Dianggap Tak Serius Tanggapi Teror Kepala Babi, Fedi Nuril Nilai Hasan Nasbi Tunjukkan Buruknya Komunikasi Pemerintah

Potret Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi yang belakangan ini jadi sorotan publik
Potret Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi yang belakangan ini jadi sorotan publik Source: (Foto/Instagram/@dekade08)

Nasional, gemasulawesi - Aktor ternama Indonesia, Fedi Nuril menyoroti sikap Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi terkait teror kepala babi yang dikirim kepada wartawan Tempo.

Pernyataan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengenai teror kepala babi yang dikirim kepada wartawan Tempo menuai sorotan.

Alih-alih menunjukkan keprihatinan, Hasan justru memberikan tanggapan yang dianggap tidak pantas. 

Saat ditanya oleh awak media pada Jumat, 21 Maret 2025, ia dengan enteng menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak.

Baca Juga:
Heboh Temuan Beras yang Diduga Tak Sesuai Takaran, Satgas Pangan Polri Langsung Lakukan Penyelidikan

"Udah dimasak saja," kata Hasan Nasbi di hadapan awak media.

Pernyataan ini memunculkan kebingungan di antara wartawan yang hadir.

Awak media bahkan kembali mengonfirmasi tanggapan tersebut, mengingat kepala babi yang dikirim dalam kondisi tidak layak konsumsi. Namun, Hasan tetap mempertahankan pernyataannya dan tidak mengubah sikapnya.

Pernyataan Hasan yang terkesan meremehkan insiden tersebut pun menuai kritik. Salah satu yang memberikan tanggapan keras adalah aktor ternama Indonesia, Fedi Nuril.

Baca Juga:
Menhan Sebut RUU TNI Disahkan Bukan Permintaan Prabowo, Zainal Arifin Mochtar: Belain Presiden Harus Cerdas Dikit Pak

Melalui akun X resminya, @realfedinuril, pada Sabtu, 22 Maret 2025, Fedi mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Hasan.

Ia menilai bahwa tanggapan tersebut mencerminkan buruknya komunikasi pemerintah dalam menangani isu sensitif.

Menurut Fedi, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas komunikasi kepresidenan seharusnya lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama dalam menanggapi kasus yang berkaitan dengan ancaman terhadap jurnalis.

Ia juga menyoroti kurangnya empati yang ditunjukkan oleh Hasan dalam menghadapi situasi ini.

Baca Juga:
Puan Maharani Pastikan RUU TNI Tidak Mengubah Aturan Larangan Berbisnis dan Berpolitik bagi Prajurit

"Lagi-lagi pemerintah menunjukkan komunikasi yang buruk dengan tidak bersimpati. Ingat, Bang. Mulut Anda adalah mulut presiden!" tulis Fedi dalam cuitannya, sembari mengunggah ulang video pernyataan Hasan Nasbi.

Reaksi keras dari Fedi Nuril ini mendapat banyak perhatian di media sosial. Banyak warganet yang turut menyoroti bagaimana pemerintah merespons ancaman terhadap kebebasan pers.

Sejumlah pengguna X mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Hasan, dengan menilai bahwa ucapan tersebut justru menunjukkan sikap tidak serius dalam menghadapi teror terhadap jurnalis.

Situasi ini pun memicu perdebatan lebih luas mengenai bagaimana pemerintah menangani ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

Beberapa warganet menilai bahwa komunikasi yang kurang sensitif seperti ini dapat semakin memperburuk kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama dalam menjaga hak-hak dasar seperti kebebasan pers. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Heboh Temuan Beras yang Diduga Tak Sesuai Takaran, Satgas Pangan Polri Langsung Lakukan Penyelidikan

Satgas Pangan Polri melakukan penyelidikan terhadap temuan dugaan beras yang dijual tidak sesuai takaran pada kemasan

Menhan Sebut RUU TNI Disahkan Bukan Permintaan Prabowo, Zainal Arifin Mochtar: Belain Presiden Harus Cerdas Dikit Pak

Zainal Arifin Mochtar menanggapi pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin terkait pengaruh Presiden Prabowo di pengesahan RUU TNI

Puan Maharani Pastikan RUU TNI Tidak Mengubah Aturan Larangan Berbisnis dan Berpolitik bagi Prajurit

Ketua DPR RI, Puan Maharani menjelaskan bahwa RUU TNI tidak mengubah aturan larangan prajurit TNI untuk berbisnis dan berpolitik

Jika Terbukti Berencana, Komisi III DPR Setuju Hukuman Mati bagi Pelaku Penembakan 3 Polisi di Way Kanan Lampung

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengaku pihaknya setuju dengan hukuman mati untuk pelaku penembakan 3 polisi di Way Kanang Lampung

Guna Antisipasi Banjir dan Penurunan Tanah, Menteri PU Tegaskan Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa Berlanjut

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan bahwa pemerintah akan melanjutkan proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;