Sejumlah Warga Palestina Dilaporkan Diculik oleh Pasukan Penjajah Israel di Tepi Barat

Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menculik Sejumlah Warga Palestina di Tepi Barat
Ket. Foto: Pasukan Penjajah Israel Menculik Sejumlah Warga Palestina di Tepi Barat Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Pasukan pendudukan penjajah Israel menculik sejumlah warga Palestina pada hari Selasa, tanggal 29 Oktober 2024, waktu Palestina, selama serangan fajar dan pagi di Tepi Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pusat Informasi Palestina.

Menurut sumber-sumber lokal, pasukan pendudukan penjajah Israel mengambil 3 pemuda dari Qalqilya dan 3 lainnya dari kamp pengungsi Al-Deheisha dan Al-Khader di dekat Betlehem.

Baca Juga:
109 Orang Tewas dan Lebih dari 40 Hilang dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Lahia Gaza Utara

3 pemuda lainnya diambil dari rumah mereka di Betlehem.

Sementara itu, di Nablus, 2 pemuda Palestina ditawan selama penggerebekan pasukan penjajaj Israel di kota tersebut dan kamp pengungsi Al-Ein.

Seorang pemuda lainnya ditawan dari rumahnya di Tubas.

Baca Juga:
Hizbullah Umumkan Sheikh Naim Qassem Telah Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal yang Baru

Di sisi lain, ratusan penulis terkenal telah berjanji untuk memboikot lembaga budaya penjajah Israel, mengutuk mereka atas peran mereka dalam ‘penindasan luar biasa terhadap warga Palestina’.

Para penandatangannya termasuk tokoh sastra ternama, seperti Percival Everett, Viet Thanh Nguyen, Sally Rooney, Naomi Klein dan Ocean Vuong di samping puluhan tokoh ternama lainnya dalam sastra global.

Digambarkan sebagai pernyataan kecaman paling keras dari dunia sastra terhadap sektor budaya penjajah Israel, surat terbuka itu menyebut perang di Jalur Gaza sebagai genosida.

Baca Juga:
Heboh! Anggur Shine Muscat dari China Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Ini Fakta Mengejutkan dari Hasil Lab Terbaru

Para penulis selanjutnya menuduh pejabat penjajah Israel melakukan tindakan yang bertujuan menjadikan negara Palestina ‘mustahil’ setelah ’75 tahun pengungsian, pembersihan etnis, dan apartheid’.

Mereka juga mengkritik lembaga budaya penjajah Israel karena memungkinkan terjadinya ‘pencucian seni’ dan ‘perampasan serta penindasan terhadap jutaan warga Palestina selama beberapa dekade.

“Budaya telah memainkan peran penting dalam menormalisasi ketidakadilan ini,” bunyi surat itu.

Baca Juga:
AS Kerahkan Jet Tempur F-16 ke Timur Tengah di Tengah Meningkatnya Ekspektasi Akan Serangan Penjajah Israel terhadap Iran

Para penulis menarik persamaan dengan boikot lembaga-lembaga Afrika Selatan sebelumnya selama apartheid, dengan menyerukan tanggung jawab moral yang dimiliki para penulis dan seniman dalam menentang penindasan sistemik.

Surat itu juga menyerukan kepada anggota komunitas sastra lainnya, termasuk editor, penulis, dan penerbit untuk bergabung dalam komitmen mereka untuk menghindari bekerja sama dengan lembaga-lembaga penjajah Israel yang mereka nyatakan terlibat atau diam dalam pelanggaran hak asasi manusia yang dihadapi warga Palestina. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

109 Orang Tewas dan Lebih dari 40 Hilang dalam Serangan Penjajah Israel di Beit Lahia Gaza Utara

Serangan penjajah Israel di Beit Lahia yang terletak di Jalur Gaza utara menyebabkan 109 orang meninggal dan lebih dari 40 orang hilang.

Hizbullah Umumkan Sheikh Naim Qassem Telah Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal yang Baru

Sheikh Naim Qassem dilaporkan telah terpilih sebagai sekretaris jenderal Hizbullah yang baru menggantikan Hassan Nasrallah.

Heboh! Anggur Shine Muscat dari China Diduga Mengandung Zat Berbahaya, Ini Fakta Mengejutkan dari Hasil Lab Terbaru

Thailand temukan pestisida berbahaya dalam anggur shine muscat impor. Investigasi negara tetangga pun ikut bergulir.

AS Kerahkan Jet Tempur F-16 ke Timur Tengah di Tengah Meningkatnya Ekspektasi Akan Serangan Penjajah Israel terhadap Iran

Jet tempur F-16 dikerahkan oleh Amerika Serikat ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ekspektasi akan serangan penjajah Israel ke Iran.

Perlawanan Islam di Irak Dilaporkan Menyerang Target Penting Penjajah Israel di Lembah Yordan

Target penting penjajah Israel di Lembah Yordan yang diduduki diserang Perlawanan Islam di Irak dengan pesawat tak berawak.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;