Dilakukan pada Berbagai Wilayah di Tepi Barat, Penjajah Israel Kembali Menahan 20 Warga Palestina

Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menahan 20 Warga Palestina
Ket. Foto: Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Menahan 20 Warga Palestina Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, tentara penjajah Israel kembali menahan 20 orang warga Palestina di beberapa wilayah yang ada di Tepi Barat.

Otoritas Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina mengatakan jika penangkapan yang terbaru ini membuat warga Palestina yang ditahan oleh penjajah Israel berjumlah total 6.305 orang.

Sedangkan lokasi penangkapan diketahui terjadi di Jenin, Nablus, Yerusalem Timur, Hebron, Ramallah dan Jericho.

Baca Juga:
Disebut Susul Keputusan ICJ, Penjajah Israel Tidak Akan Izinkan Lagi Pengunjuk Rasa Blokir Truk Bantuan Kemanusiaan

Sejak agresi yang dilakukan sejak tanggal 7 Oktober 2023, ketegangan dilaporkan meningkat di Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina sebelumnya mengumumkan jika sekitar 373 warga Palestina telah dibunuh oleh penjajah Israel di Tepi Barat.

Sementara itu,sekitar 4,300 lainnya terluka, yang termasuk di dalamnya anak-anak.

Baca Juga:
Susul Bela Sungkawa untuk Tentara yang Tewas, Palestina Kritik Peru Karena Izinkan Warganya Ikut Berperang dengan Penjajah Israel

Sedangkan di Jalur Gaza yang merupakan pusat utama perang, lebih dari 26 ribu rakyat Palestina tewas dan 85% menjadi pengungsi internal dengan resiko kelaparan dan penularan penyakit.

Dari berbagai video yang menyebar di media sosial, terlihat kerumunan orang yang mencoba untuk mendapatkan tepung dari truk bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza.

Di sisi lain, hujan deras yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Jalur Gaza telah membuat penderitaan dari rakyat Palestina memburuk.

Baca Juga:
Inginkan Lebih Banyak Negara Hentikan Sementara Pendanaan UNRWA, Menlu Penjajah Israel Serukan Badan PBB Tersebut Diganti

Air hujan tersebut membanjiri ribuan kamp pengungsian yang kini menjadi tempat tinggal sementara mereka dan juga membuat barang-barang milik para pengungsi Palestina terendam.

Mereka juga harus tidur tanpa selimut dan pakaian hangat.

“Hujan deras menggenangi banyak daerah dataran rendah yang banyak terdapat di Jalur Gaza,” kata Mahmoud Basal yang merupakan juru bicara Pertahanan Sipil Palestina.

Baca Juga:
ICJ Keluarkan 6 Perintah Terkait Kasus Genosida, Apa Selanjutnya untuk Penjajah Israel dan Palestina?

Dia menambahkan jika pihaknya menerima lebih dari 1.000 peringatan tentang tenda-tenda para pengungsi dan juga rumah yang mengalami banjir dari berbagai wilayah yang ada di Jalur Gaza.

Basal menerangkan jika salah satu hal yang menghambar kerja dari kru pertahanan sipil adalah kekurangan bahan bakar untuk dapat mengoperasikan pompa air hujan.

Selain itu, Basal menuturkan jika bahan bakar juga diperlukan untuk memindahkan kendaraan penyelamat ke daerah yang dilanda banjir. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Sejumlah Negara Barat Tangguhkan Pendanaan UNRWA, Palestina Kritik Tindakan Tersebut

Palestina mengeluarkan kritikannya terhadap tindakan sejumlah negara Barat yang menangguhkan pendanaan untuk UNRWA.

Tentang Julia Sebutinde, Hakim ICJ Pemberi Suara Menentang Tindakan Darurat yang Diminta Afrika Selatan

Berikut ini tentang Julia Sebutinde yang menjadi hakim ICJ satu-satunya yang menentang tindakan darurat yang diminta oleh Afrika Selatan.

Telah Umumkan Keputusannya terhadap Kasus Genosida Penjajah Israel, Ini yang Akan Terjadi Selanjutnya di ICJ

Ini yang akan terjadi selanjutnya di ICJ setelah di hari Jumat mengumumkan keputusannya terhadap kasus genosida penjajah Israel.

ICJ Tidak Perintahkan Perang Berhenti, Warga Palestina Akui Harapan Mereka Hilang

Warga Palestina mengakui saat mendengar keputusan ICJ, harapan mereka untuk berakhirnya perang hilang.

Berbagai Bencana Akibat Perang, 66 Persen Rakyat Palestina di Gaza Menderita Penyakit yang Ditularkan Melalui Air

Otoritas Kualitas Lingkungan Palestina (EQA) melaporkan jika 66% rakyat Palestina di Jalur Gaza menderita penyakit yang ditularkan lewat air

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;