Capai 367 Kasus, HIV AIDS Banggai Sulteng Alami Peningkatan

waktu baca 2 menit
Capai 367 Kasus, HIV AIDS Banggai Alami Peningkatan (Foto: Illustrasi HIV/AIDS)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut, kasus HIV AIDS alami peningkatan hingga mencapai 367 kasus.

“Hingga saat ini, sudah 367 kasus. Angka itu telah sesuai estimasi kami pada tahun 2016. Dimana, kasus HIV AIDS Banggai Sulteng mencapai 319 kasus,” ungkap Sekretaris KPA HIV AIDS Kabupaten Banggai Rampia Laamiri, usai rapat koordinasi secara virtual bersama KPA Provinsi Sulawesi Tengah di ruang rapat khusus Kantor Bupati Banggai, Selasa 29 September 2020.

Ia melanjutkan, tahun 2020 jumlah kasus HIV 35 orang, AIDS 16 orang dan meninggal enam orang.

Untuk tahun 2020 kata dia, ada penurunan dibandingkan tahun 2019 yang hanya tercatat kasus HIV 42 orang, AIDS 23 orang dan meninggal sembilan orang.

“Kami terus melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyakit HIV/AIDS. Maka, diingatkan untuk tidak menggunakan narkoba dan hindari pergaulan bebas,” tegasnya.

Sekretaris KPA Kabupaten Banggai itu memastikan tak ada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang tertular penyakit yang disebabkan SARS-CoV-2 di daerah ini.

Baca juga: Pemprov Sulteng Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19

“Dari hasil pemantauan, tidak ada yang tertular covid-19,” terangnya.

Sementara itu, penderita virus HIV AIDS di Sulteng baru terdeteksi tidak sampai separuhnya dengan persentase hanya 45 dari dari estimasi kasus HIV di Provinsi Sulteng tahun 2016, yang sejumlah kurang lebih 4.189  kasus.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, temuan kasus HIV AIDS secara keseluruhan mulai dari tahun 2002 hingga April tahun 2020, mencapai 1.905 kasus.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada rapat koordinasi virtual Komisi Penanggulangan HIV AIDS Provinsi dan Kabupaten dan Kota se-Sulteng mengatakan, dengan masih adanya peningkatan dari penemuan kasus.

Maka, masih diperlukan sosialisasi yang dilanjutkan dengan konseling dan tes HIV AIDS secara sukarela.

“Melalui koordinasi dan kerja sama yang baik, laju perkembangan epidemi HIV AIDS bisa ditekan menuju Tiga Zeroes. Yaitu Zero New HIV Infection, Zero Stigma and Discrimination dan Zero AIDS Related Death,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini kasus HIV AIDS yang sudah ditemukan belum semua terobati dan yang diobati masih banyak yang drop out.

Ia menambahkan, hal ini berkaitan dengan ketersediaan sumber daya yang semuanya membutuhkan biaya operasional. (***)

Baca juga: Parimo Masih Berstatus Zona Kuning Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.