Penduduk Zanuta Tepi Barat Dilaporkan Kembali ke Desa yang Hancur tetapi Tidak Mempunyai Rumah

Ket. Foto: Penduduk Zanuta Tepi Barat Kembali ke Desa Mereka yang Hancur tetapi Tidak Memiliki Rumah
Ket. Foto: Penduduk Zanuta Tepi Barat Kembali ke Desa Mereka yang Hancur tetapi Tidak Memiliki Rumah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Saat penduduk Desa Zanuta meninggalkan rumah mereka tahun lalu, diusir oleh serangan penjajah Israel, mereka kembali membawa serta kunci rumah mereka.

Selama sekitar 300 hari mereka tinggal di tenda-tenda di al-Dhaheriya, sekitar 30 km jauhnya.

Penduduk Desa Zanuta tetap menyimpan kunci rumah mereka dengan harapan mereka dapat kembali ke rumah mereka.

Baca Juga:
Penjajah Israel Telah Membunuh Seorang Dokter Palestina dan Melukai Beberapa Paramedis di Gaza Utara

Pada tanggal 21 Agustus 2024, setelah melalui proses hukum, beberapa penduduk desa akhirnya kembali.

Tetapi kunci mereka tidak berguna. Sebaliknya, pemandangan yang mereka lihat mengingatkan mereka akan betapa tidak amannya kehidupan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, khususnya di wilayah yang berada di bawah kendali langsung penjajah Israel.

Muhammed al-Tal, seorang warga desa yang berusia 23 tahun, yang keluarganya telah tinggal di Zanuta selama beberapa generasi.

Baca Juga:
Penjajah Israel Klaim Pasukannya Telah Membunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Jalur Gaza

“Tetapi kami terkejut melihat rumah-rumah hancur dan terbakar serta kehancuran di mana-mana,” ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya membawa kunci rumah dan kunci itu menjadi tanda harapan untuk mereka bahwa mereka akan kembali.

“Kami berhasil kembali tetapi tidak menemukan rumah atau pintu untuk kunci yang kami bawa,” paparnya.

Baca Juga:
Viral Mobil Terbakar Jalan Sendiri di India Hebohkan Warganet, Melaju Tanpa Sopir Hingga Bikin Penonton Berhamburan

Desa Zanuta terletak sekitar 20 km (12 mil) selatan Hebron dan adalah rumah untuk sekitar 40 keluarga atau sekitar 250 orang sebelum dimulainya perang penjajah Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Ini merupakan komunitas yang berfokus pada pemeliharaan ternak, cara hidup kuno dan umum untuk penduduk Palestina di bagian Tepi Barat.

Tetapi desa dan juga tanahnya telah diserobot oleh pemukiman ilegal penjajah Israel selama bertahun-tahun.

Baca Juga:
Kepala UNRWA Sebut Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis

Pengabaian Desa Zanuta dipicu oleh serangan para pemukim kejam yang tinggal di pemukiman paling dekat, termasuk Shim’a di sebelah timur.

Serangan-serangan ini terjadi sebelum perang Jalur Gaza tetapi konflik itu telah menjadi alasan untuk peningkatan serangan pemukim di seluruh Tepi Barat yang beberapa di antaranya telah menyebabkan kematian warga Palestina.

Di Zanuta para pemukim penjajah Israel sangat kejam. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Penjajah Israel Telah Membunuh Seorang Dokter Palestina dan Melukai Beberapa Paramedis di Gaza Utara

Seorang dokter Palestina dibunuh oleh penjajah Israel di Jalur Gaza utara dan beberapa paramedis lainnya juga terluka.

Penjajah Israel Klaim Pasukannya Telah Membunuh Pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Jalur Gaza

Penjajah Israel mengklaim telah membunuh Yahya Sinwar, yang merupakan pemimpin Hamas, di Jalur Gaza.

Viral Mobil Terbakar Jalan Sendiri di India Hebohkan Warganet, Melaju Tanpa Sopir Hingga Bikin Penonton Berhamburan

Sebuah video viral yang menampilkan mobil yang sudah terbakar tiba-tiba jalan sendiri hingga membuat orang-orang panik

Kepala UNRWA Sebut Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis

Disebutkan Kepala UNRWA operasi UNRWA di Jalur Gaza hampir mencapai titik kritis karena semakin rumitnya persyaratan.

Tentara Penjajah Israel Mengerahkan Pasukan Tambahan di Tepi Barat Menjelang Hari Raya Yahudi

Pasukan tambahan di Tepi Barat dilaporkan dikerahkan oleh tentara penjajah Israel menjelang hari raya Yahudi selama seminggu.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;