Penjajah Israel Melarang Istri dari Tahanan Palestina yang Paling Lama Menjalani Hukuman Menemuinya

Ket. Foto: Penjajah Israel Melarang Istri dari Tahanan Palestina yang Paling Lama Menjalani Hukuman untuk Menemuinya Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, penjajah Israel melarang istri mantan tahanan Nael Barghouti menemuinya.

Istri dari tahanan Palestina yang diketahui paling lama menjalani hukuman tidak yakin kapan dia akan menemuinya.

Nael Barghouti termasuk di antara 97 warga Palestina yang diasingkan setelah pembebasan mereka pada hari Kamis sebagai bagian dari gencatan senjata Jalur Gaza.

Dia mengirimkan cincin kawin pengganti kepada istrinya setelah istrinya dilarang meninggalkan Tepi Barat yang diduduki untuk menemuinya.

Baca Juga:
Penjajah Israel Menyerang Sejumlah Rumah Palestina di Masafer Yatta Selatan Hebron

Di sisi lain, Program Pangan Dunia atau WFP mengatakan gencatan senjata harus dilanjutkan dan tidak dapat dibatalkan.

WFP menyatakan dalam sebuah postingan di X bahwa setelah 6 minggu gencatan senjata di Jalur Gaza, tim mereka berhasil menjangkau 1 juta orang di seluruh Jalur Gaza dengan memulihkan titik distribusi pasokan, membuka kembali toko roti, dan memperluas bantuan tunai dengan mencatat bahwa jalur menuju akses kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan telah jelas.

“Gencatan senjata tidak dapat dibatalkan,” ujar mereka menekankan perlunya melanjutkan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Sekitar 1,5 juta warga di Jalur Gaza menghadapi kondisi dan situasi yang tragis mengingat terus berlanjutnya pengungsian paksa akibat perang pemusnahan dan kerusakan luas yang dilakukan oleh pasukan pendudukan penjajah Israel di rumah mereka selama lebih dari 15 bulan agresi.

Baca Juga:
Pasukan Penjajah Israel Serbu Nablus dan Melakukan Investigasi Lapangan terhadap Sejumlah Penduduk

Dengan dimulainya bulan suci Ramadhan, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin meningkat dan warga menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan makanan dan air yang memperburuk penderitaan mereka.

Di sisi lain, pasukan penjajah Israel melanjutkan agresi mereka di kota Tulkarm dan kampnya dan di kamp Nour Shams bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadhan setelah memaksa warga Palestina meninggalkan rumah mereka dengan todongan bersenjata.

Media melaporkan pasukan memaksa warga untuk mengungsi dari rumah mereka di kawasan Jabal al-Nasr di kamp Nour Shams di sebelah timur Tulkarm mengingat pengepungan ketat yang dilakukan terhadap wilayah itu sambil menyerbu rumah-rumah dan merusak isinya. (*/Mey)

Bagikan: