Dua Raksasa Teknologi, Qualcomm dan MediaTek Memasuki Perlombaan 6G, Menyiapkan Teknologi Inovatif yang Menarik

Perusahaan berlomba dalam teknologi 6G
Perusahaan berlomba dalam teknologi 6G Source: Foto/Instagram/@cloudi5technologies

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Perlombaan untuk 6G semakin memanas dan dua pemain utama, Qualcomm dan MediaTek, kini berfokus pada pengembangan dan standarisasi teknologi generasi mendatang ini.

Meski bersaing di pasar chipset, mereka berupaya mencapai tujuan bersama: membentuk masa depan 6G.

Samsung dan Arm mengumumkan upaya 6G mereka tahun lalu dan kini, Qualcomm dan MediaTek tengah membuat langkah besar.

Kedua perusahaan ini berkolaborasi dengan mitra yang berbeda, menghadirkan beragam inovasi.

Dilansir dari GizChina.com, Qualcomm bekerja sama erat dengan Nokia Bell Labs dan Rhode & Schwarz untuk menyempurnakan visinya.

Fokus utamanya adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan Qualcomm berharap jaringan masa depan dapat belajar dan beradaptasi menggunakan protokol yang digerakkan oleh AI.

Jaringan pintar ini akan menyesuaikan parameter secara real-time untuk efisiensi yang lebih baik.

Selain itu, Qualcomm memperkirakan bahwa tahun 2025 akan menandai dimulainya standarisasi 6G.

MediaTek setuju dengan perkiraan itu, dan peerusahaan Taiwan ini memamerkan beberapa teknologi terobosan.

Teknologi ini meliputi komputasi hibrida, uji coba pita lebar NR-NTN orbit Bumi rendah (LEO) langsung, sub-band full duplex (SBFD), dan modem M90 5G Advanced yang baru.

Selain itu, MediaTek membuat langkah maju dalam 6G.

Di MWC 2025, presiden perusahaan Joe Chen menyoroti fokus mereka pada konektivitas dan AI, menekankan tujuan mereka untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari melalui teknologi inovatif.

Untuk mempercepat upaya 6G-nya, MediaTek bermitra dengan NVIDIA, Intel, dan G REIGNS.

Kolaborasi ini akan meningkatkan komputasi hibrida, komponen penting jaringan masa depan.

Sistem ini menggabungkan cloud perangkat dan jaringan akses radio (RAN) menjadi "edge cloud", yang membentuk elemen utama infrastruktur 6G.

Salah satu teknologi menonjol dari MediaTek adalah sub-band full duplex (SBFD), dan kemajuan ini berlaku untuk 5G-Advanced dan 6G.

SBFD meningkatkan jangkauan uplink dan mengurangi latensi, dan MediaTek mengembangkan ini dengan Keysight untuk mengatasi masalah interferensi diri.

Masalah ini terjadi pada ponsel pintar karena jarak antena pengirim dan penerima yang berdekatan.

Jadi, di tahun 2025 ini, 6G akan menjadi kenyataan.

Qualcomm dan MediaTek memimpin dengan jaringan berbasis AI dan komputasi hibrida, dan inovasi mereka akan membentuk cara kita terhubung di masa depan.

Dengan jaringan yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih andal, dunia siap menghadapi perubahan teknologi yang besar. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Akhir dari Sebuah Era: Aplikasi Komunikasi Jarak Jauh Skype Akan Dihentikan pada Bulan Mei, Inilah Alasannya

Aplikasi panggilan video jarah jauh, Skype, akan ditutup pada bulan Mei yang akan datang, dan inilah rincian alasannya

Inilah Trik Mudah Menyimpan Video yang Ada di Ponsel! Tidak Ada Lagi Penyimpanan yang Kepenuhan

Jika anda bingung karena penyimpanan ponsel pintar anda penuh dengan video, inilah beberapa trik yang bisa anda coba

OpenAI Meluncurkan Model AI Versi Baru GPT-4.5, Lebih Cerdas, Akurat, serta Terkesan Alami

OpenAI telah resmi meluncurkan GPT-4.5, versi baru dari model ChatGPT, yang menghadirkan berbagai peningkatan

Oppo Pad 4 Pro Akan Diluncurkan dengan Snapdragon 8 Elite para Buan April Nanti, Bersama Find X8 Ultra

Oppo Pad 4 Pro dikabarkan akan diluncurkan bersamaan dengan Oppo Find X8 Ultra pada bulan April mendatang

Tecno Meluncurkan Konsep Ponsel Pintar Tertipis di Dunia, Spark Slim, Inilah Detail tentang Spesifikasinya

Tecno mengumumkan konsep ponsel Spark Slim, ponsel pintar tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 5,75 mm saja

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Korea Pavane yang akan Segera Hadir di Netflix, Menawarkan Kisah Cinta dan Kasih Sayang

Pavane adalah film Korea yang sebentar lagi akan tampil di Netflix, menceritakan kisah tentang cinta dan penyembuhan emosional

Inilah Sinopsis Laut Bercerita yang Akan Dibintangi Reza Rahardian, Adaptasi dari Novel Sejarah Legendaris

Laut Bercerita adalah proyek film besar yang akan dibintangi Reza Rahardian, berkisah tentang seorang aktivis di era reformasi

Alan Ritchson Akan Berperang Melawan Ancaman dari Dunia Lain dalam Film War Machine di Netflix: Inilah Sinopsisnya

Alan Ritchson tampil dalam film laga fiksi ilmiah baru, War Machine, yang akan tayang di Netflix pada bulan Maret

Inilah Sinopsis Tolong Saya (Dowajuseyo), Film Horor Hasil Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea Selatan

Tolong Saya (Dowajuseyo) adalah film horor hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Korea Selatan, dibintangi Saskia Chadwick

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.


See All
; ;