Pengemudi Mobil Berpelat Dinas TNI yang Arogan dan Ngaku Adik Jenderal Berhasil Ditangkap, Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Ribu

Pengemudi arogan yang gunakan mobil berpelat dinas TNI resmi ditahan.
Pengemudi arogan yang gunakan mobil berpelat dinas TNI resmi ditahan. Source: Foto/PMJ News

 

Nasional, gemasulawesi – Setelah sempat viral, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya akhirnya berhasil mengamankan seorang pengemudi mobil Fortuner berpelat dinas TNI yang terlibat dalam insiden arogan saat berkendara di Tol Jakarta-Cikampek.

Peristiwa ini menjadi viral di media sosial karena pengemudi mobil Fortuner yang arogan tersebut menggunakan pelat dinas TNI dan mengklaim sebagai adik seorang jenderal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil Fortuner itu kini telah diamankan di rumahnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Penyidik saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus ini.

Baca Juga:
Sebelumnya Telah Diperkirakan, Hamas Kutuk Veto AS yang Halangi Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

"Sopir mobil Fortuner arogan telah ditangkap dan masih sedang diselidiki lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dimintai konfirmasi.

Peristiwa ini bermula ketika Marsekal Muda (Purn) TNI Asep Adang Supriyadi melaporkan oknum pengemudi Fortuner tersebut ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka dengan dugaan pemalsuan pelat nomor milik TNI.

Kanit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Anggi Fauzi Hasibuan, membenarkan penetapan tersangka terhadap pelaku dengan inisial PWGA.

Baca Juga:
Serang Kota Gaza dengan Pesawat Tempur, Pertahanan Sipil Sebut 9 Orang Masih Hilang di Reruntuhan Bangunan

Atas aksinya tersebut, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap jika pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP terkait pemalsuan dokumen, yang mengindikasikan tindakan pelanggaran yang serius.

"Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 263 KUHP, terdapat ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun, serta Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengenakan denda sebesar Rp 500 ribu," jelasnya.

Motif di balik pemalsuan pelat nomor kendaraan ini, seperti yang diungkapkan oleh Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto, adalah untuk menghindari kebijakan ganjil-genap yang berlaku di DKI Jakarta.

Yusri juga menegaskan bahwa tindakan tersebut merugikan nama baik TNI dan masyarakat secara keseluruhan.

Baca Juga:
Terus Lakukan Edukasi, Pemkot Jaksel Pastikan Sudah Tidak Ada Lagi Penggunaan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai di Pasar Modern

Puspom TNI bersama kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku yang memalsukan pelat dinas TNI, mengingat hal ini bukan hanya melanggar hukum tetapi juga mencemarkan nama baik institusi TNI.

Yusri juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan atau memalsukan penggunaan pelat dinas TNI karena tindakan tersebut dapat dikenai sanksi pidana yang serius.

Kasus ini mencerminkan pentingnya penegakan hukum dan ketertiban dalam lalu lintas, serta perlunya kesadaran untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan atau hak-hak tertentu demi keuntungan pribadi.

Diharapkan, dengan penanganan yang serius dari pihak berwenang, kasus-kasus serupa dapat dicegah dan pelanggaran hukum dapat diminimalisir. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Korban Laporkan Pengemudi Fortuner Arogan yang Mengaku Adik Jenderal TNI ke Bareskrim Polri, Kuasa Hukum Jelaskan Alasan Kliennya Baru Lapor

Marcellina Irianti Deca yang merupakan korban pengemudi arogan berpelat nomor TNI laporkan pelaku ke Bareskrim Polri.

Diduga Pakai Plat Nomor Palsu, Pengemudi Fortuner Arogan dan Mengaku Sebagai Adik Jenderal TNI Terancam Pidana, Polisi: Ada Pasal Pidananya

Pengemudi Fortuner yang menggunakan plat nomor palsu dan ugal-ugalan di jalan kini harus menghadapi ancaman pidana usai dilaporkan.

Heboh Aksi Bentrok Anggota TNI AL dan Brimob di Pelabuhan Sorong Papua Barat, Lima Orang Alami Luka-Luka, Begini Kronologinya

Bikin heboh, begini kronologi penyebab bentrok antara anggota TNI AL dan Brimob di Pelabuhan Sorong Papua Barat.

Pusat Polisi Militer TNI Berhasil Identifikasi Pengemudi Mobil Dinas Berplat TNI yang Arogan di Jalan dan Mengaku Sebagai Adik Jenderal

Sempat viral pengendara arogan dan mengaku sebagai adik Jenderal, Puspom TNI berhasil identifikasi pelaku.

Viral Aksi Pengemudi Arogan dan Mengaku Sebagai Adik Jenderal, Puspom TNI Lakukan Pemeriksaan Database Nomor Registrasi Kendaraan

Pusat Polisi Militer atau Puspom TNI lakukan penyelidikan terhadap pengemudi berplat nomro TNI yang arogan di jalan dan mengaku adik TNI.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;