Pengumuman Hasil Rapat The Fed Akibatkan Nilai tukar Rupiah Melemah

<p>Ilustrasi kontan.co.id</p>
Ilustrasi kontan.co.id

Ekonomi, gemasulawesi- Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Kamis 4 November 2021. Rupiah dibuka di Rp14.322 per USD, melemah dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.313 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus melemah usai pembukaan hingga ke posisi Rp14.337 per USD. Meski sempat menguat di Rp14.309 per USD, namun Rupiah kembali melemah dan saat ini berada di Rp14.323 per USD.

Baca juga: Akibat Lonjakan Covid 19, Rupiah Anjlok ke Rp 14.390

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya menilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  setelah pengumuman hasil rapat The Federal Reserve (The Fed) dini hari tadi.

Baca juga: Minyak Kelapa Sawit Diklaim Sumbang Devisa USD 15 Miliar

“Untuk hari ini mungkin rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp14.242 dan Rp14.320, merespon hasil rapat FOMC tadi malam, yang secara umum sudah diperkirakan secara luas,” kata Rully, Kamis 4 November 2021.

Baca juga: Perdagangan Spot Rupiah Melemah, Nilai Tukar Rp14.387 per Dolar AS

The Fed menyatakan akan mulai melakukan pengurangan stimulus pada November ini dan kemungkinan tidak memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat. Bank sentral AS itu mengumumkan pemotongan bulanan USD15 miliar menjadi USD120 miliar dalam pembelian bulanan obligasi pemerintah dan sekuritas yang didukung hipotek, tetapi tidak banyak memberi sinyal kapan mungkin bank sentral memulai fase berikutnya dari “normalisasi” kebijakan dengan menaikkan suku bunga.

Baca juga: Perdagangan Spot Rupiah Melemah, Nilai Tukar Rp14.387 per Dolar AS

“Pasar juga akan mengamati pergerakan indeks USD dan yield US Treasury dalam merepons pengumuman The Fed,” ujar Rully.
Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menunggu publikasi data Produk Domestik Bruto atau PDB kuartal III 2021 pada Jumat (5/11) besok. “Kami memperkirakan PDB Indonesia akan melambat ke sekitar 4,16 persen dari 7,07 persen,” kata Rully.

Baca juga: Lima BUMN Sumbang Deviden 90,6 Persen ke RI Tahun 2020

Baca juga: Kasus Tukar Anak dengan Barang Bukan Pertama Kali Terjadi di Makassar

 

...

Artikel Terkait

wave

LAPAN Sebut Peristiwa Matahari Terbit Dari Utara Wajar

LAPAN menyebutkan video viral matahari terbit dari utara, diunggah seorang guru sekolah ke Media Sosial, merupakan peristiwa wajar.

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Gempa berkekuatan magnitudo 5,2 guncang Melonguane, Provinsi Sulawesi Utara, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami, Minggu 6 Juni 2021

Gempa Magnitudo 5,3 Konawe, Dirasakan di Kendari

Gempa magnitude 5,3 di Konawe, getarannya turut dirasakan di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Banjir, Ratusan Warga Kota Gorontalo Mengungsi

Sungai Bone meluap lagi, ratusan warga Kota Gorontalo mengungsi.

Demo Tolak TKA di Kendari Sulawesi Tenggara Berakhir Ricuh

Aksi unjuk rasa penolakan TKA di Kantor Imigrasi Kelas I A Kendari Sulawesi Tenggara, berakhir ricuh Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Banggai

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;