Basri, Napiter Poso Ajak Kelompoknya Ikrar Setia Kepada NKRI

<p>Foto: Basri, Napiter Poso Ajak Kelompoknya Ikrar Setia Kepada NKRI.</p>
Foto: Basri, Napiter Poso Ajak Kelompoknya Ikrar Setia Kepada NKRI.

Gemasulawesi– Narapidana terorisme atau Napiter Poso, Muhammad Basri bin Barjo alias Bagong, telah mengucap ikrar setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena sudah tidak ada gunanya lagi berbuat kekerasan.

Menurutnya dalam video yang beredar Senin 4 Oktober 2021, lebih baik turun gunung dan kembali ke tengah-tengah masyarakat untuk membangun bangsa.

“Saya Basri atau Kang Basri atau Opa, buat ikhwan-ikhwan dan adik-adikku yang ada di Gunung Biru, khususnya. Imbauan kepada antum semua, kalau antum melihat ana seperti kakak antum, ana imbau kepada antum sudah kita hentikan saja kekerasan yang ada di Gunung Biru, khususnya di Poso, nggak ada gunanya lagi,” ujar Basri.

Baca juga: Sambut HUT RI, Pemda Parigi Moutong Imbau Pasang Umbul-Umbul

Basri, Napiter Poso yang pernah tergabung kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini mengimbau kelompoknya di Poso agar turun gunung dan mengikuti jejaknya.

“Kita sudah membuat susah orang banyak, terutama buat masyarakat Poso. Kita kumpul lagi dengan anak istri kita,” tuturnya.

“Saya berjanji kalau antum mau turun, saya yang akan jemput. Akan saya gendong. Akan saya peluk kalian semua,” ujarnya lagi.

Basri juga mengimbau pengikutnya agar tidak perlu khawatir dituding sebagai pengecut jika mereka mau turun dari Gunung Biru dan bertaubat.

“Sebenarnya orang-orang pengecut itu teman-teman yang dibilang mujahidin yang akhirnya teriak-teriak di belakang pantat-pantat istri-istri mereka,” katanya.

“Buat ikhwan-ikhwan yang mengaku mujahidin, kita mengimbau jangan bergabung dengan saudara kami di Poso. Poso ingin damai. Poso ingin tentram. Kami akan bangun Poso dengan nilai-nilai ajaran Rasulullah yang baik, bukan dengan cara-cara kekerasan,” katanya.

Baca Juga: Menteri Sosial Risma Berkantor di Papua Tahun Ini

Sebelumnya, Basri juga mengajak Ali Kalora Cs segera dapat menyerahkan diri.

Ia juga menerangkan, saat ia menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatanya, hingga saat ini keadaanya sangat baik dan sehat.

“Adik dan kakak-kakakku yang saya cintai dan saya sayangi, marilah turun dari hutan, marilah selesaikan persoalan ini dengan duduk bersama, tidak usah lagi begitu mari kita hidup tenang, kita bangun Kota Poso bersama,” kata Basri dalam rekaman video.

“Kalau kalian takut untuk turun menyerahkan diri, saya yang akan bertanggung jawab, sayalah yang akan menjemput kalian,” katanya tegas.

Dalam rekaman itu juga ia mengatakan, pihak kepolisian memperlakukan dirinya selama ini dengan humanis.

“Sekali lagi marilah turun, mari tinggalkan perbuatan yang melanggar hukum itu,” harap Basri. (****)

Baca juga: Kesbangpol Fasilitasi Bantuan Usaha untuk Eks Napiter

...

Artikel Terkait

wave

Laporan Pandora Papers Sebut Nama Menteri Luhut

Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan muncul dalam laporan Pandora Papers.

Presiden Jokowi Jadikan Sorong Produsen Utama Pertanian di Indonesia Timur

Presiden Joko Widodo harap Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat, dapat menjadi daerah produsen utama komoditas pertanian di Indonesia Timur

Elite Partai Golkar Respon Sikap Gubernur Gorontalo Terhadap Mensos

Elite Partai Golkar merespon sikap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang merasa tersinggung dengan aksi emosional Mensos Tri Rismaharini.

BNPB Akan Bangun Gudang Logistik di Sulawesi

BNPB berencana membangun gudang logistik di Sulawesi dan enam provinsi lainnya untuk mempercepat distribusi bantuan jika terjadi bencana.

Presiden Joko Widodo Resmikan PLBN Sota di Merauke, Papua

Presiden Joko Widodo resmikan Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Sota di Merauke, Papua, di sela hari kedua kunjungan kerjanya di Papua.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;