Heboh Keamanan Bank Danamon Diduga Diretas, Nasabah Mengeluh Dapat Banyak Transaksi yang Tidak Dikenal

Ilustrasi seseorang yang sedang menggunakan mesin ATM untuk bertransaksi
Ilustrasi seseorang yang sedang menggunakan mesin ATM untuk bertransaksi Source: (Foto/Pixabay/@dekade08)

Nasional, gemasulawesi - Kabar dugaan peretasan sistem keamanan Bank Danamon menghebohkan media sosial.

Sejumlah nasabah melaporkan adanya transaksi mencurigakan yang tidak mereka kenali, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan bank tersebut.

Salah satu yang pertama kali mengangkat isu ini adalah akun Instagram @gadingserpong.promo pada Rabu, 19 Maret 2025.

Menurut admin akun tersebut, ia sendiri merupakan nasabah Bank Danamon dan mengalami transaksi tidak dikenal pada kartu kreditnya.

Baca Juga:
Dianggap Tak Serius Tanggapi Teror Kepala Babi, Fedi Nuril Nilai Hasan Nasbi Tunjukkan Buruknya Komunikasi Pemerintah

Kejadian ini terjadi pada 18 Maret 2025, ketika ia tiba-tiba menerima SMS notifikasi transaksi yang mencurigakan. Saat memeriksa riwayat transaksi, ia menemukan banyak transaksi yang tidak dikenali.

"Tgl 18 Maret 2025 ini mimin tiba-tiba dapat SMS transaksi mencurigakan, mimin langsung cek history transaksi dan ternyata banyak transaksi yang tidak dikenal. Mimin langsung hub pihak CS lalu langsung di blokir kartunya, proses sanggah transaksi dan pergantian kartu kredit baru," tulis akun @gadingserpong.promo dalam unggahannya.

Setelah membagikan pengalamannya, admin akun tersebut menemukan bahwa ia bukan satu-satunya korban.

Beberapa nasabah lain, terutama pemilik kartu kredit JCB Bank Danamon, juga mengalami masalah serupa.

Baca Juga:
Heboh Temuan Beras yang Diduga Tak Sesuai Takaran, Satgas Pangan Polri Langsung Lakukan Penyelidikan

Keluhan mereka ramai dibagikan di media sosial, dengan banyak yang mempertanyakan sistem keamanan bank tersebut.

"Danamon Gimana Sih, masa nasabah malam ini yang punya kartu JCB rata-rata semua kebobolan ada trx ga dikenal? gimana sistem keamanan Danamon bobrok banget," tulis salah satu warganet dengan akun @ste*** yang turut menjadi korban.

Reaksi keras dari para nasabah ini memicu perhatian luas.

Banyak yang mempertanyakan bagaimana sistem keamanan perbankan bisa kecolongan hingga memungkinkan transaksi tak dikenal terjadi secara masif.

Baca Juga:
Menhan Sebut RUU TNI Disahkan Bukan Permintaan Prabowo, Zainal Arifin Mochtar: Belain Presiden Harus Cerdas Dikit Pak

Sebagian warganet bahkan khawatir bahwa kejadian ini merupakan bentuk peretasan terhadap sistem Bank Danamon, meski belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab sebenarnya.

Menanggapi lonjakan keluhan dari nasabah, pihak Bank Danamon akhirnya memberikan respons melalui akun media sosial Instagram resminya @mydanamon.

Dalam tanggapannya, bank tersebut meminta nasabah yang mengalami kendala untuk memberikan informasi lebih lanjut melalui pesan langsung agar keluhan mereka bisa segera ditindaklanjuti.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kamu alami, untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan, mohon meneruskan info lengkapnya melalui DM ya, terima kasih," balas akun resmi Bank Danamon kepada salah satu warganet.

Meskipun pihak bank telah merespons, banyak nasabah yang masih merasa cemas dan berharap ada penjelasan lebih rinci serta langkah konkret untuk memastikan keamanan dana mereka. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Dianggap Tak Serius Tanggapi Teror Kepala Babi, Fedi Nuril Nilai Hasan Nasbi Tunjukkan Buruknya Komunikasi Pemerintah

Aktor Fedi Nuril menilai Hasan Nasbi tak serius dalam menanggapi teror kepala babi kepada wartawan Tempo baru-baru ini

Heboh Temuan Beras yang Diduga Tak Sesuai Takaran, Satgas Pangan Polri Langsung Lakukan Penyelidikan

Satgas Pangan Polri melakukan penyelidikan terhadap temuan dugaan beras yang dijual tidak sesuai takaran pada kemasan

Menhan Sebut RUU TNI Disahkan Bukan Permintaan Prabowo, Zainal Arifin Mochtar: Belain Presiden Harus Cerdas Dikit Pak

Zainal Arifin Mochtar menanggapi pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin terkait pengaruh Presiden Prabowo di pengesahan RUU TNI

Puan Maharani Pastikan RUU TNI Tidak Mengubah Aturan Larangan Berbisnis dan Berpolitik bagi Prajurit

Ketua DPR RI, Puan Maharani menjelaskan bahwa RUU TNI tidak mengubah aturan larangan prajurit TNI untuk berbisnis dan berpolitik

Jika Terbukti Berencana, Komisi III DPR Setuju Hukuman Mati bagi Pelaku Penembakan 3 Polisi di Way Kanan Lampung

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman mengaku pihaknya setuju dengan hukuman mati untuk pelaku penembakan 3 polisi di Way Kanang Lampung

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;