Peretas Mengaku Menjual Informasi Login 20 Juta Akun di OpenAI, Pengguna Khawatir, Ini Tanggapan OpenAI dan Para Ahli

Seorang peretas mengaku memiliki jutaan data akun OpenAI
Seorang peretas mengaku memiliki jutaan data akun OpenAI Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Tidak mengherankan jika peretas atau hacker selalu mencari data berharga anda.

Meskipun perusahaan raksasa teknologi besar mengaku telah menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur keamanan siber mereka, kita sering mendengar tentang pelanggaran data.

Tahun lalu, banyak perusahaan besar, termasuk Google, mengonfirmasi adanya insiden pelanggaran data, dan tampaknya korban peretasan terbaru adalah OpenAI.

Seorang peretas atau hacker dilaporkan menjual informasi login dari 20 juta akun pengguna OpenAI.

Minggu lalu, orang-orang di Malwarebytes melaporkan bahwa mereka menemukan kumpulan data besar untuk dijual di BreachForum, yang merupakan forum kejahatan siber.

Seorang peretas yang menggunakan nama "emirking" dilaporkan mendaftarkannya, mengklaim bahwa ia memiliki "20 juta kode akses ke akun OpenAI."

Meskipun laporan tersebut tidak secara eksklusif menyebutkan klaim tersebut sebagai asli, laporan itu menguraikan bagaimana peretas dapat memperoleh akses ke sejumlah besar data tersebut.

Sebagian dari laporan tersebut mengatakan, "Jika klaim tersebut benar, emirking mungkin telah menemukan cara untuk membahayakan subdomain auth0.openai.com dengan mengeksploitasi kerentanan atau dengan memperoleh informasi kredensial administrator."

Ketika klaim peretas tentang 20 juta akun yang disusupi menyebar, OpenAI segera melakukan penyelidikan.

Setelah perusahaan AI tersebut menyelesaikan penyelidikan, mereka mengeluarkan pernyataan yang berbunyi, "Kami menanggapi klaim ini dengan serius. Kami belum melihat bukti apa pun bahwa ini terkait dengan penyusupan sistem OpenAI hingga saat ini."

Sementara ketidakpastian seputar klaim peretas tentang 20 juta akun OpenAI yang disusupi muncul, sebuah firma keamanan siber, KELA, menganalisis kumpulan data yang tercantum.

Setelah menganalisis data tersebut, firma keamanan siber tersebut mengatakan bahwa peretas memperoleh informasi itu melalui malware infostealer.

KELA melakukan referensi silang kredensial tersebut dengan kumpulan data akun yang disusupi.

Kumpulan data tersebut dilaporkan berisi satu miliar catatan yang diperoleh menggunakan malware infostealer, dan faktanya, semua info kredensial terkait dengan akun tersebut.

Oleh karena itu, KELA menyimpulkan bahwa data yang tercantum di BreachForum tidak menunjukkan adanya pelanggaran sistem OpenAI. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Perlindungan Google Chrome yang Ditingkatkan Kini Menyediakan Penjelajahan yang Aman dari Phising

Google Chrome telah meningkatkan perlindungan penjelajahan aman, yang kini bahkan bisa melindungi anda dari phising dan penipuan online

Snapdragon 6 Gen 4 Terbaru dari Qualcomm Hadirkan Fitur Unggulan untuk Ponsel yang Lebih Murah

Qualcomm mengumumkan prosesor kelas menengah terbarunya, Snapdragon 6 Gen 4, yang menghadirkan fitur unggulan ke ponsel murah

Elon Musk Berusaha untuk Membeli OpenAI, Berikut Ini Tanggapan dari CEO-nya, Sam Altman

Setelah Elon Musk menawar untuk membeli OpenAI, CEO-nya, Sam Altman, angkat bicara mengenai persoalan tersebut

Redmi Turbo 4 Pro Akan Hadir sebagai Pendatang Baru yang Hebat di Pasar Ponsel Kelas Menengah! Inilah Info dan Rumor tentang Peran

Xiaomi tengah bersiap meluncurkan Redmi Turbo 4 Pro yang disebut sebagai ponsel kelas menengah yang menjanjikan daya sekaligus gaya

Semakin Menarik! OPPO Find N5 Akan Mengungguli Para Pesaingnya dalam Hal Ketahanan Air

OPPO Find N5 semakin menarik dari hari ke hari dan informasi baru muncul terkait ketahanan airnya yang luar biasa

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;