Tetap Lakukan Latihan Terbang Formasi Meski 2 Pesawat Jatuh, TNI AU Sebut Karena Prajurit Harus Terlatih dalam Keadaan Apapun

<p>Ket. Foto : TNI AU Sebut Latihan Terbang Formasi Tetap Dilakukan<br />
(Foto/X/@MukarromahNur78)</p>
Ket. Foto : TNI AU Sebut Latihan Terbang Formasi Tetap Dilakukan (Foto/X/@MukarromahNur78)

Nasional, gemasulawesi – Setelah 2 hari yang lalu, 2 buah pesawat TNI AU yang berjenis Super Tucano diketahui jatuh di Pasuruan yang mengakibatkan 4 orang prajurit TNI AU tewas.

Pada hari ini, tanggal 18 November 2023, TNI AU menyatakan mereka tidak akan menghentikan jadwal latihan formasi yang telah disusun bagi para penerbangnya meskipun baru saja terjadi tragedi jatuhnya pesawat.

TNI AU menegaskan keputusan ini diambil karena setiap prajurit TNI AU harus terlatih dalam keadaan apapun.

Baca: Prabowo Tidak Bisa Ikut Uji Publik Muhammadiyah, TKN Sebut Telah Negosiasi Waktu

Kadispenau Marshal Agung Sasongkojati saat ditemui wartawan hari ini menyampaikan mengenai latihan formasi adalah bagian dari sandang dan pangan sebagai penerbang militer.

“Kami tidak akan melakukan pengurangan latihan atau mungkin akan melakukan lebih banyak pendalaman mengenai formasi,” katanya.

Agung juga membeberkan jika latihan terbang formasi termasuk salah satu hal yang telah diajarkan oleh TNI AU kepada para penerbang sejak latih dasar.

Baca: Kunjungan ke Jambi, Gibran Sebut Banyak Alasan Maju Sebagai Cawapres di Usia Muda

“Latihan terbang juga diperlukan karena berkaitan menunaikan tugas menjaga kedaulatan bangsa, sehingga tidak bisa pihak TNI AU menghentikannya begitu saja karena insiden yang terjadi kemarin,” tegasnya.

TNI AU juga dikabarkan hanya akan melakukan grounded kepada seluruh pesawat Super Tucano untuk memastikan jika pesawat tidak memiliki masalah teknis.

Insiden pesawat terbang ini pertama kali tersiar di hari Kamis siang setelah beredarnya sebuah video amatir dari warga yang menemukan puing pesawat.

Baca: Telah Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ini Jumlah Kekayaan Wamenkumham Eddy Hiariej Berikut Rinciannya

Warga sekitar lereng Gunung Bromo mengakui mendengar suara dentuman keras setelah sebelumnya melihat pesawat terbang melintas di daerah mereka.

2 pesawat TNI AU itu diketahui jatuh di wilayah perbukitan yang berbeda-beda dan membuat semua awak pesawatnya tewas.

Kedua pesawat terbang berasal dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, dan diketahui terpisah dari formasinya karena pengaruh cuaca buruk.

Baca: Firli Bahuri Akhirnya Hadir untuk Pemeriksaan, Berikut Ini Timelinenya Dipanggil Dewan Pengawas KPK dan Polda Metro Jaya

Kemarin, tanggal 17 November 2023, keempat jenazah awak pesawat telah dimakamkan secara militer dan juga mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi karena gugur saat menjalankan tugasnya.

Sejauh ini, TNI AU masih mencari black box pesawat untuk mengetahui apa persisnya yang terjadi setelah sebelumnya berhasil menemukan recorder. (*/Mey)

 

 

...

Artikel Terkait

wave

Prabowo Tidak Bisa Ikut Uji Publik Muhammadiyah, TKN Sebut Telah Negosiasi Waktu

Kemarin, 18 November 2023, TKN menjelaskan telah melakukan negosiasi waktu ke PP Muhammadiyah uji publik Prabowo Subianto.

Kunjungan ke Jambi, Gibran Sebut Banyak Alasan Maju Sebagai Cawapres di Usia Muda

Kemarin, 17 November 2023, Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan alasannya maju sebagai cawapres di usia muda di Jambi.

Telah Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ini Jumlah Kekayaan Wamenkumham Eddy Hiariej Berikut Rinciannya

Berikut ini jumlah kekayaan yang dimiliki oleh Wamenkumham Eddy Hiariej beserta dengan rinciannya yang dilaporkan ke LHKPN.

Firli Bahuri Akhirnya Hadir untuk Pemeriksaan, Berikut Ini Timelinenya Dipanggil Dewan Pengawas KPK dan Polda Metro Jaya

Berikut ini timeline Firli Bahuri dipanggil Dewan Pengawas KPK dan Polda Metro Jaya hingga akhirnya hadir di tanggal 16 November 2023.

3 Prajurit TNI AU Dimakamkan, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Taman Pahlawan Suropati Malang

Hari ini, tanggal 17 November 2023, 3 prajurit TNI AU akan dimakamkan di TMP Suropati Malang dan terlihat bendera setengah tiang berkibar.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;