Keselamatan Makin Terjamin, Wear OS Kini Hadirkan Fitur Peringatan Gempa Bumi! Begini Cara Kerjanya

Wear OS menghadirkan fitur baru
Wear OS menghadirkan fitur baru Source: Foto/Ilustrasi/Pixabay

Kupas Tuntas, gemasulawesi - Google memperluas salah satu fitur keselamatan Android yang paling penting ke jam tangan pintar (seperti Pixel Watch dan lainnya): peringatan gempa bumi.

Awalnya diluncurkan untuk ponsel Android pada tahun 2020, sistem ini menggunakan sensor gerak dari jutaan perangkat untuk mendeteksi aktivitas seismik dini dan memperingatkan pengguna beberapa detik sebelum guncangan dimulai.

Kini, peringatan penting ini akan langsung muncul di pergelangan tangan anda, menjadikan jam tangan Wear OS pendamping keselamatan yang lebih cerdas.

Dilansir dari Android Headlines, sistem deteksi gempa bumi Google memanfaatkan akselerometer dan sensor yang tertanam di ponsel Android di seluruh dunia.

Saat banyak perangkat di suatu wilayah mendeteksi "gelombang P" awal gempa bumi yang tidak terlalu merusak, server Google menganalisis data secara real time.

Jika gempa bumi dikonfirmasi, peringatan akan dikirimkan dengan rincian seperti perkiraan besarnya gempa dan jarak ke episentrum.

Hal ini memberi pengguna beberapa detik yang berharga untuk bersiap atau berlindung.

Sistem peringatan dini ini bisa menyelamatkan nyawa dengan memberikan pemberitahuan awal yang penting.

Kini, dengan hadirnya fitur ini di Wear OS, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada ponsel mereka yang harus selalu dekat.

Banyak pengguna Wear OS, terutama mereka yang memiliki jam tangan yang terhubung dengan ponsel seperti model Samsung Galaxy Watch, sering kali meninggalkan ponsel mereka saat berolahraga, mengurus keperluan, atau melakukan aktivitas sehari-hari.

Dengan peringatan gempa bumi di jam tangan itu sendiri, mereka dapat menerima peringatan tepat waktu meskipun ponsel mereka berada di luar jangkauan.

Peringatan akan ditampilkan di jam tangan pintar dengan informasi tentang perkiraan guncangan, besarnya, dan jarak dari episentrum.

Integrasi ini diluncurkan dengan Google Play Services versi 25.21, dan fitur ini akan segera tersedia di perangkat Wear OS yang kompatibel.

Bagi orang yang tinggal di daerah rawan gempa, setiap detik sangat berarti, jadi menerima peringatan di tangan mereka dapat berarti banyak.

Fitur ini meningkatkan peran Wear OS sebagai perangkat keselamatan pribadi, melengkapi peringatan darurat lain yang sudah tersedia di ponsel Android.

Google telah mencantumkan fitur baru tersebut dalam changelog resmi pembaruan Play System Juni 2025.

Fitur ini diharapkan akan diluncurkan secara bertahap di seluruh dunia.

Pengguna harus memastikan perangkat Wear OS mereka diperbarui ke versi Layanan Google Play terbaru untuk mendapatkan peringatan segera setelah peringatan tersebut tiba.

Menambahkan peringatan gempa bumi ke jam tangan pintar Wear OS merupakan evolusi alami dari komitmen Google untuk memanfaatkan teknologi, terutama AI, demi keselamatan publik.

Dengan memperluas fitur penyelamat nyawa ini di luar ponsel, Google memastikan pengguna tetap mendapat informasi dan terlindungi di mana pun mereka berada atau apa yang sedang mereka lakukan.

Perusahaan tersebut telah mendedikasikan banyak sumber daya untuk memetakan kebakaran hutan, misalnya. (*/Armyanti)

...

Artikel Terkait

wave

Snapchat Luncurkan Langganan Lens Plus, Memberi Pengguna Akses ke Ratusan Lensa AR

Snapchat telah memperkenalkan langganan Snapchat Plus baru yang dijuluki "Lens Plus" memberi pengguna pengalaman AR

Google Memberikan Kekuatan AI Baru untuk Drive, Disebut PDF Summary Cards, Inilah Cara Kerjanya

Google menambahkan fitur yang disebut PDF Summary Cards ke Google Drive, memberi ringkana informasi yang relevan tentang file PDF

Tronsmart Luncurkan Halo 300, Speaker untuk Pesta yang Memberikan Suara 240 W dengan Daya Tahan Baterai hingga 20 Jam

Tronsmart memperkenalkan speaker baru yang disebut Halo 300, dapat memberikan suara 240 W dengan daya baterai hingga 20 jam

Visi Qualcomm untuk Kacamata Pintar: Menyingkirkan Kebutuhan Akan Konektivitas dengan Ponsel dan Internet

Qualcomm menyampaikan visi mereka tentang kacamata pintar yang tidak perlu terhubung ke internet atau ponsel pintar

Roku Memperluas Jajaran TV Mereka untuk Tahun 2025, Memperkenalkan Sejumlah Model Baru

Roku memperluas jajaran produk 2025-nya dengan memperkenalkan model baru dari seri Roku Select, Roku Plus, dan Roku Pro

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;