ICJ Tidak Perintahkan Perang Berhenti, Warga Palestina Akui Harapan Mereka Hilang

Ket. Foto: Warga Palestina Mengatakan Jika Harapan Mereka Hilang Karena Keputusan ICJ
Ket. Foto: Warga Palestina Mengatakan Jika Harapan Mereka Hilang Karena Keputusan ICJ Source: (Foto/X/@CIJ_ICJ)

Internasional, gemasulawesi – Jumat kemarin, tanggal 26 Januari 2024 waktu setempat, diketahui jika ICJ (Mahkamah Internasional) telah mengeluarkan keputusannya tentang kasus genosida penjajah Israel terhadap warga Palestina yang sebelumnya diajukan oleh Afrika Selatan.

Mengenai keputusan ICJ tersebut, warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi daerah utama untuk agresi penjajah Israel mengatakan jika mereka sangat terpukul dengan keputusan yang diumumkan.

Hal ini diakui rakyat Palestina dikarenakan ICJ tidak memerintahkan penjajah Israel untuk menghentikan perang yang telah berlangsung sejak tanggal 7 Oktober 2023 lalu, atau memerintahkan gencatan senjata yang dinantikan mereka. 

Baca Juga:
Berbagai Bencana Akibat Perang, 66 Persen Rakyat Palestina di Gaza Menderita Penyakit yang Ditularkan Melalui Air

Keputusan yang dikeluarkan oleh ICJ untuk kasus genosida penjajah Israel antara lain, mengharuskan penjajah Israel mematuhi Konvensi Genosida 1948, mengambil tindakan untuk mereka yang mengeluarkan pernyataan genosida dan juga mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza.

Banyak orang yang berada di Jalur Gaza yang menantikan keputusan tersebut menyampaikan mereka kecewa, namun, mereka juga mengakui tidak terkejut mendengarnya.

“Kami tidak mempercayai komunitas internasional atau sistem peradilan global, karena sejauh ini tidak ada yang dapat membantu kami mengakhiri pertumpahan darah yang tetap berlangsung,” ujar salah satu rakyat Palestina yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga:
Tidak Serukan Gencatan Senjata, Ini Keputusan ICJ untuk Kasus Genosida Penjajah Israel yang Diajukan Afrika Selatan

Ahmed Al-Naffar, warga Gaza, memberitahu jika dia dengan seksama mengikuti pengumuman ICJ di luar RS Martir Al-Aqsa di Deir El-Balah yang ada di Jalur Gaza tengah.

Dia memaparkan jika meskipun dia tidak mempercayai komunitas internasional, namun, dia tetap memiliki secercah harapan untuk ICJ memerintahkan gencatan senjata di Jalur Gaza.

“Harapan saya hilang saat mendengar keputusan ICJ, karena sejujurnya pengadilan adalah kegagalan,” terangnya.

Baca Juga:
Mencoba Melarikan Diri ke Rafah, Seorang Pekerja Kemanusiaan Hilang di Gaza

Dia menambahkan jika semua orang menyaksikan pemusnahan yang penjajah Israel lakukan tanpa benar-benar mengambil tindakan untuk terjadinya gencatan senjata yang diharapkan.

“Kami tidak menginginkan bantuan ataupun makanan, kami hanya menginginkan gencatan senjata setelah semua ini, perang yang berakhir dan juga kembalinya kami ke Jalur Gaza,” tandasnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Penjajah Israel Bersikeras Menghancurkan, Hamas Dilaporkan Muncul Kembali di Gaza Utara

Hamas dilaporkan kembali muncul di Jalur Gaza sebelah utara meskipun penjajah Israel bersikeras untuk membasmi mereka.

Banyak Korban Jiwa, Sekjen PBB Disebut Merampas Hak Politik Warga Palestina

Antonio Guterres yang merupakan Sekjen PBB disebutkan telah merampas hak-hak politik yang dimiliki rakyat Palestina.

Peroleh Tekanan Berhenti Terlibat di Perang Palestina, Akankah Biden Dapatkan Perintah untuk Itu?

Mengingat AS memiliki ketelibatan dalam perang Palestina, akankah mendapatkan perintah untuk menghentikan keterlibatannya?

Berikan Dukungan, Seorang Seniman Eropa Misterius Gunakan Karyanya untuk Tunjukkan Perjuangan Rakyat Palestina

Seorang seniman Eropa yang misterius dan juga anonim menggunakan karyanya untuk menunjukkan perjuangan dari rakyat Palestina.

Program Visa Sementara Baru, Seorang Warga Kanada Kisahkan Usaha Mendapatkannya untuk Membawa Keluarganya Keluar dari Gaza

Seorang warga Kanada menceritakan usahanya mendapatkan visa sementara baru Kanada untuk membawa kerabatnya keluar dari Gaza.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;