Kupas Tuntas, gemasulawesi - Sejak membeli X (sebelumnya disebut Twitter), tim Elon Musk telah menambahkan beberapa fitur baru dan menerapkan beberapa perubahan mendalam pada platform media sosial tersebut.
Salah satu tambahan yang paling mengesankan adalah Grok, chatbot bertenaga AI.
Kini, Dilansir dari Android Headlines, Musk telah mengungkapkan bahwa Grok 3, pembaruan besar berikutnya untuk "asisten" kecerdasan buatan itu, sudah hampir tiba.
Grok adalah produk unggulan xAI, divisi AI yang berasal dari X, dan ini adalah chatbot yang berupaya bersaing dengan ChatGPT, Gemini, dan sejenisnya.
Chatbot itu memiliki fitur klasik dari jenis layanan semacam ini, termasuk menjawab pertanyaan dan membuat ringkasan, dan ia bahkan mengintegrasikan generator teks-ke-gambar gratis.
Awalnya, Grok eksklusif untuk pelanggan paket berbayar di X, namun tahun lalu, Elon Musk merilisnya secara gratis untuk semua akun.
Belum lama ini, saat berpidato di World Government Summit di Dubai, Musk mengumumkan bahwa Grok 3 tinggal satu atau dua minggu lagi untuk diluncurkan.
"Grok 3 memiliki kemampuan penalaran yang sangat hebat, jadi dalam pengujian yang telah kami lakukan sejauh ini, Grok 3 mengungguli apa pun yang telah dirilis, yang kami ketahui, jadi itu pertanda baik," klaimnya.
Belum ada data tolok ukur resmi yang memungkinkan kita membandingkan kinerja Grok 3 dengan para pesaingnya.
Akan menarik untuk melihat bagaimana kinerjanya pada parameter utama terhadap ChatGPT dan bahkan DeepSeek AI
Musk mengatakan bahwa ia menggunakan data sintetis selama pelatihan Grok 3.
Pada bulan Januari, pemilik X itu mengatakan bahwa industri tersebut telah menghabiskan hampir semua data yang tersedia untuk pelatihan AI.
Jadi, penggunaan data sintetis akan memungkinkan platform AI untuk terus berkembang.
Data sintetis pada dasarnya adalah data yang dihasilkan oleh LLM (Large Language Model/Model Bahasa Besar) lain, bukan diambil dari internet atau diperoleh dari perusahaan lain melalui kesepakatan.
Fakta bahwa Elon Musk menyebutkan bahwa Grok 3 memiliki "kemampuan penalaran yang hebat" juga menarik.
OpenAI memiliki beberapa model AI yang secara khusus difokuskan pada penalaran, seperti OpenAI o1 dan o3-mini.
Ditambah lagi, ia mengatakan bahwa Grok akan memiliki kemampuan untuk "memeriksa" dirinya sendiri.
Ini akan memungkinkan AI untuk "merefleksikan" kesalahannya sendiri untuk mencoba memastikan konsistensi output. (*/Armyanti)