Kekayaan Fantastis Petinggi Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Intimidasi Jadi Sorotan, Capai Rp5,6 Miliar

Setelah dilaporkan atas dugaan intimidasi, kini kekayaan petinggi Bea Cukai Purwakarta yang cukup fantastis juga menjadi sorotan.
Setelah dilaporkan atas dugaan intimidasi, kini kekayaan petinggi Bea Cukai Purwakarta yang cukup fantastis juga menjadi sorotan. Source: Foto/Ilustrasi/Pexels

Nasional, gemasulawesi - Andreas, seorang pengacara dari Eternity Global Law Firm, melakukan klarifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kepemilikan harta yang fantastis oleh seorang petinggi Bea Cukai di Purwakarta, Jawa Barat.

Kekhawatiran Andreas muncul karena ada indikasi keterlibatan kliennya, Wijanto Tirtasana, dalam aliran dana yang dimiliki oleh oknum petinggi Bea Cukai tersebut, sebab sebelumnya keduanya pernah berbisnis bersama.

Menurut Andreas, klarifikasi ini dilakukan bersama rekan-rekan Advokatnya terkait laporan yang sebelumnya telah diajukan atas dugaan pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) oleh oknum Bea Cukai yang kini menjadi kepala Bea Cukai di Purwakarta, Jawa Barat.

Andreas memaparkan bahwa terlapor yang diidentifikasi dengan inisial REH dalam data e-LHKPN tahun 2017 mencatat harta senilai Rp 3,5 miliar.

Baca Juga:
Dianggap Otoriter, Para Guru dan Staff di SD Negeri 96 Kendari Lakukan Aksi Mogok Mengajar, Tuntut Kepala Sekolah Segera Dinonaktifkan

Namun pada LHKPN tahun 2021 jumlahnya melonjak drastis menjadi Rp 5,6 miliar. 

Rentang waktu dari tahun 2017 hingga 2022 juga mencatat kerjasama bisnis antara kliennya dengan REH. 

Saat itu, surat kesepakatan kerjasama menunjukkan bahwa terlapor mengklaim sebagai karyawan swasta, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Andreas menyatakan, "Klien kami sebelumnya berbisnis dengan oknum yang terlibat di Bea Cukai tersebut dan memiliki utang sebesar 7 miliar rupiah yang telah dibayarkan. Namun, klien kami dihadapkan pada intimidasi oleh aparat militer untuk mengakui bahwa hutang tersebut belum diselesaikan dan jumlahnya semakin bertambah."

Baca Juga:
Sempat Ditutup Akibat Terdampak Erupsi Gunung Ruang dan Tertutup Abu Vulkanik, Bandara Sam Ratulangi Manado Kini Kembali Beroperasi

Kekhawatiran yang muncul adalah apakah bisnis yang dilakukan klien Andreas merupakan bagian dari tindak pidana korupsi terhadap oknum Bea Cukai tersebut, mengingat lonjakan signifikan dalam kekayaan REH. 

Nilai aset yang dimiliki REH mencapai Rp 60 miliar, sebuah angka yang menimbulkan pertanyaan besar mengenai sumber dan legalitasnya.

Selain mengklarifikasi kepada KPK, Andreas juga telah melaporkan intimidasi yang dialami kliennya oleh oknum Bea Cukai ke beberapa lembaga, termasuk Kementerian Keuangan dan Direktorat Bea Cukai. 

Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa oknum Bea Cukai tersebut membawa anggota TNI untuk mengintimidasi WT terkait hutang sebesar Rp 7 miliar.

Baca Juga:
Lulusan Diharapkan Dapat Memiliki Kualitas Setara Internasional, Presiden Jokowi Meluncurkan PPDS Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Hari Ini

Menurut Andreas, kliennya memang memiliki hutang kepada REH yang merupakan modal awal untuk bisnis bersama. 

Namun, REH kemudian mengklaim itu sebagai hutang pribadi dan menagihnya dengan menggunakan intimidasi.

Pihaknya juga telah melaporkan oknum pejabat Bea Cukai ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik REH. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Pria Ini Tolak Bayar Pajak Rp26 Juta, Pilih Robek Tas Hermes yang Dibawanya dari Hongkong di Depan Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta

Ogah bayar pajak Rp26 juta, pria ini lebih memilih menyobek tas hermes miliknya di depan petugas bea cukai Bandara Soekarno Hatta.

Kekayaan Dirjen Bea Cukai Askolani Mendadak Jadi Sorotan Buntut Banyaknya Kasus Importir Barang yang Viral di Media Sosial, Capai Rp51,8 M

Kekayaan Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani  yang capai Rp51,8 miliar sedang menjadi sorotan imbas viralnya kasus  importir barang.

Ramai Soal Paket Mainan Megatron Milik Youtuber Medy Renaldy yang Rusak Usai Sempat Ditahan, Begini Tanggapan Ditjen Bea Cukai

Usai keluhan Youtuber Medy Renaldy viral, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akhirnya buka suara soal rusaknya paket mainan megatron.

Geger! Konten Kreator Medy Renaldy Keluhkan Pengiriman Paket Robot Megatron Miliknya yang Sempat Ditahan Bea Cukai dan Kemasan Dirusak

Sempat ditahan Bea Cukai, konten kreator Medy Renaldy keluhkan paket robot megatron miliknya diterima dalam kondisi rusak dan berantakan.

Ditahan Sejak Tahun 2022, Bea Cukai Bandara Soetta Akhirnya Serahkan Bantuan Alat Belajar untuk SLB dari Korea Selatan dan Bebas Bea Masuk

Usai viral, bantuan alat belajar untuk  SLB dari Korea Selatan yang ditahan Bea Cukai Bandara Soetta akhirnya dibebaskan dari bea masuk.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;