AHY Pastikan RUU TNI Tidak Mengarah ke Dwifungsi ABRI, Sebut Justru Batasi Keterlibatan Prajurit di Sipil

Potret Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ketika menghadiri suatu rapat
Potret Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ketika menghadiri suatu rapat Source: (Foto/Instagram/@agusyudhoyono)

Nasional, gemasulawesi - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menanggapi kekhawatiran publik mengenai potensi kembalinya dwifungsi ABRI akibat Undang-Undang (UU) TNI yang baru disahkan.

AHY menegaskan bahwa UU TNI yang baru ini tidak akan membawa Indonesia kembali ke era Orde Baru, di mana militer memiliki peran ganda dalam politik dan pemerintahan sipil.

"Tidak benar kalau kemudian ini (UU TNI) akan mengembalikan ke masa dwifungsi ABRI," jelas AHY di Jakarta, Sabtu, 22 Maret 2025.

AHY melihat bahwa munculnya kekhawatiran ini terjadi karena masih banyak narasi yang simpang siur di masyarakat.

Baca Juga:
Belum Lama Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Mengaku Siap Mengundurkan Diri Jika Ada Sosok yang Mampu Menggantikannya

Oleh sebab itu, ia mengajak publik untuk memahami isi UU TNI dengan lebih teliti sebelum menarik kesimpulan.

Menurut AHY, perlu ada pemahaman lebih lanjut mengenai perbedaan yang terdapat dalam UU TNI yang baru disahkan dibandingkan dengan aturan sebelumnya.

Ia menekankan bahwa tidak semua isu yang beredar di masyarakat benar adanya, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih sabar dan mendetail mengenai isi UU tersebut.

"Simpang siur narasi yang beredar di masyarakat dan sebetulnya kita harus bisa melihat dengan detail apa saja yang jadi perbedaan dari UU sebelumnya," sambung penjelasan AHY.

Baca Juga:
Tak Ingin Ditahan di Rutan KPK, Hasto Kristiyanto Ingin Penahanannya Dilakukan di Salemba, Begini Alasannya

Dalam penjelasannya, AHY juga menegaskan bahwa UU TNI yang baru justru memperketat aturan mengenai keterlibatan perwira aktif TNI dalam jabatan sipil.

Dengan adanya aturan ini, ruang lingkup perwira aktif dalam memasuki instansi sipil menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.

Hal ini, menurut AHY, merupakan langkah untuk memperjelas batasan dan koridor tugas TNI agar tidak lagi merambah ke jabatan dalam kementerian atau lembaga lain di luar yang telah diatur dalam UU.

Ia juga menyebut bahwa UU ini dirancang untuk memastikan profesionalisme TNI tetap terjaga sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Baca Juga:
Kepada Jokowi, Puan Maharani Sampaikan Poin Penting Hasil RUU TNI yang Sudah Disahkan Jadi Undang-undang

Di sisi lain, AHY memahami bahwa masih ada kesalahpahaman di kalangan masyarakat mengenai sejumlah pasal dalam UU TNI.

Hal ini mendorongnya untuk mengusulkan agar pemerintah dan pihak terkait lebih aktif dalam melakukan sosialisasi mengenai UU tersebut.

Dengan demikian, masyarakat dapat memahami tujuan utama dari revisi UU TNI dan menghindari kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan polemik. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Belum Lama Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Mengaku Siap Mengundurkan Diri Jika Ada Sosok yang Mampu Menggantikannya

Dirut PT PFN, Ifan Seventeen mengaku dirinya siap mengundurkan diri jika ada sosok yang mampu menggantikannya sebagai Dirut PFN

Tak Ingin Ditahan di Rutan KPK, Hasto Kristiyanto Ingin Penahanannya Dilakukan di Salemba, Begini Alasannya

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengajukan permohonan pemindahan penahanan dari rutan KPK ke rutan Salemba Jakarta Pusat

Kepada Jokowi, Puan Maharani Sampaikan Poin Penting Hasil RUU TNI yang Sudah Disahkan Jadi Undang-undang

Ketua DPR RI, Puan Maharani menjelaskan beberapa poin penting RUU TNI kepada Joko Widodo dan Ketum NasDem, Surya Paloh

Heboh Keamanan Bank Danamon Diduga Diretas, Nasabah Mengeluh Dapat Banyak Transaksi yang Tidak Dikenal

Terdapat dugaan peretasan di Bank Danamon yang sebabkan nasabah mendapati transaksi tak dikenal, begini respons pihak Danamon

Dianggap Tak Serius Tanggapi Teror Kepala Babi, Fedi Nuril Nilai Hasan Nasbi Tunjukkan Buruknya Komunikasi Pemerintah

Aktor Fedi Nuril menilai Hasan Nasbi tak serius dalam menanggapi teror kepala babi kepada wartawan Tempo baru-baru ini

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;