Parimo Tanggung Biaya Pendidikan Tinggi 51 Anak KAT

<p>Foto: Bupati Parimo Sematkan Almamater ke Anak Bela Negara Komunitas Adat Terpencil Parimo di Tinombo Selatan, Senin 28 September 2020.</p>
Foto: Bupati Parimo Sematkan Almamater ke Anak Bela Negara Komunitas Adat Terpencil Parimo di Tinombo Selatan, Senin 28 September 2020.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menanggung biaya pendidikan tinggi 51 anak Komunitas Adat Terpencil (KAT).

“Saya sangat berterima kasih kepada Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Indonesia Timur (UIT) yang sudah menerima mahasiswa baru, untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. Ini merupakan kerjasama bersama Pemda Parimo,” ungkap Bupati Parimo H Samsurizal Tombolotutu, saat penyematan almamater ke anak KAT di Rumah Raja Tombolotutu Kecamatan Tinombo, Senin 28 September 2020.

Ia mengatakan, daerah menitipkan putra putri Anak Bela Negara KAT kepada Rektor Untad, untuk digembleng menjadi orang yang berguna bagi diri mereka sendiri. Bukan hanya tujuan itu saja, tetapi juga untuk mengangkat derajat KAT.

Pihaknya berpesan kepada para calon mahasiswa baru untuk benar-benar giat dan serius dalam menjalani pendidikan untuk mewujudkan cita-cita.

“Saya meminta kepada para rektor dan dosen, ajarilah mereka untuk merubah karakter menjadi mahasiswa yang cerdas sesuai Prodi yang mereka ambil. Besar harapan kami, kiranya mereka ini bisa sukses dan bisa meraih impian mereka,” tuturnya.

Baca juga: Plt Walikota Palu Sulteng Pasha Ziarah Pemakaman Massal Poboya

Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT) Suriati mengatakan, ini merupakan gagasan yang tak mudah dari Pemda Parimo yang sudah mau mengangkat derajat KAT dengan menanggung biaya pendidikan mereka.

Ia mengatakan, Pemda Parimo sangat mulia. Sebab, bisa memberdayakan anak di daerah terpencil untuk mengenyam pendidikan. Olehnya, pihaknya merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama.

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP pun mengamininya. Dengan adanya kepedulian Pemda terhadap derajat KAT yang merupakan generasi pioner.

Tidak menuntut kemungkinan mereka akan bisa bersaing dengan anak muda yang ada di kota.

“Kami harap ini merupakan langkah yang tepat dilakukan Pemda Parimo,” sebutnya.

Diketahui sebelumnya, Untad dan UIT sudah mendatangani MoU dan kerjasama dengan Pemda Parimo.

Kerjasama itu untuk menyekolahkan Anak Bela Negara KAT untuk digembleng di perguruan tinggi.

Hal ini bertujuan agar ada generasi muda Komunitas Adat Terpencil di Parimo Sulteng, bisa meraih cita-cita meraka.

Baca juga: Kawal Pilkada di Titik Rawan, Polres Parimo Sulawesi Tengah Koordinasi Satgas Tinombala

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Sulteng Tambah Sembilan Kasus Baru Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut terdapat tambahan sembilan kasus baru virus corona.

Pemprov Sulteng Tambah Rumah Sakit Darurat Covid-19

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tambah rumah sakit darurat covid-19.

Pilkada 2020, Kapolda Sulteng Tuntut Personel Netral

Kepala Kepolisian daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Inspektur Jenderal (Irjen) Abdul Rakhman Baso menegaskan kepada seluruh anggota personel untuk  netral pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Kawal Pilkada di Titik Rawan, Polres Parimo Koordinasi Satgas Tinombala

Polres Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut akan berkoordinasi dengan Satgas Tinombala terkait pengamanan khusus Pilkada serentak di titik rawan.

Plt Walikota Palu Pasha Ziarah Pemakaman Massal Poboya

Peringati dua tahun pasca bencana, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu bersama Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setempat, melakukan ziarah ke kuburan massal di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;