Akui Bunuh Banyak Pejuang Palestina, Militer Penjajah Israel Sebut Telah Menyerang 25 Sasaran di Seluruh Jalur Gaza

Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Menyatakan Telah Menyerang 25 Sasaran di Seluruh Jalur Gaza
Ket. Foto: Militer Penjajah Israel Menyatakan Telah Menyerang 25 Sasaran di Seluruh Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Dalam pernyataan terbarunya pada hari ini, tanggal 2 April 2024, militer penjajah Israel menyebutkan jika jet tempur mereka telah menyerang 25 sasaran di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir.

Militer penjajah Israel menambahkan jika ke-25 sasaran tersebut termasuk dengan depot senjata.

Menurut militer penjajah Israel, di saat yang sama, pasukan terjun payung penjajah Israel, pasukan komando dan juga anggota brigade lapis baja besar membunuh banyak pejuang Palestina di Khan Younis, khususnya di lingkungan Kararat.

Baca Juga:
5 Pekerja Kemanusiaan Tewas, World Central Kitchen Konfirmasi Beberapa Stafnya Meninggal dalam Serangan Udara di Gaza Tengah

Sebelumnya, dilaporkan jika gelombang serangan militer terbaru penjajah Israel juga menewaskan banyak masyarakat sipil Palestina, baik warga Palestina dan juga warga asing, yang termasuk dengan 7 pekerja bantuan dari kelompok amal World Central Kitchen.

Diketahui jika serangan tersebut menyebabkan World Central Kitchen memutuskan untuk menghentikan operasi mereka di Jalur Gaza.

Dalam keterangannya hari ini, 2 April 2024, CEO World Central Kitchen, Erin Gore, mengatakan jika WCK dan juga dunia telah kehilangan banyak nyawa karena serangan yang ditargetkan oleh pasukan penjajah Israel.

Baca Juga:
Lakukan Pertemuan Virtual, Gedung Putih Sebut Pejabat Penjajah Israel Sepakat untuk Mempertimbangkan Kekhawatiran AS tentang Invasi Rafah

“Ini bukan hanya serangan yang dilakukan terhadap WCK, namun, ini adalah serangan terhadap organisasi kemanusiaan yang muncul dalam situasi paling mengerikan dimana makanan digunakan sebagai senjata perang,” katanya.

Gore menegaskan jika ini tidak dapat dimaafkan.

Dia menambahkan jika WCK segera menghentikan operasi mereka di wilayah Jalur Gaza dan akan sesegera mungkin mengambil keputusan mengenai masa depan pekerjaan mereka.

Baca Juga:
Jadi Kamp Pengungsian Terbesar, Pejabat AS dan Penjajah Israel Akan Mengadakan Pertemuan Virtual di Rafah pada Hari Senin Malam Ini

Diketahui jika WCK mengoperasikan lebih dari 60 dapur di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan, memasak ratusan ribu makanan untuk rakyat Palestina setiap harinya.

WCK juga mengungkapkan jika ketujuh pekerja kemanusiaan yang meninggal berasal dari Australia, Polandia, Inggris, Palestina, serta berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Kanada.

“Para pekerja bantuan tersebut bepergian di zona bebas konflik dengan menggunakan 2 mobil lapis baja yang dilengkapi dengan logo WCK dan sebuah kendaraan berbahan kulit lembut,” ucap mereka.

Baca Juga:
Sudah Beroperasi Sejak Tahun 1950, Penjajah Israel Dikabarkan Telah Memberikan Proposal kepada PBB untuk Membubarkan UNRWA

Awalnya dilaporkan jika 5 orang staf WCK tewas dalam serangan udara yang terjadi di Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
17 Orang Terluka, 4 Warga Palestina Dilaporkan Tewas di Halaman RS Al Aqsa Akibat Serangan Udara Penjajah Israel

4 warga Palestina tewas di halaman RS Al Aqsa karena serangan udara yang diluncurkan pasukan penjajah Israel dan 17 orang lainnya terluka.

Didukung Iran, Kelompok Jihad Islam Palestina Bersumpah Akan Menang Melawan Penjajah Israel di Jalur Gaza

Kelompok Jihad Islam Palestina bersumpah akan menang melawan penjajah Israel dalam perang di Jalur Gaza, Palestina.

Sekitar 30 Orang Terluka, Korban Tewas Akibat Serangan Pasukan Penjajah Israel terhadap Pencari Bantuan Bertambah Menjadi 17 Orang

Korban tewas akibat serangan pasukan penjajah Israel terhadap para pencari bantuan kemanusiaan bertambah menjadi 17 orang.

Desak Penjajah Israel Fasilitasi Koridor Kemanusiaan yang Aman, WHO Dilaporkan Terpaksa Menunda Misi Lain ke RS Al Shifa Gaza

WHO terpaksa menunda misi lain ke RS Al Shifa yang berada di Jalur Gaza karena hingga saat ini masih dikepung oleh militer penjajah Israel.

Terus Abaikan Resolusi DK PBB, Kemlu Palestina Sebut Netanyahu Buktikan Ketidakmampuan Internasional untuk Menghentikan Perang Gaza

Kemlu Palestina menyebutkan jika Benjamin Netanyahu membuktikan ketidakmampuan internasional untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;