Ruhut Sitompul Mengaku Meminta Maaf Terkait Postingan Meme Anies

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Ruhut Sitompul mengaku meminta maaf terkait postingan meme Anies  kepada Panglima Patriot Komandan Revolusioner (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan terkait kontroversi postingan meme Gubernur DKI Jakarta Anie Baswedan mengenakan pakaian adat suku Dani, Papua. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Politikus Partai PDI-P Ruhut Sitompul mengaku meminta maaf saat bertemu dengan pelapor di salah satu stasiun televisi.

“Iya sudah minta maaf, saat sy dipertemukan dengan pelapor (di saluran TV). Sudahlah, sudah itu dari beberapa hari yang lalu,” ucap Ruhut Sitompul kepada wartawan, Sabtu 14 Mei 2022.

Lalu bagaimana dengan proses hukum yang sedang berlangsung dari kasus tersebut? Menanggapi hal itu, Ruhut menghormati proses hukum yang diambil oleh penggugat.

Ia mengatakan, bahwa dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada pihak kepolisan dan menghormati proses hukum yang diambil oleh pelapor.

“Tidak ada teguran dari PDIP terkait kontroversi yang dipicu oleh cuitan itu.Dia juga menegaskan bahwa dirinya sudah meminta maaf atas cuitan yang memuat foto Anies mengenakan pakaian adat Dani itu,” ucapnya.

Ruhut Sitompul sebelumnya pernah diamankan terkait yang mengenakan pakaian adat Dani, Papua. Panglima Tertinggi Patriot Revolusioner Petrodes Mega MS Keliduan menilai postingan meme Anies memakai pakaian ada Dani Papua oleh Ruhut tidak etis.

Mega menjelaskan alasannya melaporkan Ruhut Sitompul ke polisi. Mega menduga kalau Ruhut hanya mengunggah meme untuk mengolok-olok Anies.

Baca: Postingan Meme Anies Mengenakan Pakaian Adat Papua Beredar Luas

“Ruhut Sitompul itu adalah Pembully Anies. Ruhut mengunggah foto yang diduga diubah menggunakan wajah Anies, mengenakan pakaian adat Papua dan sebagai orang yang memiliki riwayat bullying terhadap Anies, diduga kuat foto tersebut digunakan untuk mengolok-oloknya,” Ucap Mega saat dihubungi pada hari Sabtu, 14 Mei 2022. 

Mega mengatakan, sebagai warga papua dia keberatan dengan cuitan Ruhut. Apalagi Ruhut menggunakan pakaian adat yang menjadi identitas Papua hanya untuk mengolok-olok Anies.

Menurutnya hal itu sangat tidak pantas pakaian adat Papua merupakan hal yang sakral dijadikan bahan untuk mengolok-olok lawan politik. (*)

Baca:Haul Guru Tua Yang Ke 54, Wali Kota Palu Sebut Guru Tua Pencerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.