Skakmat Stafsus Menkomdigi, Fedi Nuril Beberkan Alasan Mengapa RUU TNI Berpotensi Kembalikan Dwifungsi ABRI

Potret aktor Indonesia, Fedi Nuril yang menjelaskan alasan RUU TNI berpeluang mengembalikan dwifungsi ABRI
Potret aktor Indonesia, Fedi Nuril yang menjelaskan alasan RUU TNI berpeluang mengembalikan dwifungsi ABRI Source: (Foto/Instagram/@fedinuril)

Nasional, gemasulawesi - Aktor ternama Indonesia, Fedi Nuril, baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI, khususnya terkait potensi kembalinya dwifungsi ABRI.

Pendapatnya ini ia sampaikan sebagai tanggapan terhadap pernyataan staf khusus Menkomdigi RI, Rudi Sutanto alias Rudi Valinka, yang sebelumnya membantah bahwa RUU TNI bisa menyebabkan kembalinya sistem dwifungsi seperti pada era Orde Baru.

Rudi Valinka menyampaikan bantahannya melalui cuitan di akun X resminya, @kurawa.

Dalam cuitannya, ia merespons kekhawatiran publik yang menilai bahwa pasal-pasal dalam RUU TNI berpotensi membuka peluang bagi prajurit aktif TNI untuk kembali memiliki peran ganda, baik di bidang pertahanan maupun di pemerintahan sipil.

Baca Juga:
Denny Siregar Nilai PDIP Sulit Jadi Oposisi Karena Punya 2 Faksi, Salah Satunya Selalu Pengen Dekat Kekuasaan

Rudi menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi, karena penempatan prajurit TNI sudah dibatasi hanya di beberapa institusi yang telah ditentukan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Fedi Nuril memberikan pandangan berbeda.

Melalui akun X resminya, @realfedinuril, pada Senin, 17 Maret 2025, Fedi menyarankan agar Rudi membaca ulang naskah akademik RUU TNI.

Fedi menyoroti bagian tertentu dalam dokumen tersebut yang, menurutnya, menunjukkan adanya celah bagi kembalinya dwifungsi ABRI.

Baca Juga:
Projo Sebut Jokowi Bisa Saja Hancurkan PDI Perjuangan Jika Terus Diganggu, Politikus PDIP: Wuih Ngeri

Fedi mengutip salah satu bagian dalam naskah akademik RUU TNI yang berbunyi, "Presiden selaku kepala pemerintahan dan panglima tertinggi atas angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara berwenang menempatkan prajurit aktif TNI pada kementerian/lembaga lain yang memerlukan guna melaksanakan tugas pemerintahan secara optimal."

Menurutnya, bagian ini bisa diartikan bahwa selain 16 institusi yang sudah ditetapkan, presiden tetap memiliki kewenangan untuk menempatkan prajurit aktif TNI di kementerian atau lembaga lain yang dianggap perlu.

Hal ini membuka kemungkinan bagi peran ganda prajurit TNI di luar bidang pertahanan.

"Coba lo baca naskah akademik RUU TNI sampai di bagian yang gue highlight. Kalimat itu bisa diartikan, selain 16 institusi yang lo cantumin, presiden ‘berwenang menempatkan prajurit aktif TNI pada kementerian/lembaga lain yang memerlukan…’," tulis Fedi dalam cuitannya, menanggapi pernyataan Rudi Valinka.

Baca Juga:
Denny Siregar Sebut PDIP Harus Siap Ditinggal Simpatisan usai Ada Kadernya Bela Rapat RUU TNI di Hotel Mewah

Pendapat Fedi ini mendapat perhatian luas di media sosial.

Banyak warganet yang mendukung pandangannya dan merasa bahwa klausul dalam RUU TNI tersebut memang bisa memberikan kekuasaan lebih kepada presiden dalam menentukan peran TNI di pemerintahan sipil.

Salah satu warganet dengan akun @ale*** turut merespons cuitan Fedi dengan menyuarakan kekhawatirannya.

Akun tersebut bahwa pasal tersebut bisa saja membuka celah bagi presiden untuk menjalankan pemerintahan dengan gaya "semau gue."

Baca Juga:
Said Didu Soal DPR yang Lakukan Rapat RUU TNI di Hotel Mewah: Rakyat Bisa Ngamuk atas Kelakukan Kalian!

"Nahh itu dia, ini kan sama aja semau presiden. Masa iya menjalankan pemerintahan secara ‘semau gue’?" tulis akun tersebut dalam balasannya terhadap cuitan Fedi.

Diskusi mengenai RUU TNI ini pun semakin berkembang di media sosial, dengan berbagai pihak menyampaikan pandangan mereka mengenai dampak jangka panjang yang mungkin terjadi jika RUU tersebut disahkan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Denny Siregar Nilai PDIP Sulit Jadi Oposisi Karena Punya 2 Faksi, Salah Satunya Selalu Pengen Dekat Kekuasaan

Pegiat medsos, Denny Siregar menyoroti adanya dua faksi di dalam PDI Perjuangan yang membuat PDIP susah jadi oposisi

Projo Sebut Jokowi Bisa Saja Hancurkan PDI Perjuangan Jika Terus Diganggu, Politikus PDIP: Wuih Ngeri

Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh pihak Projo terkait polemik PDIP dan Jokowi

Ferry Irwandi Nilai RUU TNI Adalah Hal Paling Buruk di Republik Indonesia, Sebut Tidak Ada Satu pun Sisi Baiknya

Konten kreator, Ferry Irwandi turut memberikan pandangannya terkait pembahasan RUU TNI yang dilakukan oleh DPR di hotel mewah

Said Didu Soal DPR yang Lakukan Rapat RUU TNI di Hotel Mewah: Rakyat Bisa Ngamuk atas Kelakukan Kalian!

Pegiat media sosial, Said Didu menyoroti DPR RI yang melakukan rapat pembahasan RUU TNI di sebuah hotel mewah di Jakarta

Denny Siregar Sebut PDIP Harus Siap Ditinggal Simpatisan usai Ada Kadernya Bela Rapat RUU TNI di Hotel Mewah

Pegiat medsos, Denny Siregar menyoroti pembelaan terhadap rapat RUU TNI di hotel merah yang disampaikan kader PDIP, Utut Adianto

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;