Belum Selesai, Pejuang Tepi Barat Sebut Merupakan Hak Mereka untuk Membela Diri

Ket. Foto: Para Pejuang Palestina di Tepi Barat Menyatakan Adalah Hak Mereka untuk Membela Diri (Foto/X/@MarioNawfal)
Ket. Foto: Para Pejuang Palestina di Tepi Barat Menyatakan Adalah Hak Mereka untuk Membela Diri (Foto/X/@MarioNawfal) Source: (Foto/X/@MarioNawfal)

Internasional, gemasulawesi - Sekelompok kecil pejuang muda Palestina berkumpul di gangnya di sekitar kamp pengungsi Nur Shams yang berada di Tepi Barat utara.

Salah satu ibu Palestina, Maysa, menyatakan jika mereka adalah putra-putra rakyat Palestina dan yang diinginkan oleh para pejuang muda Palestina it adalah kehidupan yang bermartabat.

Maysa menegaskan bahwa para pejuang muda Palestina itu tidak memiliki pilihan lain selain mengangkat senjata melawan Israel.

Baca Juga: Dibombardir, Ini Alasan Kenapa Penjajah Israel Menargetkan Kamp Pengungsi Jabalia

“Karena tidak ada lagi lahan yang tersisa, pendudukan yang dilakukan Israel telah merampas segalanya,” katanya.

Disebutkan jika para pejuang yang berada di kamp pengungsi Nur Shams merupakan bagian dari fenomena yang kini meluas dari kebangkitan kembali perlawanan bersenjata Palestina.

Dilaporkan ini dimulai di kamp pengungsi Jenin yang terjadi lebih dari 2 tahun yang lalu di tahun 2021.

Baca Juga: Serangan Masih Dilakukan, Pakar Sebut Tujuan Genosida Penjajah Israel Jelas Pembersihan Etnis di Palestina

‘Wabah’ tersebut akhirnya menyebar ke Tulkarem, Jericho dan Nablus serta tempat-tempat lainnya dengan pusatnya yang berada di wilayah utara.

Perkembangan yang terjadi menunjukkan kelompok bersenjata muncul dengan anggota yang terdiri dari laki-laki muda usia 17 hingga 35 tahun, namun dengan mayoritas berusia awal 20-an.

Dengan kemampuannya yang terbatas, mereka akan berfokus pada pertahanan selama serangan militer Israel di kamp-kamp dan juga melakukan serangan ke pos pemeriksaan milik Israel serta pemukiman ilegal.

Baca Juga: Bermukim Secara Ilegal, Ini Pengertian Pemukim Penjajah Israel dan Alasan Mereka Tinggal di Tanah Palestina

“Itu merupakan hak kami untuk membela diri,” kata salah satu pejuang, Ziad, yang namanya disamarkan demi keamanan.

Ziad merupakan pemimpin senior Brigade Tulkarem.

Dia menegaskan agresi yang dilakukan Israel ini hanya mendorong lebih banyak orang atau rakyat Palestina untuk bergabung dalam perlawanan.

Baca Juga: Masih Menunggu Ending, Seorang Nelayan di Palestina Akui Jika Mereka yang Dianggap Saudara Sekarang Takut Satu Sama Lain

Salah satu warga, Mehraj Shehadeh yang merupakan ayah dari pejuanag senior Jihad yang namanya juga disamarkan untuk keamanan, yang terbunuh di tanggal 6 November 2023 menggambarkan para pejuang Palestina itu sebagai sekolah.

“Jika mereka memiliki 30 peluru, mereka akan membaginya satu sama lain,” ucapnya.

Di kamp pengungsi tersebut, para pejuang diketahui mulai berkumpul setelah salah satu warga, Saif Abu Libdeh, dibunuh oleh militer Israel di tanggal 2 April 2022 lalu. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Masih Menggempur, Pakar Sebut Klaim Tingkat Pembunuhan Penjajah Israel Tidak Masuk Akal

Seorang pakar menyatakan jika klaim tingkat pembunuhan oleh Israel dalam perang Palestina ini tidak masuk akal.

Banyak Penderitaan, Seorang Pakar Ibaratkan Narasi Palestina Adalah Sakit dalam Bahasa Arab dan Informasi pada Inggris

Seorang pakar menyebutkan dan mengibaratkan narasi Palestina adalah sakit dalam bahasa Arab dan informasi dalam bahasa Inggris.

Pertempuran Masih Berlanjut, Pakar Sebut Agresi Penjajah Israel terhadap Hamas Merupakan Perang Asimetris Modern

Salah seorang pakar menyebutkan jika perang yang terjadi antara Israel dengan Hamas merupakan perang asimetris modern.

Lama Dijajah, Apa Arti dari Terowongan Hamas di Jalur Gaza dan Sandera untuk Rakyat Palestina?

Berikut ini merupakan arti dari terowongan Hamas dan sandera untuk rakyat Palestina yang sebenarnya selama ini.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;