Kepala UNRWA Sebut Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis

Ket. Foto: Kepala UNRWA Menyampaikan Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis
Ket. Foto: Kepala UNRWA Menyampaikan Operasi di Jalur Gaza Hampir Mencapai Titik Kritis Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – UNRWA hampir mencapai titik kritis dalam operasinya di Jalur Gaza karena semakin rumitnya persyaratan yang diberlakukan oleh penjajah Israel.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, dalam keterangannya kemarin, tanggal 16 Oktober 2024, waktu setempat dalam konferensi pers di Berlin, Jerman.

Philippe Lazzarini menyatakan dia tidak akan menyembunyikan fakta bahwa pihaknya mungkin mencapai titik di mana pihaknya tidak akan mampu lagi beroperasi.

Baca Juga:
Tentara Penjajah Israel Mengerahkan Pasukan Tambahan di Tepi Barat Menjelang Hari Raya Yahudi

“Kita telah sangat dekat dengan kemungkinan titik kritis. Kapan itu akan terjadi? Saya tidak tahu. Tetapi kita telah sangat dekat dengan itu,” ujarnya.

Dia melanjutkan lembaga itu menghadapi kombinasi ancaman finansial dan juga politik terhadap keberadaannya, selain kesulitan dalam operasi sehari-hari, karena bantuan semakin dibutuhkan untuk melawan ancaman penyakit dan kelaparan.

Lazzarini memperingatkan terdapat risiko nyata, menjelang musim dingin, dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh masyarakat, bahwa kelaparan atau kekurangan gizi akut dapat menjadi kemungkinan yang mungkin terjadi.

Baca Juga:
Sejumlah Pemimpin Tinggi Partai Likud Penjajah Israel Akan Adakan Konferensi untuk Mendorong Pemukiman Kembali di Gaza

UNRWA diketahui menyediakan pendidikan, kesehatan, dan bantuan kepada jutaan warga Palestina yang ada di Jalur Gaza, Yordania, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah.

Penjajah Israel memberlakukan pengepungan total di Jalur Gaza pada bulan Oktober tahun lalu dengan melarang masuknya makanan, air, bahan bakar, dan juga kebutuhan pokok lainnya, termasuk dengan pasokan medis.

Saat mengumumkan pengepungan itu, Menteri Pertahanan penjajah Israel, Yoav Gallant, mengatakan warga Palestina di Jalur Gaza adalah ‘manusia hina’.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Telah Membersihkan Ranjau Darat di Dekat Dataran Tinggi Golan

Semenjak itu, kelaparan buatan manusia mulai terjadi dengan puluhan orang yang meninggal karena kelaparan dan anak-anak adalah yang paling menderita.

Penjajah Israel telah lama melobi agar UNRWA ditutup karena lembaga tersebut merupakan satu-satunya badan PBB yang mempunyai mandat khusus untuk mengurus kebutuhan dasar pengungsi Palestina.

Di sisi lain, ratusan orang berkumpul beberapa waktu yang lalu di luar Parlemen Inggris untuk memperingati satu tahun genosida di Jalur Gaza dan agar pemerintah Inggris menetapkan tanggal 8 Oktober 2023 sebagai ‘Hari Peringatan Gaza’. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Tentara Penjajah Israel Mengerahkan Pasukan Tambahan di Tepi Barat Menjelang Hari Raya Yahudi

Pasukan tambahan di Tepi Barat dilaporkan dikerahkan oleh tentara penjajah Israel menjelang hari raya Yahudi selama seminggu.

Sejumlah Pemimpin Tinggi Partai Likud Penjajah Israel Akan Adakan Konferensi untuk Mendorong Pemukiman Kembali di Gaza

Konferensi akan diselenggarakan oleh para pemimpin tinggi Partai Likud penjajah Israel untuk mendorong pemukiman kembali di Gaza.

Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Telah Membersihkan Ranjau Darat di Dekat Dataran Tinggi Golan

Sumber menyampaikan ranjau darat di dekat Dataran Tinggi Golan telah dibersihkan oleh pasukan penjajah Israel.

Mantan Menlu Inggris Berencana untuk Memberikan Sanksi kepada 2 Menteri Penjajah Israel

David Cameron, mantan Menteri Luar Negeri Inggris, berencana untuk memberikan sanksi kepada 2 menteri penjajah Israel.

Penjajah Israel Dilaporkan sedang Pertimbangkan Peran untuk Mantan Pemimpin Fatah di Gaza setelah Perang Berakhir

Peran untuk mantan pemimpin Fatah di Jalur Gaza setelah perang berakhir sedang dipertimbangkan oleh penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;