Miliki Informasi Aliran Dana Terkait Syahrul Yasin Limpo ke NasDem, KPK Akui Tidak Bisa Jelaskan Darimana Mendapatkan Infonya

<p>Ket. Foto : KPK Tegaskan Tidak Dapat Menjelaskan Darimana Mendapatkan Informasi Aliran Dana dari Syahrul Yasin Limpo ke NasDem<br />
(Foto/Twitter/@JakaAdy/Instagram/@syasinlimpo)</p>
Ket. Foto : KPK Tegaskan Tidak Dapat Menjelaskan Darimana Mendapatkan Informasi Aliran Dana dari Syahrul Yasin Limpo ke NasDem (Foto/Twitter/@JakaAdy/Instagram/@syasinlimpo)

Nasional, gemasulawesi – Syahrul Yasin Limpo telah resmi ditahan setelah sebelumnya dijemput paksa oleh KPK malam sebelumnya.

Diketahui jika Syahrul Yasin Limpo terlibat dalam korupsi yang terjadi di Kementerian Pertanian yang pernah dipimpinnya dan berhasil dibongkar oleh KPK.

Menurut KPK, Syahrul Yasin Limpo atau SYL meminta sejumlah uang kepada para pejabat eselon 1 dan 2 yang menjadi salah satu kebijakan baru baginya.

Baca: Sinyal Kerap Dikeluhkan Penumpang, KCIC Ungkap Saat Ini sedang Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Provider untuk WiFi di Kereta Cepat Whoosh

Uang yang jika ditotal mencapai milyaran rupiah tersebut digunakan oleh Syahrul Yasin Limpo untuk keperluan pribadinya seperti membayar cicilan kartu kredit dan juga mobil alphard yang dimilikinya.

Diketahui jika penangkapan ini mengejutkan banyak pihak, bahkan NasDem yang menjadi partai SYL menanyakan kenapa KPK harus terburu-buru melakukannya.

KPK juga dilaporkan melakukan penangkapan tersebut dengan alasan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

Baca: Terkait Penangkapan Syahrul Yasin Limpo oleh KPK Tadi Malam, Jokowi Tegaskan Proses Hukum Memang Harus Dijalani 

NasDem mengakui jika terdapat uang 20 juta rupiah yang ditransferkan oleh Syahrul Yasin Limpo kepada partai yang merupakan sumbangan bencana.

Dalam konferensi pers penahanan SYL tadi malam, 13 Oktober 2023, KPK menyebutkan menemukan dugaan aliran dana dari eks Mentan tersebut ke Partai NasDem yang jumlahnya hingga mencapai milyaran rupiah.

Mengetahui kabar ini, KPK menyatakan jika mereka akan mendalami dugaan aliran uang tersebut.

Baca: Akan Diusut Hingga Tuntas, Polda Metro Jaya Sebut Perkara Pemerasan Firli Bahuri Terhadap Syahrul Yasin Limpo Merupakan Kasus yang Berbeda

“ KPK belum memutuskan apakah akan meminta NasDem mengembalikannya atau akan melakukan tindakan lain,” kata Ketua KPK, Alexander Marwata.

Alex menyatakan jika pihaknya memiliki informasi aliran dana tersebut, namun, dalam kesempatan yang sama, dia menjelaskan jika KPK tidak dapat menjelaskannya lebih lanjut.

Aliran uang dari Syahrul Yasin Limpo ke NasDem tersebut juga disebutkan untuk kepentingan Partai NasDem.

Baca: Dijemput Paksa Dadakan Tadi Malam, Pengacara Ungkap Syahrul Yasin Limpo Perlu Istirahat Sebagai Alasan Pemeriksaan Dihentikan Dini Hari Tadi

Syahrul Yasin Limpo sendiri resmi ditahan oleh KPK dari tanggal 13 Oktober 2023 hingga 2 November 2023.

Dalam kassus korupsinya ini, uang yang disetorkan setiap bulannya mulai dari 4.000 dolar AS hingga 10.000 dolar AS.

Diduga jika perbuatan ini telah dilakukan Syahrul Yasin Limpo dari tahun 2022 hingga 2023 hingga akhirnya terendus KPK.

Baca: Tanggapi Gubernur Lemhannas Gabung TPN Ganjar, Cak Imin Sebut Perlu Dicek Apakah Jabatannya Termasuk Struktural atau Politik

Bersama Syahrul Yasin Limpo, 2 anak buahnya yang lain juga ditetapkan menjadi tersangka.

Mereka adalah Kasdi Subagyono dan juga Muhammad Hatta. (*/Mey)

Editor: Muhammad Azmi Mursalim                    

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di: Google News

 

 

...

Artikel Terkait

wave

Sinyal Kerap Dikeluhkan Penumpang, KCIC Ungkap Saat Ini sedang Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Provider untuk WiFi di Kereta Cepat Whoosh

Nasional, gemasulawesi – Adanya kereta cepat Whoosh yang menempuh trayek Jakarta hingga Bandung ini diakui banyak pihak memudahkan mereka untuk melakukan perjalanan antara 2 kota. Namun, salah satu yang kerap dikeluhkan para penumpang adalah hilangnya sinyal yang kerap kali terjadi saat mereka sedang melakukan perjalanan dengan kereta cepat Whoosh. Saat ini, diketahui jika PT Kereta [&hellip;]

Terkait Penangkapan Syahrul Yasin Limpo oleh KPK Tadi Malam, Jokowi Tegaskan Proses Hukum Memang Harus Dijalani

Nasional, gemasulawesi – Kabar penangkapan eks Mentan, Syahrul Yasin Limpo, kemarin malam, 12 Oktober 2023, ikut menarik perhatian semua orang, termasuk Presiden Jokowi. Diketahui jika hari ini, 13 Oktober 2023, Jokowi bersama Plt Mentan pergi ke Indramayu untuk mengikuti panen raya di Jalan PLTU Indramayu, Desa Karanglayung, Sukra, Jawa Barat dan dalam kesempatan itu, Jokowi [&hellip;]

Akan Diusut Hingga Tuntas, Polda Metro Jaya Sebut Perkara Pemerasan Firli Bahuri Terhadap Syahrul Yasin Limpo Merupakan Kasus yang Berbeda

Nasional, gemasulawesi – Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus Firli Bahuri yang merupakan Ketua KPK yang diduga memeras Syahrul Yasin Limpo yang telah menjadi tersangka dalam kasus korupsi Kementerian Pertanian. Dalam kasus tersebut, Firli Bahuri disebutkan meminta sejumlah uang kepada Syahrul Yasin Limpo atau SYL terkait kasus korupsinya. Dan beberapa hari yang lalu juga [&hellip;]

Dijemput Paksa Dadakan Tadi Malam, Pengacara Ungkap Syahrul Yasin Limpo Perlu Istirahat Sebagai Alasan Pemeriksaan Dihentikan Dini Hari Tadi

Nasional, gemasulawesi – Kemarin malam, 12 Oktober 2023, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita Syahrul Yasin Limpo yang dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Syahrul Yasin Limpo merupakan eks menteri pertanian yang terlibat kasus korupsi di Kementerian Pertanian yang dahulu dipimpinnya. Diketahui jika penjemputan paksa Syahrul Yasin Limpo itu dikarenakan sebelumnya dia diketahui mangkir [&hellip;]

Tanggapi Gubernur Lemhannas Gabung TPN Ganjar, Cak Imin Sebut Perlu Dicek Apakah Jabatannya Termasuk Struktural atau Politik

Nasional, gemasulawesi – Kabar Andi Widjajanto bergabung sebagai TPN Ganjar Pranowo menarik perhatian banyak pihak termasuk Cak Imin. Cak Imin atau Muhaimin Iskandar yang diketahui adalah Ketua Umum PKB ini dalam kesempatan bertemu dengan wartawan di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik, ini mengatakan jika dirinya berharap jika Andi Widjajanto tidak akan memihak nantinya. Seperti yang [&hellip;]

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;