Lebih dari 250 Mantan Anggota Intelijen Mossad Serukan Diakhirinya Perang di Jalur Gaza

Ket. Foto: Lebih dari 250 Mantan Anggota Mossad Penjajah Israel Menyerukan Diakhirinya Perang di Jalur Gaza
Ket. Foto: Lebih dari 250 Mantan Anggota Mossad Penjajah Israel Menyerukan Diakhirinya Perang di Jalur Gaza Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Lebih dari 250 mantan anggota intelijen Mossda telah menandatangani surat yang menyerukan diakhirinya perang di Jalur Gaza dan pengembalian tawanan yang ditawan di Jalur Gaza.

Surat mantan agen Mossad itu diprakarsai oleh pensiunan perwira senior Gail Shoresh dan ditandatangani oleh 3 mantan kepala badan intelijen.

Hal ini terjadi setelah tentara cadangan menandatangani surat yang menyerukan agar para tawanan segera dipulangkan, bahkan jika itu berarti mengubah arahan tentara saat ini.

Sebagai tanggapan, Perdana Menteri penjajah Israel mengecam surat itu, menyebut mereka marjinal dan ekstremis.

Baca Juga:
Petugas Medis yang Hilang Dilaporkan Sebenarnya Masih Hidup dan Ditahan oleh Penjajah Israel

Di sisi lain, Menteri Pertahanan penjajah Israel, Israel Katz, menyampaikan militer memperluas zona keamanannya di Jalur Gaza utara setelah merebut Koridor Morag yang memisahkan Rafah dari Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Dia menulis di X bahwa bersamaan dengan dikeluarkannya perintah evakuasi paksa pagi bagi warga Palestina, tindakan militer itu adalah untuk memberikan tekanan berat kepada Hamas agar kembali pada rencana pembebasan sandera.

“Semakin Hamas bersikeras menolak, semakin intens aktivitas militer penjajah Israel sambil terus menggagalkan operasinya dan menghancurkan infrastrukturnya,” katanya.

Dia menambahkan Jalur Gaza akan menjadi lebih kecil dan lebih terisolasi dan semakin banyak penduduknya akan dipaksa mengungsi dari zona pertempuran.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Menahan 6 Orang selama Serangan di Kota Kobar Barat Laut Ramallah

Sebelumnya, Hamas menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan meluas terhadap Jalur Gaza tidak akan menjamin kembalinya tawanan yang ditawan di Jalur Gaza, hanya pertukaran tawanan yang bisa menjaminnya.

Pada hari Sabtu, Hamas mengirim delegasi ke Kairo untuk memulai kembali perundingan gencatan senjata.

Sementara itu, Hamas mengecam pasukan penjajah Israel karena mencegah umat Kristen Palestina mencapai Yerusalem untuk mengambil bagian dalam kebaktian Minggu Palma yang menandai dimulainya Pekan Suci Kristen menjelang Paskah.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas menyerukan gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengutuk tindakan penjajah Israel dan ‘serangan berkelanjutan terhadap kebebasan beribadah dan akses ke tempat-tempat suci’. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Petugas Medis yang Hilang Dilaporkan Sebenarnya Masih Hidup dan Ditahan oleh Penjajah Israel

Petugas medis Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina yang hilang dikabarkan masih hidup dan ditahan oleh penjajah Israel.

Pasukan Penjajah Israel Menahan 6 Orang selama Serangan di Kota Kobar Barat Laut Ramallah

6 orang ditahan oleh pasukan penjajah Israel selama serangan yang dilakukan di Kota Kobar di sebelah barat laut Ramallah.

Militer Penjajah Israel Tingkatkan Kewaspadaan Keamanan Menjelang Liburan Paskah

Tingkat kewaspadaan ditingkatkan oleh militer penjajah Israel menjelang liburan Paskah menyusul penilaian situasi yang dilakukan.

Pasukan Penjajah Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Desa Shufa Tenggara Tulkarem

Rumah milik warga Palestina, Ibrahim Mahmoud Daroubi, di Desa Shufa tenggara Tulkarem dihancurkan oleh pasukan penjajah Israel.

Otoritas Penjajah Israel Hancurkan 2 Rumah Palestina di Desa al-Rihiya Selatan Hebron

2 Rumah milik warga Palestina yang terletak di Desa al-Rihiya di sebelah selatan Hebron dihancurkan oleh otoritas penjajah Israel.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;