Perubahan dalam Dunia Teknologi: Kode QR Akan Menggantikan Barcode dalam Revolusi Ritel Global

Kode QR akan menggantikan barcode di masa depan
Kode QR akan menggantikan barcode di masa depan Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Kode batang atau barcode, yang menjadi ciri khas kemasan produk selama hampir 50 tahun, akan digantikan oleh alternatif yang lebih canggih.

Kode QR, yang dikenal karena fleksibilitas dan efisiensinya, siap menjadi pusat perhatian dalam industri ritel.

Transisi yang didorong oleh badan standardisasi internasional GS1 ini diharapkan akan meluas dalam dua tahun ke depan, membawa perubahan signifikan bagi konsumen dan pengecer.

Tidak seperti barcode lama, kode QR baru dapat menyimpan lebih banyak data, seperti masa simpan, alergen, bahan, dan cara daur ulang.

Info tambahan ini membantu lebih dari sekadar label produk, memberikan kiat-kiat penting untuk mengurangi limbah dan meningkatkan upaya ramah lingkungan.

Misalnya, Woolworths di Australia mengalami penurunan limbah makanan hingga 40 persen dengan kode QR yang memungkinkan pemotongan harga cepat sebelum barang kedaluwarsa.

Dilansir dari GizChina.com, pimpinan GS1 Inggris Anne Godfrey mengatakan pandemi mempercepat penggunaan teknologi QR.

Ia menjelaskan baahwa orang-orang terbiasa memindai kode QR untuk menu di kafe, membuat mereka lebih terbuka terhadap gagasan tersebut.

Kode QR memiliki keuntungan yang jelas dibandingkan barcode atau kode batang lama, karena kode QR dapat bertahan lama dan tetap berfungsi, sehingga lebih baik untuk jalur pembayaran.

Kode QR juga membantu rencana ramah lingkungan, contohnya, Coca-Cola menggunakannya di Amerika Latin untuk melacak penggunaan kembali botol, yang membantu tujuan daur ulang.

Toko-toko besar seperti Tesco dan Woolworths sedang mencoba teknologi ini.

Keberhasilan awal mereka menunjukkan bagaimana kode QR dapat membantu melacak barang, membuat belanja lebih baik, dan mendorong tujuan ramah lingkungan.

Beralih ke kode QR membawa harapan sekaligus tantangan.

Investasi yang signifikan diperlukan karena pengecer meningkatkan sistem titik penjualan, dan beberapa barang, seperti lilin, mungkin tidak sepenuhnya diuntungkan dari transisi ini.

Rutinitas rantai pasokan yang mapan juga dapat menghadapi gangguan saat menyesuaikan diri dengan sistem baru.

Namun, GS1 tetap percaya diri, dan Presidennya, Renaud de Barbuat membayangkan kesiapan global pada tahun 2027.

Perpindahan ke kode QR menandai perubahan penting dalam ritel, memadukan efisiensi, keberlanjutan, dan kenyamanan yang lebih besar bagi konsumen. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Detail tentang iPhone SE 4 yang Akan Datang: Ponsel Terjangkau dengan Berbagai Kemampuan AI yang Luar Biasa

Detail baru telah muncul tentang iPhone SE 4 yang akan datang, menghadirkan beberapa kemampuan AI layaknya ponsel premium

OnePlus Watch 3 Pro Akan Diluncurkan pada Tahun 2025 Bersama dengan Watch 3, Inilah Informasi yang Ada Sejauh Ini

OnePlus dikabarkan akan meluncurkan jam tangan pintar Watch 3 disertai dengan versi Pro-nya tahun ini, dan inilah informasi tentangnya

Xiaomi Rayakan Keberhasilan Penjualan SU7 dengan Merilis Model Warna Merah yang Cantik Edisi Terbatas

Untuk merayakan keberhasilan penjualan SU7, Xiaomi akan menghadirkan edisi terbatas dari mobil tersebut, berwarna merah magenta

Membongkar LineageOS 22: Kedatangan Android 15 dengan Fitur-fitur Baru yang Menarik

Tim LineageOS telah mengumumkan sistem operasi LineageOS 22 yang berbasis Android 15, dan berikut ini penjelasan fitur-fiturnya

Tahun Baru, Ponsel Baru: Inilah Deretan Ponsel Pintar yang Akan Hadir di Bulan Januari 2025

Tahun baru berarti peluncuran ponsel-ponse baru dan inilah ponsel-ponsel pintar yang akan datang bulan Januari 2025 ini

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;