Penjual BBM Eceran di Sulawesi Selatan Berhenti Menjual

waktu baca 2 menit
Penjual Eceran BBM (Ilustrasi Gambar)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Penjual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin berhenti menjual akibat dampak dari kenaikan BBM di Sulawesi Selatan.

Salah satunya adalah Haji Memang, warga Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang mengatakan berhenti menjual bensin untuk sementara karena harga tinggi.

“Kami ambil di SPBU dan harganya naik cukup banyak, sekarang kami tidak tahu berapa banyak yang harus dijual. Jumlahnya sedikit di dalam botol,” katanya.

Dampak kenaikan harga BBM membuat Haji Memang hanya mengandalkan toko klontong miliknya, sedangkan bensin tidak terjual selama dua hari terakhir.

Selain Haji Memang, Daeng Baji, Haidir dan beberapa warga sekitar yang menjadi pedagang BBM sudah berhenti menjual bensin. Penyebabnya adalah harga bahan bakar yang terlalu tinggi dan kurangnya modal untuk meningkatkan modal eceran bensin.

Sesuai ketetapan pemerintah, harga BBM resmi dinaikkan yakni Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi Rp 12.500 jadi Rp 14.500 per liter berlaku pada hari Sabtu, 3 September 2022 mulai pukul 14:30 WIB.

Baca: Inspektorat Temukan Dugaan Kerugian Negara di APBDes Bambalemo

Sementara itu, Muliati, warga Takalar, seorang penjual BBM eceran, juga mengeluhkan kenaikan harga BBM. Kalau biasanya bensin bisa dijual Rp 5.000 per botol kecil, sekarang susah karena kenaikan harga BBM sangat tinggi.

“Bahkan kebanyakan pelanggan saya adalah anak sekolah, mereka membeli yang harganya Rp 5.000. Sekarang modalnya bertambah hampir Rp 100.000,” ucapnya.

Muliati menjadi pengecer bensin dengan pengambilan Rp 285.000 untuk 1 jerigen sebelum harga BBM naik, sedangkan sekarang harganya Rp 365.000. Muliati kesulitan menaikkan harga per botol bensin eceran, sehingga memutuskan untuk mengurangi jumlah gas per botol. Karena tidak banyak orang yang ingin membeli lebih dari Rp 10.000. (*/Ikh)

Baca: Usai 10 Hari, Pencarian Korban KM Teman Niaga Dihentikan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.