WHO Memperkirakan Korban Gempa Bumi di Turki Mencapai 23 Juta Jiwa

<p>Ket. Foto: WHO Memperkirakan Gempa Bumi Turki akan Mencapai 23 Juta Jiwa Melihat Kerusakan Infrastruktur di Daerah Bencana (Foto/Instagram/@buddykuoffcial)</p>
Ket. Foto: WHO Memperkirakan Gempa Bumi Turki akan Mencapai 23 Juta Jiwa Melihat Kerusakan Infrastruktur di Daerah Bencana (Foto/Instagram/@buddykuoffcial)

Internasional, gemasulawesi – Musibah gempa bumi di negara Turki yang dipimpin oleh Presiden Erdogan membuat mata dunia mengarah kepada negara yang dijuluki The Six Man of Europe.

Berita terbaru korban gempa bumi di Turki sudah menembus 15.383 jiwa pada hari Kamis pagi, 9 Februari 2023.

Kesulitan dari tim penyelamat dan tim medis dalam menjangkau para korban gempa bumi di Turki membuat para keluarga merasa frustrasi dan marah karena merasa tim penyelamat dan tim medis tidak gesit.

Baca: Daftar Perkiraan Cuaca di Wilayah Kepulauan Bangka Belitung 9 Februari 2023

Kesulitan yang dialami oleh tim penyelamat dan tim medis dikarenakan reruntuhan bangun membuat jalan kerja mereka sedikit terhambat.

Apalagi bagi negara-negara yang mau mengirimkan bantuan juga merasa kesulitan untuk menjangkau karena medan yang ditempuh akibat gempa tersebut sulit.

Apalagi gempa ini tidak hanya dialami oleh Turki, Suriah negara tetangga dari negara yang dipimpin oleh Presiden Erdogan ini juga mengalami dampak akibat gempa tersebut.

Baca: 4.372 Orang Meninggal Akibat Gempa Bumi, Presiden Erdogan Memberikan Pengumuman Hari Berkabung Nasional Selama 7 Hari

Beberapa negara tetangga di sebelah Turki juga merasakan gempa tersebut namun tidak ada korban jiwa.

Akibat gempa bumi yang terjadi di Provinsi Gaziantep Turki tersebut membuat banyak kerusakan dari infrastruktur pemerintah dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

WHO atau World Health Organization yang melihat gempa di Turki sudah memberikan perkiraan bahwa akan korban jiwa akibat gempa tersebut akan mencapai 23 juta jiwa.

Baca: WHO Sebut Penyebaran Virus Corona Tidak Melalui Udara

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tersebut juga mengatakan bahwa negara Suriah akan menjadi yang paling menderita hal ini disebabkan kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Sekretaris Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengucapkan janji bahwa mereka akan membantu negara Turki dan Suriah sampai negara bangkit dan pulih.

Saat ini para petugas Turki yang bertugas berusaha untuk segera memberikan yang terbaik kepada para korban untuk segera menyelamatkan agar tidak terlalu banyak memakan korban akibat gempa bumi. (*/Wulandari)

Baca: WHO Mengumumkan Dunia Mendekati Fase Akhir Darurat Covid-19

Editor: Muhammad Azmi Mursalim

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

...

Artikel Terkait

wave

Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Turki Bertambah Menjadi 15.000 Orang dan Banyak Kritikan Akibat Lambannya Evakuasi

Internasional, gemasulawesi &#8211; Presiden Turki enggan menanggapi berbagai kritik yang berkembang terhadap tanggapan pihak berwenang terhadap gempa besar hari Senin, ketika jumlah korban tewas melewati 15.000 di seluruh Turki dan Suriah dan penyelamat terus menarik para penyintas dari puing-puing yang membeku. Dilansir dari AFP Erdogan melakukan kunjungan pertamanya ke wilayah Turki yang terkena dampak terburuk [&hellip;]

Pasangan Transgender di India Heboh Karena Hamil

Ziya Paval (21) dan pasangannya Zahad (23) merupakan pasangan transgender yang tinggal selatan Kerala, di India.

Perkembangan Terbaru Gempa Turki Menewaskan Lebih Dari 11.200 Orang

Internasional, gemasulawesi &#8211; Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan telah mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa Senin telah mencapai 8.754. Dikombinasikan dengan 2.470 kematian yang diketahui di Suriah, itu sehingga total korban tewas resmi menjadi 11.224. Dilansir dari Guardian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat kemungkinan bahwa jumlah korban diperkirakan bisa lebih dari 20.000. Baca [&hellip;]

Korban Tewas Akibat Gempa Turki Menjadi Lebih Dari 9.500 Orang

Internasional, gemasulawesi &#8211; Otoritas manajemen bencana Turki telah menaikkan jumlah korban tewas resmi dari gempa Senin menjadi 7.108 orang. Total gabungan, dengan 2.470 kematian yang tercatat secara resmi di Suriah, telah mencapai 9.578. Dilansir dari Agence France Presse jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan dilakukannya pekerjaan penyelamatan dan penggalian lebih lanjut. Baca : [&hellip;]

Justin Trudeau dari Kanada Menyapa Lawan Politik dengan Jabat Tangan yang Canggung

Internasional, gemasulawesi &#8211; Ketegangan antara Alberta dan Pemerintah Federal Kanada atas kebijakan perpajakan dan lingkungan berarti ada beberapa hal yang dapat dimenangkan oleh perdana menteri Justin Trudeau di antara pemilih barat dan kepemimpinan provinsi. Dilansir dari guardian pada hari Selasa, ketegangan itu jelas ketika perdana menteri Alberta Danielle Smith dan Trudeau mencoba dan gagal pada [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;