Menelusuri Bagaimana Sosok Anies Baswedan Ketika Masa Muda dan Jejak Riwayat Pendidikannya Ternyata Seorang Aktivisme yang Luar Biasa

<p>Ket Foto: Anies Baswedan Seorang Calon Presiden RI Tahun 2024 (Foto/Pinterest @eyeone)</p>
Ket Foto: Anies Baswedan Seorang Calon Presiden RI Tahun 2024 (Foto/Pinterest @eyeone)

Nasional, gemasulawesi – Anies Baswedan adalah sosok yang saat ini dikenal sebagai politisi dan mantan Gubernur DKI Jakarta, memiliki latar belakang pendidikan dan aktivisme yang luar biasa.

Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969 di Kuningan, Jawa Barat, Anies Baswedan tumbuh dalam keluarga akademisi, dengan ayahnya yang bernama Rasyid Baswedan sebagai mantan dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia dan ibunya bernama Aliyah Rasyid, sebagai guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Pendidikan Anies Baswedan dimulai di usia dini, dan Anies Baswedan menempuh berbagai tingkatan sekolah dengan prestasi yang membanggakan.

Baca: Membongkar Kehidupan Pribadi Anies Baswedan Calon Presiden Tahun 2024, Ternyata Memiliki Kisah Menarik

Setelah menyelesaikan SD, Anies Baswedan melanjutkan ke SMP dan SMA Negeri 2 Yogyakarta.

Selama masa sekolah, Anies Baswedan aktif dalam berbagai organisasi, termasuk menjadi Ketua OSIS seluruh Indonesia pada tahun 1985.

Setelah lulus dari SMA, Anies Baswedan berkesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS di Amerika Serikat, di mana ia tinggal selama satu tahun di Milwaukee, Wisconsin.

Baca: Ini Dia Profil Biografi Singkat Anies Baswedan yang Merupakan Terkemuka di Indonesia dan Tengah Mencalonkan Dirinya Sebagai Presiden Republik Indonesia Tahun 2024

Pengalaman ini memperkaya pemahaman Anies Baswedan tentang dunia dan memperluas wawasannya.

Anies Baswedan kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Selama kuliah, ia tetap aktif dalam organisasi mahasiswa dan memainkan peran penting dalam membangun kembali Senat Mahasiswa yang sebelumnya dibekukan oleh pemerintah.

Baca: Jokowi Ajak Prabowo, Ganjar dan Anies Makan Siang di Istana Siang Ini, Cak Imin Sebut Penting Sebab Mampu Tumbuhkan Suasana Kekeluargaan

Masa kepemimpinannya ditandai dengan gerakan berbasis riset dan demonstrasi menentang kebijakan Sistem Dana Sosial Berhadiah pada tahun 1993.

Setelah lulus dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1995, Anies Baswedan mendapatkan beasiswa Fulbright untuk melanjutkan studi masternya di School of Public Affairs, Universitas Maryland, Amerika Serikat.

Anies Baswedan juga meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, yang hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi dalam ilmu politik.

Baca: Kisah Inspiratif Perjalanan Karir Anies Baswedan, dari Akademisi hingga Menjadi Pemimpin Jakarta yang Penuh Ambisi

Setelah lulus, Anies Baswedan melanjutkan studi doktoralnya di Northern Illinois University, fokus pada ilmu politik.

Dengan disertasinya yang berjudul “Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia,” Anies Baswedan berhasil meraih gelar doktor dan memperdalam pemahamannya tentang sistem desentralisasi pemerintahan di Indonesia.

Semua pencapaian pendidikan dan aktivisme masa muda Anies Baswedan membangun dasar yang kuat untuk karier politik dan pemimpinannya di masa mendatang. (*/CAM)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim                            

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

...

Artikel Terkait

wave

Membongkar Kehidupan Pribadi Anies Baswedan Calon Presiden Tahun 2024, Ternyata Memiliki Kisah Menarik

Jejak pribadi Anies Baswedan yang berasal dari keturunan Arab, dan kelangsungan hidupnya di tengah pandemi.

Mengulas Jejak Penuh Dedikasi Calon Presiden Ganjar Pranowo di Panggung Politik Indonesia

Berikut merupakan sebuah karir dari Calon Presiden Ganjar Pranowo selama ia berada di dunia politik Indonesia.

Deretan Prestasi Luar Biasa dan Terobosan Cemerlang yang Ditorehkan oleh Ganjar Pranowo Selama Memimpin Jawa Tengah

Berikut merupakan beberapa prestasi dari Ganjar Pranowo selama memimpin Jawa Tengah yang patut untuk dibanggakan.

Gibran Diisukan Telah Berwarna Kuning, Nusron Wahid Sebut Golkar Tidak Paksakan Kehendak

Terkait isu Gibran telah berwarna kuning, Nusron Wahid menyebutkan Partai Golkar tidak memaksakan kehendaknya.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;