Inovasi Kesehatan di CES: FRENZ Brainband Hadir dengan Pelacakan Gelombang Otak untuk Tidur yang Lebih Baik

Bandana FRENZ Brainband
Bandana FRENZ Brainband Source: Foto/Instagram/@frenz.brainband

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Pada malam hari, FRENZ Brainband bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur, sedangkan pada siang hari, alat ini bekerja untuk meningkatkan fokus dan kinerja kognitif.

Ini adalah perangkat wearable atau yang dapat dikenakan dengan teknologi AI, yang telah dikembangkan oleh Earable Neuroscience.

Alat ini menggunakan pelacakan gelombang otak dan terapi audio yang dipersonalisasi untuk membantu pengguna tertidur lebih cepat, lebih nyenyak, dan berkinerja lebih baik.

Dilansir dari Tom’s Guide, aplikasi Seluler FRENZ Focus Flow, yang kompatibel dengan Brainband, telah dianugerahi Penghargaan Inovasi dalam kategori Kesehatan Digital di CES 2025.

Dengan keunggulan ini, FRENZ Brainband adalah perangkat wearable dan terapi audio berbasis EEG pertama yang memperoleh Penghargaan Inovasi CES dalam tiga kategori.

Pada tahun 2023, perangkat ini dianugerahi dalam kategori Teknologi Wearable dan pada tahun 2024, perangkat ini dianugerahi dalam kategori Teknologi Aksesibilitas dan Penuaan.

“Mencapai tiga kemenangan CES ini merupakan tonggak penting,” kata Dr. Tam Vu, Pendiri Earable Neuroscience.

“Ini menunjukkan evolusi FRENZ menjadi platform berbasis EEG yang multifungsi dan didukung AI untuk meningkatkan kualitas tidur, fokus, dan kinerja kognitif untuk penggunaan sehari-hari.”

Teknologi tidur untuk meningkatkan kualitas istirahat tersedia di mana-mana, terutama jika anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang kebiasaan tidur anda atau menderita gangguan tidur seperti insomnia.

Namun, teknologi tidur semacam ini tidak murah.

Brainband harganya 680 Dolar di FRENZ, atau sekitar 11 jutaan, yang jauh lebih mahal daripada teknologi tidur yang dapat dikenakan lainnya.

Namun, Brainband mengintegrasikan ilmu saraf mutakhir untuk meningkatkan kualitas tidur, kesehatan mental, dan produktivitas.

Ini menjadikannya pilihan yang layak bagi siapa pun yang menghadapi masalah tidur yang lumayan parah.

FRENZ Brainband adalah bandana tipis yang pas di dahi anda.

Bandan ini dirancang agar sesuai dengan semua ukuran kepala orang dewasa dan posisi tidur untuk memastikannya membantu dan bukan mengganggu tidur anda.

Perangkat yang dapat dikenakan ini menggunakan terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I), perawatan nonmedis yang membantu orang tidur lebih baik dengan mengubah pikiran dan perilaku mereka.

Terapi yang didukung sains ini menggunakan musik frekuensi khusus, binaural beats, dan isyarat audio kontekstual yang dirancang untuk meningkatkan aktivitas beta dan gamma di lobus frontal otak.

Sesi berbasis audio yang ditawarkan oleh FRENZ Brainband telah terbukti meningkatkan pola tidur alami.

Bandana tersebut mentransmisikan suara melalui getaran tulang untuk memastikan pengalaman tidur yang nyaman dan tidak mengganggu.

Audio tersebut didasarkan pada biometrik dan kondisi kognitif anda untuk membantu menenangkan pikiran agar tidur lebih nyenyak.

Selain itu, sepanjang malam, sensor pelacak tidur merekam gelombang otak (EEG), detak jantung, SpO2, aktivitas otot wajah (EMG), dan gerakan mata (EOG) saat anda tidur.

Pita tersebut menafsirkan data ini dan menyajikannya melalui aplikasi yang kompatibel untuk membantu anda memahami apa yang terjadi pada tubuh anda di malam hari.

Dengan begitu, otak anda akan lebih siap untuk bekerja di siang hari.

“FRENZ Brainwaves Labs menghubungkan inovasi ilmiah dengan aplikasi praktis,” kata Kimi Doan, Chief Innovation Officer Earable.

“Dengan memanfaatkan pemantauan gelombang otak dan pelacakan tidur yang canggih sebagai biomarker, kami bertujuan untuk membuka kemungkinan baru dalam kesehatan kognitif. Bidang penelitian saat ini meliputi penemuan penyakit neurodegeneratif, pemantauan epilepsi, rehabilitasi stroke, manajemen nyeri, dan neuroplastisitas.” (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Sistem Analisis Kulit Ilmiah L'Oréal Menentukan Usia Biologis Kulit Anda dalam Hitungan Menit dan Cara Merawatnya, Inilah Caranya

L’Oreal memperkenalkan Cell BioPrint, alat yang dapat menganalisis kondisi kulit anda, disertai dengan rekomendasi tentang cara merawatnya

Melihat Keunikan Kontroler Game MCON, Memungkinkan Anda Mengubah Ponsel Menjadi PSP Go Modern

Kontroler game seluler MCON menawarkan cara baru untuk bermain game, dengan bentuk yang mudah dibawa kemana-mana

Hatch Meluncurkan Jam Alarm Matahari Terbit tanpa Ponsel di CES, Meningkatkan Kualitas Tidur Anda, Begini Cara Kerjanya

Hatch meluncurkan jam alarm matahari terbit baru di CES 2025, Restore 3, yang membantu meningkatkan kualitas tidur anda

Perkenalkan PC Remote Play baru dari Razer, Memungkinkan Streaming Game PC ke Ponsel yang Lebih Mudah dan Nyaman

Razer menghadirkan PC Remote Play, layanan bebas langganan baru bagi anda yang ingin memain game PC di ponsel anda

CES 2025: Inilah Sejumlah Hal Menarik yang Ditemukan di Acara Tersebut, Mulai dari Kacamata AR Baru, hingga Tiruan Nintendo Switch

CES menghadirkan banyak hal menarik, dan inilah beberapa di antaranya, termasuk alat yang bisa mengontrol perangkat dengan otak

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;