Terus Melakukan Serangan, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Memerintahkan Warga Palestina Keluar dari RS Kuwait yang Berada di Rafah

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Memerintahkan Warga Palestina untuk Keluar dari RS Kuwait, Rafah
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Memerintahkan Warga Palestina untuk Keluar dari RS Kuwait, Rafah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, pasukan penjajah Israel dilaporkan telah memerintahkan lebih banyak evakuasi di Rafah, yang berada di Jalur Gaza selatan, setelah mereka terus melancarkan serangan di wilayah tersebut.

Pasukan penjajah Israel juga memerintahkan warga Palestina untuk keluar dan meninggalkan RS Kuwait yang terletak di Rafah pada hari Senin, 13 Mei 2024.

Namun, dikabarkan tidak jelas apakah pasukan penjajah Israel berencana menyerang RS Kuwait, seperti yang sebelumnya mereka lakukan terhadap rumah sakit lain di Jalur Gaza.

Baca Juga:
Puluhan Lainnya Terluka, 14 Orang Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara yang Dilakukan Pasukan Penjajah Israel di Gaza Tengah

3 rumah sakit utama di Jalur Gaza diketahui berlokasi di wilayah selatan, yakni RS Kuwait, RS Abu Yousef al-Najjar dan RS Bersalin Al-Helal Al-Emirati, yang ketiganya sekarang berada dalam risiko runtuh.

Disebutkan jika 4 dari 7 rumah sakit lapangan yang beroperasi juga berada di Rafah.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan pada hari kemarin bahwa setidaknya 500 orang personel medis, termasuk dengan 138 perawat, telah tewas sejak perang dimulai pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Baca Juga:
Sebelumnya Menarik Pasukan, Penjajah Israel Kembali Melanjutkan Serangan Darat dan Udara terhadap Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza Utara

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Khalil Al-Dakran, mengungkapkan dalam konferensi pers untuk memperingati Hari Perawat Internasional, jika di Palestina dan di Jalur Gaa khususnya, Palestina memperingatinya karena penjajah Israel telah membunuh 138 perawat pria dan wanita.

“Tahun ini luar biasa dan kami berhak menyebutnya sebagai tahun keperawatan,” ujarnya.

Al-Dakran juga memuji para pekerja medis di Jalur Gaza yang telah bekerja dalam keadaaan yang luar biasa.

Baca Juga:
Paksa Terus Berpindah Tempat, Pelapor Khusus PBB Sebut Tujuan Penjajah Israel Adalah untuk Tidak Membiarkan Warga Palestina Hidup Normal

“Kami mencatat 33 rumah sakit, 53 pusat kesehatan dan 133 ambulnas di wilayah Jalur Gaza telah dihancurkan oleh penjajah Israel selama perang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza tersebut juga meminta komunitas internasional untuk menekan penjajah Israel agar menghentikan serangannya terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza.

Al-Dakran juga mendesak pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan untuk dikirim ke luar negeri dikarenakan tantangan kronis yang dihadapi oleh para pekerja medis di Jalur Gaza untuk memberikan perawatan yang intensif. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pemukim Penjajah Israel yang Dilindungi Tentara Kembali Menyerang Tepi Barat, Beberapa Warga Palestina Dilaporkan Terluka

Beberapa warga Palestina terluka akibat serangan yang dilakukan oleh pemukim penjajah Israel yang dilindungi tentara di Tepi Barat.

Akan Menjalankan Tugas, Mobil Ambulans Tim Pertahanan Sipil Palestina Dikabarkan Mendapatkan Tembakan dari Drone Penjajah Israel

Ambulans Tim Pertahanan Sipil Palestina dilaporkan mendapatkan tembakan dari drone penjajah Israel saat akan menjalankan tugas.

Sebut untuk Pengungsi Palestina, Militer Penjajah Israel Nyatakan Membangun Rumah Sakit Lapangan Baru di Deir El Balah, Gaza Tengah

Militer penjajah Israel menyebutkan mereka membangun rumah sakit lapangan yang baru di Deir El Balah untuk para pengungsi Palestina.

Sebut Belum Pernah Terjadi Sebelumnya, Hamas Menyerukan Penyelidikan atas Penganiayaan Penjajah Israel terhadap Tahanan Palestina

Hamas menyerukan penyelidikan atas penganiayaan yang dilakukan oleh pasukan penjajah Israel terhadap tahanan Palestina.

Tewaskan Beberapa Orang, Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Melakukan Serangan Udara di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara

Pasukan penjajah Israel dikabarkan melakukan serangan udara di Kamp Pengungsi Jabalia, yang berada di Jalur Gaza bagian utara.

Berita Terkini

wave

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa

Parigi Moutong Siapkan Layanan Darurat 112 untuk Percepat Penanganan Bencana

Kabupaten Parigi Moutong segera menerapkan Layanan Darurat 112. Sistem satu nomor ini mempercepat respons penanganan bencana dan medis.


See All
; ;