Serangan KKB di Yahukimo Tewaskan Seorang Guru, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Pastikan Beri Bantuan Keluarga Korban

Potret proses evakuasi jenazah guru korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo
Potret proses evakuasi jenazah guru korban serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo Source: (Foto/ANTARA FOTO/HO-Dispenad/YU)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Pendidikan Dasar (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyoroti peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Penyerangan tersebut menyebabkan jatuhnya korban, termasuk seorang guru yang meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, sebelumnya mengonfirmasi bahwa insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka. Korban yang meninggal dunia diketahui seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru.

Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap tenaga pendidik yang bertugas di wilayah Papua.

Baca Juga:
Berpotensi Sama dengan Muhammadiyah, Kemenang Ungkap Tanggal Hari Raya Idul Fitri 2025 versi Pemerintah

Menanggapi hal ini, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya menemui keluarga guru yang menjadi korban tewas akibat penyerangan KKB.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap tenaga pendidik yang bertugas di daerah-daerah terpencil, terutama di wilayah yang memiliki potensi konflik tinggi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya guru SD bernama Rosalina Rerek Sogen.

Guru tersebut berasal dari Desa Lewotala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di daerah yang cukup sulit dijangkau.

Baca Juga:
Guntur Romli Pesimis Kabareskrim Polri Bisa Mengusut Teror Kepala Babi kepada Wartawan, Begini Alasannya

"Kami menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang guru karena serangan KKB. Kami di kementerian nanti akan menemui keluarga korban di NTT dan berusaha untuk memberikan bantuan secara material," ujar Abdul Mu'ti di Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.

Meninggalnya Rosalina menambah kekhawatiran mengenai keamanan tenaga pendidik yang bertugas di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.

Tidak sedikit guru yang harus menghadapi tantangan berat, termasuk kondisi geografis yang sulit, keterbatasan fasilitas, dan ancaman keamanan yang nyata seperti yang terjadi di Yahukimo.

Selain itu, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan perlindungan bagi tenaga pendidik yang bertugas di daerah rawan konflik.

Baca Juga:
AHY Pastikan RUU TNI Tidak Mengarah ke Dwifungsi ABRI, Sebut Justru Batasi Keterlibatan Prajurit di Sipil

Kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya, di mana guru menjadi sasaran kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di Papua.

Abdul Mu'ti berharap agar kekerasan terhadap tenaga pendidik tidak terulang lagi.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun generasi muda dan seharusnya mendapatkan perlindungan yang lebih baik, terutama mereka yang mengajar di daerah-daerah terpencil yang penuh dengan tantangan. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Berpotensi Sama dengan Muhammadiyah, Kemenang Ungkap Tanggal Hari Raya Idul Fitri 2025 versi Pemerintah

Kemenag RI memprediksi bahwa jadwal Idul Fitri 2025 versis pemerintah akan sama seperti versi Muhammadiyah, begini penjelasannya

Guntur Romli Pesimis Kabareskrim Polri Bisa Mengusut Teror Kepala Babi kepada Wartawan, Begini Alasannya

Politikus PDIP, Guntur Romli mengaku pesimis saat tau Kapolri memerintahkan Kabareskrim Polri mengusut teror kepala babi kepada wartawan

AHY Pastikan RUU TNI Tidak Mengarah ke Dwifungsi ABRI, Sebut Justru Batasi Keterlibatan Prajurit di Sipil

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menilai bahwa UU TNI yang baru saja disahkan tidak akan mengembalikan dwifungsi ABRI

Belum Lama Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Mengaku Siap Mengundurkan Diri Jika Ada Sosok yang Mampu Menggantikannya

Dirut PT PFN, Ifan Seventeen mengaku dirinya siap mengundurkan diri jika ada sosok yang mampu menggantikannya sebagai Dirut PFN

Tak Ingin Ditahan di Rutan KPK, Hasto Kristiyanto Ingin Penahanannya Dilakukan di Salemba, Begini Alasannya

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengajukan permohonan pemindahan penahanan dari rutan KPK ke rutan Salemba Jakarta Pusat

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;