Jumlah Pengungsi Meningkat, UNRWA Sebut Tidak Banyak Perubahan yang Terjadi dalam Aliran Pasokan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Ket. Foto: UNRWA Menyatakan Tidak Banyak Perubahan yang Terjadi dalam Aliran Pasokan Bantuan ke wilayah Jalur Gaza
Ket. Foto: UNRWA Menyatakan Tidak Banyak Perubahan yang Terjadi dalam Aliran Pasokan Bantuan ke wilayah Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – UNRWA menyatakan jika tidak ada perubahan yang signifikan dalam aliran pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Dalam keterangannya, UNRWA juga menyebutkan jika tidak banyak perubahan yang terjadi untuk peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah utara Jalur Gaza, yang diketahui menjadi wilayah dengan tingkat kelaparan terburuk.

UNRWA menambahkan jika selama 25 hari pertama bulan Maret, rata-rata 155 truk bantuan kemanusiaan mencapai Jalur Gaza setiap harinya melalui penyeberangan darat.

Baca Juga:
Mencoba Mendapatkan Bantuan yang Jatuh ke Laut, 7 Orang Warga Palestina Dikabarkan Tenggelam

“Ini jauh di bawah kapasitas penyeberangan,” kata mereka.

Lebih lanjut, UNRWA juga mengakui jika kini jumlah pengungsi di Jalur Gaza kini telah meningkat menjadi sekitar 1,7 juta jiwa, yang merupakan 75% dari populasi Jalur Gaza.

Menurut UNRWA, sebagian besar pengungsi tersebut terpaksa mengungsi beberapa kali.

Baca Juga:
Masih Belum Dihentikan, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Menyerbu Nablus di Tepi Barat

Sementara itu, pasukan penjajah Israel dilaporkan menembak 2 orang warga Palestina di sebelah timur kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza bagian tengah.

Korban jiwa jatuh setelah pasukan penjajah Israel membunuh sedikitnya 1 orang dan juga melukai yang lainnya di sebelah barat kamp pengungsi Nuseirat, yang juga terletak di wilayah Jalur Gaza bagian tengah.

Petugas medis darurat yang tergabung dalam Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina atau PRCS dilaporkan telah bergegas ke lokasi serangan di kamp Bureij, dimana banyak warga Palestina yang terluka.

Baca Juga:
Sebut Abaikan Peringatan, Pemimpin Oposisi Penjajah Israel Nyatakan Pemerintahan Netanyahu Menyeret Negaranya ke dalam Bencana

“Tim penyelamat telah mengambil 1 jenazah dan juga mengangkut 3 orang lainnya yang terluka untuk menerima perawatan,” ucap salah satu sumber yang tidak disebutkan namanya.

Di sisi lain, seorang pakar hukum internasional, Lima Bastami, yang juga merupakan Direktur Departemen Hukum di Euro-Med Human Rights Monitor, menyampaikan jika penjajah Israel diperkirakan tidak akan mematuhi seruan dari Dewan Keamanan PBB baru-baru ini untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Menurut Bastami, penjajah Israel memiliki catatan yang signifikan dalam ketidakpatuhan terhadap hukum internasional.

Baca Juga:
Termasuk dengan Terowongan Milik Hamas, Pesawat Tempur Militer Penjajah Israel Serang Lebih dari 60 Sasaran di Jalur Gaza

“Meskipun kepatuhan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB bersifat wajib, namun, tidak ada tindakan atau juga sanksi langsung jika resolusi tersebut tidak dipatuhi,” ujarnya.

Dia menegaskan jika komunitas internasional mungkin akan menyaksikan penjajah Israel terus melakukan kejahatan genosida di Jalur Gaza dan juga harus mengajikan banding ke Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan keputusan yang baru. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Disambut Baik Sejumlah Pihak, DK PBB Sahkan Resolusi yang Menuntut Gencatan Senjata Segera di Jalur Gaza

Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan resolusi yang menuntut gencatan senjata segera dan juga pembebasan semua tawanan.

Pasukan Penjajah Israel Lakukan Serangkaian Serangan Udara, Puluhan Warga Palestina Dilaporkan Tewas di Jalur Gaza

Puluhan rakyat Palestina dilaporkan meninggal dalam serangkaian serangan udara yang dilakukan pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza.

Dikelola dengan Sumber Daya Minimal, Seorang Dokter Sebut Situasi di RS Eropa Jalur Gaza Tidak Terbayangkan

Seorang dokter di RS Eropa, Konstantina Ilia Karydi, menyampaikan jika situasi di dalam rumah sakit tidak terbayangkan.

Sebut Situasinya Sangat Buruk di Gaza, Direktur Perencanaan UNRWA Nyatakan Lebih Banyak Orang Akan Meninggal Jika Bantuan Diblokir

Direktur Perencanaan UNRWA mengatakan lebih banyak orang yang akan meninggal di Jalur Gaza jika bantuan kemanusiaan diblokir.

Perang Belum Berhenti, Seorang Analis Sebut Penjajah Israel Berusaha Kosongkan Jalur Gaza untuk Membangun Kembali Pemukiman

Seorang analis menyampaikan penjajah Israel berusaha mengosongkan Jalur Gaza dari warga Palestina untuk membangun kembali pemukiman.

Berita Terkini

wave

Erwin Burase Mutasi 139 Pejabat, Geram Isu Jual Beli Jabatan di Parigi Moutong

Bupati Erwin Burase melantik 139 pejabat Parigi Moutong. Ia mengecam isu makelar jabatan yang mencatut namanya dan mengancam sanksi berat.

Bupati Parigi Moutong Beri Penghargaan Pejuang Pendidikan dan Rilis Sistem Murid Baru

Peringatan Hardiknas 2026 di Parigi Moutong fokus pada apresiasi guru daerah terpencil dan peluncuran sistem penerimaan murid baru digital.

Ritual Syukur di Desa Tovalo, Cara Bupati Erwin Jaga Daulat Pangan

Syukuran panen Desa Tovalo jadi bukti solidnya petani Parigi Moutong. Surplus 100 ribu ton beras jadi modal hadapi tantangan pangan global.

59 Kontingen PAUD Meriahkan Hardiknas Parigi, Bunda PAUD: Ini Panggung Kepercayaan Diri

Pawai Karnaval PAUD di Parigi tetap meriah meski hujan. Sebanyak 59 kontingen unjuk kreativitas kostum demi bangun kepercayaan diri anak.

Cegah Banjir Susulan, Pemda Parigi Moutong Salurkan Ratusan Geobag ke Desa Moutong

Bupati Parigi Moutong salurkan bantuan geobag dan bronjong di Kecamatan Moutong guna memperkuat mitigasi darurat terhadap banjir susulan.


See All
; ;