ditaruh di gantungan kunci, yang kemungkinan salah diinterpretasikan sebagai barang terkait narkoba.

Juariyanto dibawa ke Polres Mojokerto Kota dan setelah dilakukan klarifikasi lebih lanjut, mereka menyadari bahwa Juariyanto adalah korban salah tangkap.

Namun, kejadian ini meninggalkan luka fisik dan juga emosional bagi Juariyanto dan keluarganya.

Ahmad Budi menegaskan bahwa keluarga Juariyanto meminta agar kejadian ini diproses secara hukum agar keadilan dapat ditegakkan. 

Baca Juga:
Tanggapi Viralnya Demo Siswa Terkait Dugaan Pungli Pembuatan Ijazah, Kepala Sekolah SMAN 11 Makassar Tegas Membantah, Beberkan Fakta Ini

Lebih lanjut kuasa hukum Juariyanto, menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama aparat penegak hukum, tentang pentingnya menghindari kesalahan identifikasi dan tindakan yang tidak proporsional terhadap warga sipil. 

Ia menekankan bahwa dalam upaya penegakan hukum, kehati-hatian dan keadilan harus selalu diutamakan, terutama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan orang-orang yang lebih rentan seperti kaum lanjut usia.

Reaksi masyarakat terhadap kasus ini juga patut dicermati. 

Banyak pihak mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap tindakan yang menimpa Juariyanto, menyuarakan perlunya perlindungan yang lebih baik terhadap warga sipil, terutama dalam konteks penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

Baca Juga:
Sindikat Penjualan Oli Palsu Sebanyak 9,5 Ton di Kota Banjarbaru Diciduk Polda Kalimantan Selatan, Begini Modus Operandi Pelaku

Sebagai respons terhadap insiden ini, Polres Mojokerto Kota diharapkan untuk tidak hanya melakukan klarifikasi dan permintaan maaf, tetapi juga untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang dimasa depan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Menggunakan Kapal Polisi C2 XIX-2010, Polres Donggala Dilaporkan Membuka Perpustakaan Apung

Perpustakaan apung dikabarkan dibuka oleh Polres Donggala, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal polisi C2 XIX-2010.

8 Sasaran, Polrestabes Makassar Siap Menggelar Operasi Patuh pada 15 hingga 28 Juli

Operasi Patuh siap digelar oleh Polrestabes Makassar pada tanggal 15 hingga 28 Juli 2024 dengan 8 sasaran operasi.

Dilakukan pada SMP, SMA, Polres Sigi Gencar Lakukan Sosialisasi serta Penyuluhan Terkait Bahaya Mengedarkan dan Mengonsumsi Narkoba

Sosialisasi dan penyuluhan terkait bahaya mengedarkan dan mengonsumsi narkoba gencar dilakukan oleh Polres Sigi.

Dukung Program Pemerintah, Polda Sulawesi Tengah dan Polres Jajaran Dilaporkan Menanam 13 Ribu Pohon Buah

Belasan ribu pohon buah oleh Polda Sulawesi Tengah dan Polres jajaran dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia.

Tewas Dikeroyok Massa Gegara Dikira Maling, Kapolres Jakarta Timur Sebut Burhanis Tak Berkoordinasi dengan Penyidik Sebelum ke Pati

Burhanis, bos rental mobil yang tewas usai dikeroyok massa, disebut tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polres Jaktim sebelum ke Pati

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;