Ribuan Ojol Gelar Aksi di DPR, 6.118 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Unjuk Rasa

Petugas saat mengawal aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.
Petugas saat mengawal aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Source: (Foto/ANTARA)

Nasional gemasulawesi - Sebanyak 6.118 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi para pengemudi ojek online di kawasan Gedung DPR/MPR dan Monas, Rabu.

Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut keterangan dari Polres Metro Jakarta Pusat.

"Jumlah personel yang dikerahkan untuk pengamanan unjuk rasa di Jakarta Pusat mencapai 6.118 orang," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa di wilayah Jakarta Pusat digelar oleh para pengemudi ojek online bersama sejumlah aliansi masyarakat, dengan titik kumpul utama di depan Gedung DPR/MPR RI serta kawasan Monas.

Baca Juga:
Pemohon Minta MK Hapus Kolom Agama dari KTP dan KK

"Pengamanan dilakukan guna memastikan proses penyampaian aspirasi berlangsung lancar," ucapnya.

Ia juga mengingatkan para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi.

Massa diimbau tidak melakukan pembakaran ban, merusak fasilitas umum, atau menutup jalan.

"Silakan menyampaikan pendapat, namun tetap dalam batas aturan hukum dan ketertiban umum. Kehadiran kami bertujuan agar semuanya berjalan aman dan kondusif," tegas Susatyo.

Terkait dengan rekayasa lalu lintas, pihak kepolisian menyebutkan bahwa pengalihan arus akan bersifat situasional.

Meski begitu, masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan DPR saat aksi berlangsung dan disarankan memilih jalur alternatif.

"Kami mohon pengertian dari masyarakat. Prioritas kami adalah menjaga keamanan dan kenyamanan bersama," katanya.

Dalam pernyataannya, Susatyo juga mengingatkan publik agar lebih berhati-hati terhadap informasi palsu atau hoaks yang beredar di media sosial, karena hal tersebut bisa memicu keresahan.

Ia menambahkan bahwa petugas yang dikerahkan dalam pengamanan aksi tidak dibekali senjata api dan menjalankan tugasnya secara profesional serta mengedepankan pendekatan humanis terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicakono, mengungkapkan bahwa aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online pada Rabu (17/9) siang difokuskan di dua titik, yakni Gedung Kementerian Perhubungan dan Gedung DPR/MPR RI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan pengemudi ojol membawa sekitar tujuh tuntutan. Di antaranya adalah dorongan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2025–2026.

Tuntutan lainnya mencakup permintaan penurunan potongan biaya layanan oleh aplikator menjadi 10 persen, pengaturan tarif pengantaran barang dan makanan, audit atas potongan lima persen yang dinilai tidak transparan, serta desakan kepada Kapolri untuk mengusut secara tuntas insiden yang terjadi pada 28 Agustus 2025. (ANTARA)

...

Artikel Terkait

wave

Pemohon Minta MK Hapus Kolom Agama dari KTP dan KK

Pemohon minta hapus data agama di KTP dan KK karena risiko diskriminasi dan pelanggaran hak asasi warga.

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Kuota Haji, Pansus DPR Soroti Pembagian Tambahan yang Menyimpang

KPK dan DPR mengusut dugaan korupsi kuota haji 2023–2024, termasuk jual beli kuota dan pelanggaran aturan pembagian.

KPK Benarkan Pengembalian Uang oleh Khalid Basalamah dalam Kasus Kuota Haji

KPK mengonfirmasi pengembalian dana oleh Khalid Basalamah terkait kuota haji, serta ungkap kerugian negara capai Rp1 triliun.

Komisi II Desak Mendagri Hentikan Pemangkasan Dana Transfer Daerah

Ketua Komisi II DPR minta Mendagri hentikan pengurangan dana transfer demi menjaga ekonomi dan stabilitas daerah.

Keluarga Desak Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Kepala Cabang Bank di Jakarta

Keluarga MIP mendorong polisi segera ungkap motif penculikan dan pembunuhan, libatkan 15 tersangka termasuk anggota TNI.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;