Gegara BBM Naik, Saprodi Pertanian di Parigi Moutong Melonjak

waktu baca 2 menit
Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Parimo, Suardi. Foto/Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, berdampak pada harga sarana produksi (saprodi) pertanian yang ikut melonjak.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Parigi Moutong, Suardi, yang juga anggota DPRD, saat ditemui, Senin 05 September 2022.

“Sebelum kenaikan harga BBM, alat-alat produksi seperti pupuk, benih dan obat-obatan pertanian juga mahal di tingkat eceran sehingga merugikan petani,” kata Suardi.

Menurut dia, kebijakan menaikkan harga BBM memicu komoditas dan menyengsarakan petani. Partai Demokrat sangat menentang kebijakan ini karena tidak memikirkan bahwa situasi petani semakin hari semakin buruk.

Kenaikan harga BBM, kata dia, tidak mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP) gabah dan beras yang sudah delapan tahun tidak mengalami kenaikan harga pemerintah. Harga saat ini masih berkisar Rp 7.500 hingga Rp 10.000 per kilogram.

“Sementara itu, pemerintah pusat terus mendorong impor beras dari luar negeri tanpa memikirkan produksi petani lokal, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong,” jelasnya.

Baca: Usai 10 Hari, Pencarian Korban KM Teman Niaga Dihentikan

Dia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan petani dari keterpurukan yang mereka hadapi saat ini, agar menurunkan sarana produksi pertanian (saprodi) yang melonjak dan juga membantu petani serta membuka pasar di dalam dan luar daerah dengan harga yang layak.

Ini akan menyeimbangkan pengeluaran dan pendapatan petani dalam produksi gabah dan beras, meskipun harga pupuk dan obat-obatan naik.

“Semoga ini menjadi perhatian serius pemerintah dan tidak menutup mata terhadap nasib petani,” tutupnya. (*/Ikh)

Baca: Penjual BBM Eceran di Sulawesi Selatan Berhenti Menjual

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.